123Berita – 04 April 2026 | Jakarta, 10 April 2024 – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Yaqut Cholil Qoumas, yang lebih dikenal dengan sebutan Menag Nasaruddin, mengundang seluruh umat Kristiani di tanah air untuk bersatu dalam satu doa pada perayaan Paskah tahun ini. Ajakan tersebut disampaikan dalam sebuah pernyataan resmi yang menekankan pentingnya memohon kedamaian, ketenteraman, dan keharmonisan bagi bangsa Indonesia di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang.
Doa bersama yang direncanakan pada Minggu Paskah ini tidak hanya menjadi simbol kebersamaan lintas agama, melainkan juga sebuah upaya konkret untuk meneguhkan persatuan nasional. Menag Nasaruddin menegaskan bahwa Paskah, sebagai momentum kebangkitan dan harapan baru dalam tradisi Kristiani, dapat dijadikan wadah untuk memohon agar Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, terlepas dari perbedaan kepercayaan, suku, maupun budaya.
Dalam sambutannya, Menag menyoroti peran strategis umat Kristiani sebagai salah satu pilar keagamaan terbesar di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa keberagaman agama merupakan aset berharga yang harus dijaga dengan penuh rasa hormat dan toleransi. Oleh karena itu, doa bersama pada Hari Paskah diharapkan menjadi sarana untuk meneguhkan nilai-nilai persaudaraan, mengikis rasa permusuhan, serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun bangsa yang damai.
Ajakan ini juga selaras dengan program pemerintah yang menekankan dialog antaragama sebagai bagian integral dari upaya memperkuat kohesi sosial. Menurut Menag, doa bersama tidak hanya bersifat simbolis, melainkan memiliki dampak psikologis dan spiritual yang dapat menumbuhkan rasa empati serta solidaritas antarumat beragama. Ia menambahkan bahwa dengan memusatkan doa pada kedamaian dan keamanan nasional, umat Kristiani turut serta dalam misi menjaga kedaulatan dan stabilitas negara.
Pada kesempatan yang sama, Menag menyampaikan tiga poin utama yang menjadi fokus doa pada Hari Paskah: pertama, kedamaian dan ketenteraman bagi seluruh rakyat Indonesia; kedua, keberkahan dan kesejahteraan bagi setiap keluarga, terutama yang terdampak oleh bencana alam atau konflik sosial; dan ketiga, harmonisasi hubungan antarumat beragama, agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan melainkan menjadi kekuatan bersama.
- Kedamaian dan ketenteraman nasional.
- Kesejahteraan dan keberkahan bagi seluruh keluarga Indonesia.
- Harmonisasi hubungan antarumat beragama.
Menag mengajak gereja-gereja, komunitas Kristiani, serta pemimpin rohani di seluruh Indonesia untuk menyebarkan pesan ini kepada jemaat masing-masing. Ia juga berharap agar media massa dan platform digital dapat membantu memperluas jangkauan informasi, sehingga tidak ada satu pun komunitas yang terlewatkan dalam seruan doa bersama ini.
Berbagai organisasi keagamaan telah merespons positif ajakan tersebut. Ketua Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGII) menyatakan kesiapan untuk mengkoordinasikan pelaksanaan doa bersama di masing-masing gereja, sekaligus menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara ritual ibadah dan pesan damai yang disampaikan Menag. Sementara itu, para tokoh masyarakat Kristen di daerah-daerah terpencil menegaskan bahwa mereka akan menyampaikan ajakan ini melalui pertemuan komunitas lokal, baik secara daring maupun luring.
Pentingnya doa bersama pada Hari Paskah juga mendapat sorotan dari kalangan akademisi. Sejumlah pakar ilmu sosial menilai bahwa aktivitas spiritual kolektif dapat memperkuat jaringan sosial, meningkatkan rasa saling memiliki, dan menurunkan potensi konflik. Mereka berargumen bahwa ketika masyarakat berdoa bersama, mereka tidak hanya memohon kepada Yang Maha Kuasa, tetapi juga membangun ikatan emosional yang dapat menjadi penyangga dalam menghadapi tantangan bersama.
Menag Nasaruddin menutup pernyataannya dengan harapan bahwa doa bersama pada Hari Paskah akan menjadi titik tolak baru bagi Indonesia untuk terus melangkah menuju perdamaian yang berkelanjutan. Ia mengajak semua pihak, baik pemerintah, lembaga keagamaan, maupun warga negara, untuk menaruh harapan dan doa pada Sang Juru Selamat, sehingga Indonesia dapat terus bersinar sebagai negara yang berlandaskan pada nilai-nilai kebersamaan dan toleransi.
Dengan seruan doa ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat bersatu dalam satu tujuan mulia, yakni menjaga persatuan, menumbuhkan rasa saling menghormati, serta memelihara kedamaian yang menjadi fondasi kuat bagi kemajuan bangsa Indonesia.





