123Berita – 05 April 2026 | Pemerintah Kota Tangerang kembali memperkuat upaya edukasi digital dengan mengoptimalkan Program Literasi Bergerak (Literasi Bergerak). Inisiatif ini diperluas ke lebih banyak wilayah, termasuk kelurahan dan desa pinggiran, dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya Perlindungan Perangkat Tunas (PP Tunas) dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif penggunaan teknologi digital.
PP Tunas, yang merupakan kebijakan lokal berfokus pada pengaturan penggunaan perangkat seluler dan aplikasi bagi anak di bawah umur, menjadi landasan strategis bagi pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan digital yang aman. Dengan meningkatnya penetrasi smartphone dan akses internet, tantangan bagi orang tua dan pendidik untuk mengawasi konsumsi konten digital anak semakin kompleks. Literasi Bergerak hadir sebagai jawaban praktis, membawa materi edukasi langsung ke lapangan melalui tim mobil yang dilengkapi fasilitas audio‑visual, modul interaktif, serta narasumber ahli.
Sejak diluncurkan, program ini telah menargetkan lebih dari 30 titik strategis, mulai dari pusat komunitas, sekolah, hingga pasar tradisional. Pada setiap kunjungan, tim Literasi Bergerak menyampaikan materi dalam tiga fase utama: sosialisasi kebijakan PP Tunas, pelatihan penggunaan kontrol orang tua pada perangkat, serta diskusi kelompok untuk mengidentifikasi risiko digital yang paling relevan di lingkungan setempat.
- Sosialisasi Kebijakan PP Tunas: Penjelasan tentang isi regulasi, hak dan kewajiban orang tua, serta peran pemerintah dalam menegakkan standar keamanan digital.
- Pelatihan Praktis: Demonstrasi langkah‑langkah mengaktifkan fitur kontrol orang tua pada sistem operasi Android dan iOS, serta cara memanfaatkan aplikasi pemantau aktivitas online.
- Diskusi Interaktif: Sesi tanya‑jawab antara warga, guru, dan petugas dinas sosial untuk mengatasi permasalahan nyata, seperti cyberbullying, konten pornografi, dan kecanduan game.
Selain edukasi langsung, Pemkot Tangerang juga meluncurkan kampanye media sosial yang terintegrasi dengan program lapangan. Tagar #AmanBersamaPP_Tunas menjadi tren lokal, menggalang partisipasi warga dalam berbagi tips dan pengalaman. Konten visual, infografik, serta video tutorial diproduksi oleh tim kreatif dinas terkait, memastikan pesan tersampaikan secara menarik dan mudah dipahami.
Tak hanya fokus pada orang tua, Literasi Bergerak juga melibatkan pihak sekolah sebagai mitra strategis. Kepala Sekolah di beberapa SMP dan SMA di Tangerang diminta menjadi fasilitator dalam penyuluhan, sehingga kebijakan PP Tunas dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum ekstrakurikuler. Beberapa sekolah bahkan telah mengimplementasikan “Zona Bebas Gadget” selama jam pelajaran, sebagai langkah preventif untuk meminimalisir gangguan digital.
Program ini didukung oleh alokasi anggaran khusus yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2024. Dana tersebut dialokasikan untuk operasional tim mobil, produksi materi edukatif, serta insentif bagi narasumber profesional, termasuk psikolog anak, pakar keamanan siber, dan perwakilan LSM yang bergerak di bidang perlindungan anak.
Dalam pernyataannya, Wali Kota Tangerang, Dr. Ahmad Riza Patria, menegaskan bahwa perlindungan anak di era digital bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. “Kami ingin setiap warga Tangerang memiliki pengetahuan yang cukup untuk menavigasi dunia digital dengan bijak. Literasi Bergerak adalah jembatan antara kebijakan dan realita di lapangan,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang berencana menambah jumlah armada Literasi Bergerak menjadi delapan unit, serta memperluas jangkauan ke wilayah Kabupaten Tangerang dan kota-kota satelit di sekitar Jakarta. Penambahan ini diharapkan dapat mencakup lebih dari 10.000 keluarga dalam setahun ke depan, sekaligus memperkuat jaringan kerjasama dengan lembaga non‑pemerintah dan sektor swasta.
Kesimpulannya, optimalisasi Program Literasi Bergerak oleh Pemkot Tangerang menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi generasi muda dari ancaman digital. Dengan sinergi kebijakan PP Tunas, edukasi praktis, dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan tingkat literasi digital dan keamanan anak di Tangerang akan terus meningkat, menjadikan kota ini contoh bagi wilayah lain dalam mengatasi tantangan era digital.



