123Berita – 06 April 2026 | Samsung terus menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar smartphone premium dengan meluncurkan rangkaian Galaxy S setiap tahun. Dari generasi ketiga belas, Galaxy S23, hingga generasi terbaru yang masih dalam tahap rumor, Galaxy S26, konsumen kini dihadapkan pada pilihan yang semakin sulit. Artikel ini menelaah evolusi teknologi, performa, dan nilai jual masing‑masing model untuk menentukan varian mana yang paling gahar di tahun 2026.
Galaxy S23, yang dirilis pada awal 2023, menjadi tonggak penting dengan mengusung chipset Snapdragon 8 Gen 2 (untuk pasar global) atau Exynos 2300 (untuk wilayah tertentu). Perangkat ini dilengkapi dengan layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,1 inci, resolusi Full HD+, refresh rate 120 Hz, serta RAM 8 GB atau 12 GB tergantung varian. Kamera utama 50 MP dengan sensor yang sama seperti seri Note sebelumnya menawarkan foto yang tajam, sementara baterai berkapasitas 3900 mAh memberikan daya tahan yang cukup untuk penggunaan sehari‑hari.
Pada tahun berikutnya, Samsung memperkenalkan Galaxy S24 dengan serangkaian peningkatan yang signifikan. Chipset Snapdragon 8 Gen 3 (atau Exynos 2400) menambah efisiensi energi dan performa grafis. Layar diperbesar menjadi 6,2 inci dengan dukungan HDR10+ yang lebih baik, dan resolusi dinaikkan ke QHD+. RAM kini tersedia hingga 12 GB, sedangkan penyimpanan internal mencapai 512 GB pada varian tertinggi. Kamera utama diupgrade menjadi 108 MP dengan teknologi pixel‑binning yang menghasilkan detail luar biasa pada kondisi cahaya rendah. Baterai juga ditambah menjadi 4100 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45 W.
Galaxy S25, yang masih dalam tahap rumor pada akhir 2024, diperkirakan akan menjadi lompatan berikutnya. Analisis bocoran mengindikasikan penggunaan chipset Snapdragon 8 Gen 4, yang dijanjikan memiliki kecepatan CPU hingga 15 % lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Layar diprediksi akan berukuran 6,3 inci dengan panel LTPO yang dapat menyesuaikan refresh rate antara 1 Hz hingga 120 Hz secara dinamis, mengoptimalkan konsumsi baterai. Kamera utama diproyeksikan mencapai 200 MP, menggabungkan sensor besar dan AI‑enhanced processing. Baterai diperkirakan mencapai 4600 mAh dengan pengisian ultra‑fast 65 W.
Seri Galaxy S26, yang menjadi fokus utama pembahasan, dijanjikan membawa revolusi pada beberapa aspek kunci. Chipset Snapdragon 8 Gen 5, yang sudah diuji dalam perangkat flagship lain, menawarkan arsitektur 4‑nm dengan integrasi AI pada level silicon, meningkatkan kinerja aplikasi berat dan game. Layar berukuran 6,4 inci menggunakan teknologi under‑display camera, menghilangkan notches dan memberikan pengalaman visual yang lebih bersih. Resolusi QHD+ tetap dipertahankan, namun refresh rate dapat naik hingga 144 Hz untuk pengalaman gaming yang mulus. RAM standar 12 GB, dengan opsi hingga 16 GB, serta penyimpanan internal 1 TB pada varian ultra. Kamera utama 200 MP dengan sensor Samsung ISOCELL HP2, dilengkapi OIS 5‑axis dan kemampuan per‑pixel binning yang menghasilkan foto setara DSLR dalam cahaya rendah. Baterai 5000 mAh mendukung pengisian 80 W, serta teknologi pengisian nirkabel terbalik hingga 15 W.
Berikut rangkuman perbandingan utama dalam bentuk tabel:
| Model | Chipset | Layar | Kamera Utama | RAM | Baterai | Pengisian |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Galaxy S23 | Snapdragon 8 Gen 2 / Exynos 2300 | 6,1″ Full HD+ 120 Hz | 50 MP | 8‑12 GB | 3900 mAh | 25 W |
| Galaxy S24 | Snapdragon 8 Gen 3 / Exynos 2400 | 6,2″ QHD+ 120 Hz | 108 MP | 8‑12 GB | 4100 mAh | 45 W |
| Galaxy S25 | Snapdragon 8 Gen 4 (rumor) | 6,3″ LTPO 1‑120 Hz | 200 MP | 12‑16 GB | 4600 mAh | 65 W |
| Galaxy S26 | Snapdragon 8 Gen 5 | 6,4″ Under‑display 144 Hz | 200 MP (ISOCELL HP2) | 12‑16 GB | 5000 mAh | 80 W |
Dari segi performa mentah, Snapdragon 8 Gen 5 pada S26 menempati puncak dengan kecepatan CPU 3,2 GHz dan GPU Adreno 770 yang mengoptimalkan frame rate pada game AAA. Pengujian benchmark menunjukkan skor Geekbench 6‑core melebihi 1 500 poin, mengalahkan S25 yang diperkirakan berada di kisaran 1 400 poin. Keunggulan AI pada chipset baru juga mempercepat proses fotografi komputasi, rendering video 8K, serta aplikasi augmented reality.
Namun, kekuatan tidak hanya diukur dari angka. Pengalaman sehari‑hari meliputi daya tahan baterai, kualitas kamera dalam kondisi nyata, dan ergonomi. Baterai 5000 mAh pada S26, meskipun lebih besar, tetap mampu bertahan sekitar 1,5 kali lipat dibanding S23 berkat optimasi software dan refresh rate adaptif. Kamera 200 MP pada S26 menghasilkan detail tekstur yang luar biasa, terutama pada mode Night dan Pro, sementara S24 masih terbatas pada 108 MP. Di sisi lain, S25 yang belum resmi diluncurkan berpotensi menutup kesenjangan, namun belum ada data empiris yang dapat diverifikasi.
Harga menjadi faktor penentu bagi konsumen. Saat peluncuran, Galaxy S23 dibanderol mulai Rp 13,5 jutaan, S24 naik menjadi Rp 15,9 jutaan, sementara S26 diprediksi akan berada di kisaran Rp 19‑22 jutaan untuk varian standar, dan mencapai lebih dari Rp 27 jutaan untuk versi ultra dengan RAM 16 GB dan penyimpanan 1 TB. Meskipun harga premium, nilai tambah pada performa, kamera, dan daya tahan menjadikan S26 pilihan logis bagi power user dan profesional yang mengandalkan smartphone sebagai alat kerja utama.
Kesimpulannya, jika dilihat dari totalitas aspek teknis, Galaxy S26 merupakan varian paling gahar dalam rangkaian S23‑S26. Chipset generasi terbaru, layar dengan refresh rate tertinggi, baterai terbesar, serta sistem kamera revolusioner menempatkannya di atas saingannya. Bagi pengguna yang mengutamakan performa tertinggi dan tidak keberatan dengan harga premium, S26 menjadi investasi yang paling tepat. Namun, bagi mereka yang masih menginginkan pengalaman premium dengan budget lebih bersahabat, Galaxy S24 tetap menawarkan keseimbangan yang solid antara harga dan fitur.



