123Berita – 21 April 2026 | Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang lebih dikenal sebagai Gus Ipul, melakukan kunjungan resmi ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 22 di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Senin (20/4/2026). Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan wujud komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah melalui pemanfaatan teknologi, khususnya laptop untuk belajar.
Sesampainya di sekolah, Gus Ipul disambut oleh kepala sekolah, guru, serta para siswa yang antusias. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya integrasi perangkat digital dalam proses pembelajaran. “Laptop bukan sekadar alat, melainkan jendela dunia yang dapat membuka peluang belajar yang lebih luas bagi generasi muda kita,” ujar Gus Ipul.
Gus Ipul meninjau beberapa ruang kelas yang telah dilengkapi dengan laptop. Ia mengapresiasi upaya sekolah dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi, namun juga menyoroti beberapa tantangan yang masih dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur jaringan internet dan kebutuhan pelatihan guru agar dapat memanfaatkan laptop secara efektif.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan Gus Ipul selama kunjungan:
- Peningkatan Akses Teknologi: Pemerintah berkomitmen untuk memperluas distribusi laptop ke sekolah-sekolah di wilayah terpencil, termasuk di Sigi.
- Pelatihan Guru: Program pelatihan intensif akan diluncurkan untuk memastikan guru mampu mengintegrasikan laptop ke dalam kurikulum.
- Infrastruktur Internet: Upaya peningkatan jaringan internet berkecepatan tinggi menjadi prioritas, guna mendukung pembelajaran daring dan akses materi digital.
- Monitoring dan Evaluasi: Sistem pemantauan penggunaan laptop akan diterapkan untuk memastikan manfaat maksimal bagi siswa.
Gus Ipul juga meninjau laboratorium komputer yang baru dibangun di SRMP 22. Ia memuji desain ruang yang ramah pengguna dan menekankan pentingnya perawatan rutin perangkat agar dapat bertahan lama. “Kami tidak hanya memberi perangkat, tetapi juga memastikan keberlangsungan penggunaannya,” tambahnya.
Dalam diskusi bersama kepala sekolah dan dewan guru, Gus Ipul mengusulkan program beasiswa perangkat untuk siswa berprestasi serta inisiatif kolaborasi dengan pihak swasta dalam penyediaan konten pembelajaran digital. Ia berharap sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta dapat mempercepat transformasi digital di pendidikan.
Selain fokus pada teknologi, Gus Ipul menyoroti pentingnya lingkungan belajar yang kondusif. Ia mengapresiasi upaya sekolah dalam meningkatkan kebersihan, keamanan, dan fasilitas pendukung lainnya. Menurutnya, kombinasi antara infrastruktur fisik yang memadai dan penggunaan laptop untuk belajar akan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih holistik.
Salah satu siswa, Rina, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran laptop di kelas. “Dengan laptop, saya bisa mengakses materi dari luar kelas, belajar mandiri, dan mempersiapkan diri untuk ujian dengan lebih baik,” katanya. Reaksi positif serupa juga dirasakan oleh guru-guru yang menyatakan antusiasme mereka untuk mengimplementasikan metode pembelajaran berbasis teknologi.
Gus Ipul menutup kunjungan dengan menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk terus memperkuat sektor pendidikan, khususnya di daerah-daerah yang masih tertinggal. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan visi pendidikan yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing.
Dengan langkah konkret seperti distribusi laptop, pelatihan guru, dan peningkatan jaringan internet, diharapkan SRMP 22 Sigi dapat menjadi contoh keberhasilan transformasi digital di tingkat sekolah menengah pertama. Upaya ini tidak hanya meningkatkan kualitas belajar siswa, tetapi juga menyiapkan generasi muda untuk bersaing di era industri 4.0.
Ke depan, pemerintah berencana memperluas program serupa ke lebih banyak sekolah di Sulawesi Tengah dan wilayah lain. Diharapkan, melalui sinergi antara kebijakan nasional dan inisiatif lokal, penggunaan laptop untuk belajar dapat menjadi standar baru dalam sistem pendidikan Indonesia.