Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Paskah 2026, Serukan Doa untuk Kedamaian Nasional

Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Paskah 2026, Serukan Doa untuk Kedamaian Nasional
Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Paskah 2026, Serukan Doa untuk Kedamaian Nasional

123Berita – 04 April 2026 | Jakarta, 5 April 2026 – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan ucapan Selamat Paskah kepada seluruh umat Kristiani di tanah air melalui sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada hari Selasa, 4 April 2026. Pernyataan tersebut tidak hanya berisi harapan sukacita dalam perayaan kebangkitan Yesus Kristus, melainkan juga mengajak umat Kristiani untuk bersama-sama mendoakan kedamaian, persatuan, dan keharmonisan bangsa Indonesia di tengah tantangan global dan dinamika sosial yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menekankan nilai universal Paskah yang melampaui batas agama, menyoroti pesan perdamaian, harapan, dan kebangkitan yang dapat menjadi landasan bagi seluruh warga negara Indonesia, tak terkecuali umat Muslim, Hindu, Buddha, serta aliran kepercayaan lainnya. “Paskah mengajarkan kita tentang kemenangan atas kematian, tentang kebangkitan harapan, dan tentang kasih yang melampaui segala perbedaan,” ujar Menag. “Saya mengajak seluruh umat Kristiani, serta seluruh lapisan masyarakat Indonesia, untuk menjadikan semangat Paskah sebagai pendorong dialog antaragama, serta doa bersama demi terciptanya Indonesia yang damai dan berkeadilan,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Pesan tersebut disampaikan bersamaan dengan peringatan Hari Raya Paskah yang dirayakan secara luas oleh gereja-gereja Katolik, Protestan, serta komunitas Kristen lainnya di seluruh provinsi. Upacara kebaktian, kebaktian pagi, serta kebaktian malam di berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan dipenuhi dengan ribuan umat yang menantikan harapan baru. Menag Nasaruddin Umar secara khusus menyoroti pentingnya peran gereja dalam membina nilai-nilai toleransi, solidaritas sosial, dan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Selain ucapan selamat, Menag juga mengumumkan beberapa inisiatif yang akan diluncurkan Kementerian Agama dalam rangka memperkuat kerja sama lintas agama. Di antaranya adalah program “Dialog Perdamaian Paskah” yang akan mengadakan forum dialog antarumat beragama di lima kota utama Indonesia selama bulan April hingga Juni 2026. Program ini akan melibatkan tokoh agama, akademisi, serta aktivis masyarakat sipil untuk membahas isu-isu seperti kebebasan beragama, perlindungan minoritas, dan pencegahan radikalisme. “Kami berharap program ini menjadi wadah yang konstruktif untuk menyuarakan aspirasi bersama, sekaligus memperkuat jaringan persaudaraan antarumat beragama,” kata Nasaruddin.

Menag juga mengajak umat Kristiani untuk berpartisipasi dalam doa kolektif yang dijadwalkan pada Minggu Paskah, 5 April 2026, pukul 07.00 WIB. Doa bersama tersebut akan dilaksanakan secara simultan di 30 gereja utama di seluruh Indonesia, dengan disiarkan secara daring melalui portal resmi Kementerian Agama. Tujuan utama doa kolektif ini adalah memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia senantiasa berada dalam lindungan-Nya, terhindar dari konflik sektarian, serta terus maju dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Reaksi masyarakat terhadap pernyataan Menag pun beragam namun cenderung positif. Beberapa tokoh gereja, seperti Rev. Dr. Stephen Hutabarat (Gereja Protestan Indonesia) dan Uskup Agung Ignatius Suharyo (Katedral Jakarta), menyambut hangat ajakan tersebut. “Kami menghargai kepedulian Bapak Menteri terhadap umat Kristiani dan kami siap berkolaborasi dalam memupuk semangat persatuan,” ungkap Rev. Stephen. Sementara itu, aktivis lintas agama menilai inisiatif “Dialog Perdamaian Paskah” sebagai langkah tepat untuk mengurangi potensi konflik di daerah rawan intoleransi.

  • Doa bersama Paskah 2026: 07.00 WIB, 30 gereja utama.
  • Program Dialog Perdamaian Paskah: berlangsung April‑Juni 2026 di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar.
  • Fokus utama: toleransi, anti‑radikalisme, kebebasan beragama.

Dalam konteks geopolitik regional, Menag menegaskan bahwa Indonesia harus tetap menjadi contoh bagi negara-negara tetangga dalam memelihara kerukunan antarumat beragama. “Kedamaian bukanlah sekadar harapan, melainkan tanggung jawab bersama. Melalui doa, dialog, dan aksi nyata, kita dapat memastikan Indonesia tetap menjadi negara yang berlandaskan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika,” tutup Nasaruddin Umar. Dengan semangat Paskah yang menyatukan, diharapkan seluruh elemen bangsa dapat bersatu dalam doa, bekerja bersama, serta menjaga persatuan Indonesia demi masa depan yang lebih damai dan sejahtera.

Pos terkait