Gunung Dukono Meletus, Kolom Abu Mencapai 1.400 Meter – Warga Dihimbau Siaga

Gunung Dukono Meletus, Kolom Abu Mencapai 1.400 Meter – Warga Dihimbau Siaga
Gunung Dukono Meletus, Kolom Abu Mencapai 1.400 Meter – Warga Dihimbau Siaga

123Berita – 04 April 2026 | Gunung berapi Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas tinggi pada Sabtu, 4 April 2024. Letusan kali ini menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.400 meter yang melayang ke arah barat laut, menimbulkan kekhawatiran di kalangan penduduk sekitar serta pihak berwenang.

Setelah awan abu mencapai ketinggian 1.400 meter, angin kencang membawanya menjauh hingga menutupi sebagian wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Warga yang tinggal di desa-desa terdekat, seperti Galela, Tobelo, dan Tobelo Tengah, melaporkan penurunan visibilitas yang signifikan serta terjadinya penumpukan abu di atap rumah, kendaraan, dan lahan pertanian. Beberapa petani mengkhawatirkan dampak abu terhadap tanaman padi dan jagung yang sedang dalam fase pertumbuhan kritis.

Bacaan Lainnya

Petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) segera mengeluarkan himbauan resmi kepada masyarakat di sekitar zona bahaya. Warga diminta untuk tetap berada di dalam rumah, menutup semua jendela dan pintu, serta menggunakan masker atau kain bersih untuk melindungi saluran pernapasan. Selain itu, pihak berwenang menyarankan agar penduduk tidak melakukan aktivitas luar ruangan yang tidak penting hingga kondisi udara membaik.

Berbagai lembaga pemerintah daerah, termasuk Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (DPBD) Maluku Utara, menyiapkan posko bantuan di beberapa titik strategis. Posko tersebut dilengkapi dengan pasokan masker, air bersih, serta perlengkapan pertolongan pertama. Tim SAR dan relawan juga dikerahkan untuk membantu evakuasi bila diperlukan serta membersihkan abu yang menempel pada infrastruktur publik.

  • Ketinggian Abu: 1.400 meter
  • Lokasi: Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara
  • Waktu Letusan: Sabtu, 4 April 2024, sekitar pukul 07.30 WIB
  • Jenis Letusan: Strombolian
  • Himbauan: Tetap berada di dalam rumah, tutup jendela, gunakan masker

Para ahli geologi menegaskan bahwa aktivitas gunung berapi seperti Dukongo memang bersifat periodik. Selama dekade terakhir, gunung ini telah mengalami beberapa kali erupsi, yang sebagian besar menghasilkan kolom abu tinggi namun tanpa aliran lava yang menghancurkan. Namun, mereka memperingatkan bahwa perubahan intensitas letusan dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama bila tekanan magma meningkat secara signifikan.

Untuk memantau perkembangan situasi, BMKG terus memperbaharui indeks kualitas udara (AQI) di wilayah Halmahera Utara. Pada saat penulisan artikel ini, indeks menunjukkan nilai “Tidak Sehat” untuk partikel halus (PM2,5), yang berarti risiko kesehatan terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan meningkat. Pihak kesehatan daerah mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan dan segera mencari bantuan medis bila muncul gejala seperti sesak napas, batuk kering, atau iritasi mata.

Di sektor transportasi, Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado melaporkan gangguan pada jadwal penerbangan karena kabut abu yang mengurangi jarak pandang. Maskapai penerbangan melakukan penyesuaian rute dan menunda beberapa penerbangan domestik serta internasional. Pengendara kendaraan bermotor di jalan raya utama, terutama Jalan Raya Galela‑Tobelo, juga diminta untuk memperlambat kecepatan dan menyalakan lampu hazard guna mengantisipasi berkurangnya visibilitas.

Sejumlah organisasi non‑pemerintah (LSM) yang bergerak di bidang bantuan bencana turut memberikan bantuan logistik, termasuk pembagian masker N95, selimut, dan paket makanan siap saji kepada warga yang terdampak. Mereka menekankan pentingnya solidaritas dan koordinasi antara pemerintah, LSM, serta masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam yang mendadak.

Meski situasi tetap terjaga, pihak berwenang menegaskan bahwa pemantauan terus dilakukan 24 jam penuh. BMKG dan PVMBG akan mengeluarkan peringatan lanjutan jika kondisi abu semakin meluas atau jika terjadi peningkatan intensitas letusan. Warga diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi melalui media lokal, radio, serta aplikasi peringatan bencana yang telah disebarluaskan oleh pemerintah daerah.

Kesimpulannya, erupsi Gunung Dukono pada 4 April 2024 menimbulkan kolom abu setinggi 1.400 meter yang berdampak pada kualitas udara, visibilitas, serta aktivitas harian warga sekitar. Pihak berwenang telah mengeluarkan himbauan kewaspadaan, menyiapkan posko bantuan, dan terus memantau situasi melalui lembaga meteorologi dan vulkanologi. Masyarakat diharapkan untuk mematuhi arahan resmi, melindungi diri dengan masker, serta menunggu pembaruan kondisi sebelum melanjutkan aktivitas di luar ruangan.

Pos terkait