Polisi Inggris Gencar Benteng Daging Tikus dan Antelop dalam Operasi Anti-Bushmeat di London

Polisi Inggris Gencar Benteng Daging Tikus dan Antelop dalam Operasi Anti-Bushmeat di London
Polisi Inggris Gencar Benteng Daging Tikus dan Antelop dalam Operasi Anti-Bushmeat di London

123Berita – 05 April 2026 | Polisi Inggris berhasil membongkar jaringan perdagangan makanan ilegal yang menyimpan daging tikus dan antelop, dua jenis daging yang secara tegas dilarang dijual dan dikonsumsi di negara tersebut. Penyelidikan yang dipimpin oleh Food Crime Unit ini berujung pada penyitaan total sekitar 11 kilogram daging, yang diyakini dapat menimbulkan risiko kesehatan serius bagi konsumen.

Penggerebekan dilakukan di sebuah properti di daerah tenggara London, tepatnya di wilayah yang dikenal dengan kepadatan penduduk dan beragam aktivitas kuliner. Tim penyidik mendapati ruang penyimpanan yang dipenuhi dengan bahan baku daging mentah, peralatan pemotongan, serta catatan penjualan yang mencurigakan. Dalam satu malam, petugas menutup operasi ilegal tersebut dan menahan seorang pria yang diduga menjadi otak di balik bisnis gelap ini.

Bacaan Lainnya

Berikut merupakan rincian barang yang disita:

  • Daging tikus – sekitar 5 kilogram, dipotong dan dibungkus dalam plastik plastik tipis.
  • Daging antelop – hampir 4 kilogram, dipotong menjadi potongan kecil untuk memudahkan penjualan.
  • Berbagai bahan tambahan makanan dan bumbu yang biasa digunakan untuk mengolah daging liar.

Jumlah total daging yang berhasil diamankan mencapai 11 kilogram, dengan nilai pasar yang diperkirakan mencapai ribuan pound sterling.

Keberadaan daging tikus dan antelop dalam rantai pasokan makanan menimbulkan kecemasan di kalangan otoritas kesehatan. Kedua jenis daging tersebut dapat menjadi sarang bakteri patogen, virus, serta parasit yang berpotensi menular ke manusia. Risiko zoonosis, terutama pada populasi yang rentan seperti anak-anak, lansia, atau orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, menjadi perhatian utama.

Seorang juru bicara kepolisian, yang tidak disebutkan namanya, menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberantas peredaran barang makanan ilegal yang dapat membahayakan publik. “Kami bekerja sama dengan badan kesehatan dan lingkungan untuk memastikan bahwa produk-produk berbahaya tidak masuk ke pasar,” ujarnya. “Penyitaan ini menunjukkan bahwa kami tidak akan mentolerir praktik yang mengancam keselamatan konsumen.”

Para ahli kesehatan publik menegaskan bahaya yang mungkin timbul dari konsumsi daging liar yang tidak terkontrol. Dr. Amelia Hart, pakar epidemiologi di sebuah rumah sakit London, menambahkan bahwa daging tikus dapat mengandung virus Hantavirus, Leptospira, serta bakteri Salmonella. Sementara itu, daging antelop dapat terkontaminasi oleh parasit internal dan virus yang belum sepenuhnya dipetakan.

Kasus ini bukan yang pertama kalinya Inggris menghadapi penyitaan bushmeat dalam jumlah signifikan. Dalam beberapa bulan terakhir, otoritas makanan telah mengidentifikasi dan menyita ratusan kilogram daging satwa liar, termasuk daging monyet, babi hutan, dan berbagai jenis unggas eksotis. Peningkatan pengawasan ini dipicu oleh laporan peningkatan permintaan pasar gelap, terutama di kalangan komunitas imigran yang mencari makanan tradisional dari negara asal mereka.

Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat mengurangi peredaran daging ilegal dan melindungi masyarakat dari ancaman kesehatan. Pengawasan ketat pada pasar makanan, pelatihan bagi penjual, serta kampanye edukasi tentang bahaya konsumsi bushmeat menjadi langkah strategis yang harus terus digalakkan. Dengan sinergi antara aparat kepolisian, badan kesehatan, dan masyarakat, diharapkan praktik perdagangan makanan ilegal dapat diminimalisir secara signifikan.

Pos terkait