123Berita – 20 April 2026 | PT Pertamina International Shipping (PIS), anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang jasa kelautan dan logistik, baru-baru ini mengumumkan strategi ambisius untuk mengoptimalkan peran tenaga kerja maritim Indonesia. Dalam upaya meningkatkan daya saing di pasar global, perusahaan menyiapkan 4.090 Pelaut Indonesia sebagai tulang punggung operasional kapal tanker dan kargo miliknya.
Langkah ini merupakan bagian dari program pemerintah Indonesia untuk menambah nilai tambah bagi sumber daya manusia (SDM) di sektor maritim. Menurut data internal PIS, lebih dari 85% posisi kru kapal di armada internasional masih didominasi oleh tenaga kerja asing, terutama dari Filipina dan negara-negara lain di Asia Tenggara. Dengan menempatkan Pelaut Indonesia pada posisi strategis, PIS tidak hanya memperkuat posisi kompetitif perusahaan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi nasional.
Strategi penempatan 4.090 Pelaut Indonesia dilaksanakan melalui tiga fase utama:
- Rekrutmen dan seleksi ketat: PIS bekerja sama dengan lembaga pelatihan maritim terakreditasi untuk menyeleksi kandidat yang memenuhi standar internasional, termasuk sertifikasi STCW (Standards of Training, Certification and Watchkeeping).
- Pelatihan intensif: Kandidat yang terpilih mengikuti program pelatihan khusus selama enam bulan, mencakup simulasi kapal, prosedur keamanan, serta bahasa Inggris teknis untuk memastikan kesiapan operasional di laut lepas.
- Penempatan dan monitoring: Setelah lulus, Pelaut Indonesia ditempatkan di kapal-kapal milik PIS yang melayani rute lintas samudra, dengan sistem pemantauan performa berbasis digital untuk menjamin standar kualitas.
Keberhasilan inisiatif ini tercermin dari peningkatan produktivitas armada PIS. Pada kuartal pertama tahun 2024, perusahaan mencatat penurunan biaya operasional sebesar 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, berkat efisiensi kerja kru yang lebih terlatih dan berpengalaman. Selain itu, tingkat kecelakaan kerja di laut menurun hingga 8%, menunjukkan dampak positif dari program pelatihan keselamatan yang intensif.
Tak hanya dari sisi operasional, program ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Menurut analisis internal, setiap Pelaut Indonesia yang bekerja di kapal internasional dapat menghasilkan rata-rata pendapatan tahunan sekitar US$ 45.000, jauh melampaui rata-rata gaji di sektor perikanan domestik. Dengan 4.090 orang tenaga kerja, total kontribusi pendapatan ke perekonomian nasional diperkirakan mencapai lebih dari US$ 184 juta per tahun.
Para ahli ekonomi menilai bahwa strategi ini sejalan dengan visi Indonesia menjadi negara maritim maju. Dr. Andi Setiawan, pakar ekonomi maritim Universitas Indonesia, menyatakan, “Penguatan SDM maritim melalui program seperti PIS tidak hanya meningkatkan daya saing perusahaan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi fluktuasi pasar energi global.”
Selain manfaat ekonomi, program PIS juga menumbuhkan rasa kebanggaan nasional. Banyak Pelaut Indonesia yang sebelumnya bekerja di kapal asing kini dapat mengemban tugas strategis di perusahaan BUMN, memperlihatkan bahwa kualitas tenaga kerja Indonesia setara dengan standar internasional. “Saya merasa bangga bisa berlayar untuk perusahaan bangsa,” ujar salah satu kru, Budi Santoso, yang telah berlayar selama tiga tahun di armada PIS.
PIS juga menyiapkan langkah lanjutan, yaitu memperluas program ini ke bidang teknis lainnya seperti insinyur kelautan dan manajer logistik. Target jangka panjang perusahaan adalah menempatkan minimal 70% kru kapal di armada internasionalnya dengan Pelaut Indonesia pada tahun 2026.
Dengan langkah konkret ini, PT Pertamina International Shipping tidak hanya memperkuat posisinya di pasar global, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme tenaga kerja maritim Indonesia.


