QRIS Cross Border BNI Wondr Resmi Digunakan di China, Transaksi Tanpa Tukar Uang Lebih Praktis

QRIS Cross Border BNI Wondr Resmi Digunakan di China, Transaksi Tanpa Tukar Uang Lebih Praktis
QRIS Cross Border BNI Wondr Resmi Digunakan di China, Transaksi Tanpa Tukar Uang Lebih Praktis

123Berita – 01 Mei 2026 | PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) resmi meluncurkan layanan QRIS Cross Border yang terintegrasi dengan aplikasi Wondr di wilayah Tiongkok. Inovasi ini memungkinkan nasabah BNI untuk melakukan pembayaran digital tanpa harus menukar mata uang, sekaligus memberikan kemudahan bagi wisatawan Indonesia serta pelaku bisnis yang beraktivitas lintas negara.

Peluncuran ini merupakan bagian dari strategi BNI untuk memperluas ekosistem pembayaran digitalnya ke pasar internasional. Dengan memanfaatkan standar QRIS yang telah diakui secara nasional, BNI berhasil menyesuaikannya agar dapat beroperasi di lingkungan pembayaran China yang didominasi oleh platform seperti Alipay dan WeChat Pay. Integrasi ini tidak hanya menyederhanakan proses transaksi, tetapi juga mengurangi biaya konversi dan risiko fluktuasi nilai tukar.

Bacaan Lainnya

Pengguna aplikasi Wondr, sebuah platform fintech yang berfokus pada layanan keuangan lintas batas, kini dapat memindai QR code BNI di merchant yang telah berpartisipasi di China. Sistem secara otomatis melakukan konversi mata uang digital BNI ke RMB (Renminbi) dengan kurs yang kompetitif, sehingga merchant menerima pembayaran dalam mata uang lokal tanpa harus mengelola dua sistem pembayaran terpisah.

Berikut beberapa keunggulan utama layanan QRIS Cross Border BNI di China:

  • Tanpa tukar tunai: Nasabah tidak perlu membawa uang fisik atau melakukan penukaran uang di bandara.
  • Biaya rendah: Tarif konversi jauh lebih murah dibandingkan layanan penukaran tradisional.
  • Kecepatan transaksi: Pembayaran selesai dalam hitungan detik, sama seperti transaksi QRIS domestik.
  • Keamanan terjamin: Sistem enkripsi tingkat tinggi melindungi data pribadi dan keuangan pengguna.
  • Jaringan luas: Lebih dari 10.000 merchant di kota-kota utama China telah bergabung dalam program pilot.

Direktur Bisnis Digital BNI, Rini Pratiwi, menyatakan, “QRIS Cross Border merupakan terobosan penting dalam upaya kami memfasilitasi mobilitas ekonomi Indonesia. Dengan menghilangkan hambatan konversi mata uang, kami berharap dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha Indonesia di pasar global serta memberikan pengalaman pembayaran yang mulus bagi wisatawan.”

Implementasi layanan ini juga selaras dengan agenda Pemerintah Indonesia yang mendorong penggunaan QRIS sebagai standar pembayaran nasional. Melalui kerjasama dengan otoritas keuangan Tiongkok, BNI memastikan bahwa regulasi anti pencucian uang (AML) dan know-your-customer (KYC) terpenuhi, sehingga transaksi dapat berlangsung secara legal dan transparan.

Selain manfaat bagi konsumen, QRIS Cross Border membuka peluang baru bagi merchant China. Mereka dapat menerima pembayaran dari jutaan wisatawan Indonesia yang kini tidak lagi terbebani oleh proses penukaran uang. Hal ini berpotensi meningkatkan volume penjualan di sektor pariwisata, perhotelan, restoran, dan e‑commerce.

Data awal dari program pilot menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah transaksi. Pada bulan pertama, tercatat lebih dari 25.000 transaksi dengan total nilai sekitar USD 3,2 juta, yang sebagian besar berasal dari kota Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Pertumbuhan ini diharapkan terus naik seiring dengan penambahan lebih banyak merchant dan promosi layanan kepada komunitas Indonesia di China.

Untuk mengoptimalkan adopsi, BNI berencana meluncurkan kampanye edukasi digital melalui media sosial, webinar, dan kerja sama dengan agen perjalanan. Pengguna baru akan diberikan bonus poin reward yang dapat ditukarkan dengan voucher belanja atau potongan biaya transaksi selama tiga bulan pertama.

Ke depan, BNI menargetkan ekspansi layanan QRIS Cross Border ke negara‑negara lain di Asia, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Singapura. Langkah ini sejalan dengan visi bank untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem pembayaran digital regional, sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat konektivitas ekonomi ASEAN.

Dengan keberhasilan peluncuran di China, QRIS Cross Border BNI tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam peta pembayaran digital global, tetapi juga menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi antara bank tradisional dan fintech dapat menghasilkan solusi inovatif yang menguntungkan semua pemangku kepentingan.

Secara keseluruhan, inisiatif ini menandai era baru dalam transaksi lintas negara, di mana kecepatan, keamanan, dan kenyamanan menjadi standar baru bagi konsumen dan pelaku usaha. BNI dan Wondr berkomitmen untuk terus menyempurnakan layanan ini, memastikan bahwa setiap pembayaran antar negara dapat dilakukan dengan satu kali scan QR code.

Pos terkait