123Berita – 10 April 2026 | Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil membongkar jaringan penyelundupan benih lobster (BBL/benur) yang diperkirakan mencapai 200.000 ekor. Operasi penyidikan yang digencarkan sejak awal minggu ini berujung pada penemuan satu koper berisi benih lobster ilegal saat proses pemeriksaan barang bawaan penumpang di terminal internasional.
Petugas kepolisian mengungkap bahwa koper tersebut ditemukan melalui pemindaian X‑ray yang menunjukkan kepadatan tidak wajar di dalamnya. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, ternyata isi koper merupakan benih lobster hidup yang dibungkus rapat dengan media pendingin agar tetap segar selama perjalanan. Jumlah total diperkirakan sekitar dua ratus ribu benih, setara dengan potensi produksi perairan laut lepas pantai.
Berikut langkah‑langkah yang diambil oleh tim penyidik selama operasi:
- Penggunaan teknologi X‑ray dan scanner khusus untuk mendeteksi barang mencurigakan.
- Pemeriksaan fisik koper yang terindikasi setelah alarm sistem.
- Pengamanan dan penahanan benih lobster dalam wadah yang memenuhi standar biosafety.
- Pengidentifikasian dan penangkapan dua tersangka yang diduga menjadi perantara.
- Penyusunan laporan forensik dan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perikanan untuk proses hukum lebih lanjut.
Selain penangkapan dua orang, penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap jaringan lebih luas yang mungkin terlibat dalam rantai pasokan benih lobster ilegal. Polisi menargetkan pengungkapan sumber asal benih, baik dari daerah penangkapan laut dalam maupun dari pasar gelap internasional.
Kasus ini menambah deretan aksi penegakan hukum di bidang perikanan yang selama ini menjadi sorotan publik. Benih lobster merupakan komoditas bernilai tinggi di pasar domestik dan internasional, sehingga sering menjadi incaran pelaku penyelundupan. Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menegaskan pentingnya regulasi ketat untuk mencegah penurunan populasi lobster liar serta melindungi ekosistem laut.
Dengan berhasilnya operasi ini, Polresta Bandara Soekarno-Hatta memberikan sinyal kuat bahwa setiap upaya melanggar hukum di sektor perikanan tidak akan dibiarkan begitu saja. Penegakan hukum yang tegas di gerbang masuk utama negara diharapkan dapat menjadi deterrent bagi jaringan penyelundup lain, sekaligus menjaga kelestarian sumber daya laut bagi generasi mendatang.





