123Berita – 05 April 2026 | Polisi London mengumumkan penangkapan tersangka kelima dalam rangka penyelidikan serangkaian pembakaran ambulans milik sebuah yayasan amal Yahudi di wilayah Golders Green. Penangkapan ini menambah tiga penangkapan sebelumnya, menjadikan total tersangka yang ditahan menjadi empat orang. Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas karena terkait dengan motif kebencian anti-Semitik yang semakin mengemuka di Inggris.
Serangkaian insiden pembakaran terjadi pada akhir tahun 2023, ketika tiga kendaraan ambulans yang beroperasi untuk sebuah organisasi amal Yahudi diserang dan dibakar di jalanan Golders Green, sebuah daerah dengan populasi Yahudi yang signifikan. Kedua kendaraan tersebut mengalami kerusakan parah, sementara satu ambulans lainnya hanya mengalami kerusakan ringan. Penyebab kebakaran diidentifikasi sebagai aksi pembakaran yang disengaja menggunakan bahan mudah terbakar, yang kemudian memicu penyelidikan intensif oleh Metropolitan Police Service (MPS).
Setelah penyelidikan awal, polisi berhasil mengidentifikasi dan menahan tiga tersangka pada bulan Januari 2024. Kedua tersangka pertama ditangkap di rumah mereka masing-masing, sementara tersangka ketiga ditangkap setelah sebuah operasi kepolisian di sebuah apartemen di daerah tersebut. Semua tersangka tersebut diduga memiliki latar belakang yang berhubungan dengan kelompok ekstremis kanan yang menentang keberadaan komunitas Yahudi di Inggris.
Penangkapan terbaru melibatkan seorang pria berusia 28 tahun yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan dua tersangka sebelumnya. Menurut pernyataan resmi MPS, tersangka keempat ini ditangkap di sebuah rumah di Golders Green setelah polisi menerima informasi bahwa ia sedang membantu dua teman yang sebelumnya sudah ditahan. Penangkapan tersebut dilakukan tanpa insiden, dan tersangka kini berada di tahanan sambil menunggu proses hukum selanjutnya.
Polisi menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan mereka terus mengumpulkan bukti serta saksi untuk memperkuat kasus terhadap para tersangka. “Kami berkomitmen untuk memastikan semua pihak yang terlibat dalam tindakan kebencian ini diproses secara hukum,” kata seorang juru bicara Metropolitan Police dalam konferensi pers pada hari Senin. “Kejahatan kebencian tidak akan ditoleransi, dan kami akan terus bekerja sama dengan komunitas Yahudi serta organisasi hak asasi manusia untuk memastikan keamanan dan keadilan.”
Komunitas Yahudi di London, khususnya di Golders Green, menyatakan rasa terkejut dan khawatir atas serangkaian serangan tersebut. Seorang pemimpin komunitas menyatakan, “Kita merasa terancam, namun kami bersyukur atas upaya polisi dalam menindak tegas para pelaku. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk memperkuat solidaritas dan melawan kebencian.
Selain respons kepolisian, sejumlah organisasi hak asasi manusia dan lembaga pemerintah Inggris mengeluarkan pernyataan yang menyoroti peningkatan insiden anti-Semitik dalam beberapa tahun terakhir. Badan Antisemitisme Nasional (National Antisemitism Monitoring Centre) melaporkan bahwa pada 2023 terjadi peningkatan 15 persen dalam kasus kebencian terhadap komunitas Yahudi dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Inggris menegaskan komitmennya untuk memperkuat undang-undang kebencian dan meningkatkan keamanan bagi kelompok-kelompok yang menjadi target.
Berikut kronologi singkat peristiwa yang terjadi:
- Desember 2023: Dua ambulans amal Yahudi dibakar di Golders Green, menyebabkan kerusakan signifikan.
- Januari 2024: Polisi mengidentifikasi tiga tersangka utama dan melakukan penangkapan pertama.
- Februari 2024: Penangkapan kedua dan ketiga dilakukan, dengan salah satu tersangka ditangkap di sebuah apartemen.
- Maret 2024: Penangkapan tersangka keempat di Golders Green setelah bantuan kepada dua teman yang telah ditahan.
Para tersangka kini menghadapi dakwaan serius, termasuk pembakaran dengan niat jahat, kebencian rasial, serta pelanggaran keamanan publik. Jika terbukti bersalah, mereka dapat dijatuhi hukuman penjara yang panjang, mengingat sifat kejahatan kebencian yang semakin diperberat oleh undang-undang Inggris.
Kasus ini juga memicu diskusi publik mengenai langkah-langkah pencegahan kebencian di tempat umum. Pemerintah kota London berencana meningkatkan patroli kepolisian di area dengan konsentrasi komunitas minoritas, serta memperluas program edukasi anti-benci di sekolah-sekolah. Sementara itu, organisasi amal Yahudi berusaha memperkuat keamanan pada kendaraan operasional mereka dengan menambah sistem pemantauan dan bekerja sama lebih erat dengan otoritas setempat.
Dengan penangkapan tersangka keempat, harapan besar muncul bahwa penyelidikan ini akan mencapai titik akhir yang memuaskan bagi korban dan masyarakat luas. Upaya bersama antara penegak hukum, komunitas, dan lembaga pemerintah diharapkan dapat menurunkan angka kebencian serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan inklusif di masa depan.





