123Berita – 06 April 2026 | Jakarta, 5 April 2026 – Raksasa telekomunikasi Indonesia, Telkomsel, resmi menandatangani kesepakatan strategis dengan Huawei Technologies Co., Ltd. untuk memperluas jaringan 5G dan meluncurkan layanan Internet Rumah (Fixed Wireless Access) di hampir seluruh wilayah nusantara. Kesepakatan ini menandai babak baru dalam upaya mempercepat transformasi digital, khususnya di daerah yang selama ini belum terjangkau oleh infrastruktur serat optik.
Kerjasama ini mencakup penyediaan perangkat keras, perangkat lunak, serta solusi integrasi jaringan yang dikembangkan oleh Huawei, yang telah berpengalaman dalam implementasi teknologi 5G di lebih dari 80 negara. Telkomsel akan memanfaatkan portofolio produk Huawei, termasuk antena Massive MIMO, server edge, serta platform manajemen jaringan berbasis AI, untuk meningkatkan kapasitas dan kehandalan jaringan seluler serta menyediakan akses broadband berkecepatan tinggi melalui teknologi FWA.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Presiden Direktur Telkomsel, Budi Putra, dan Wakil Presiden Huawei Indonesia, Zhang Wei, kedua belah pihak menekankan pentingnya kolaborasi lintas industri untuk menjawab kebutuhan konektivitas yang semakin kompleks. “Kami berkomitmen menyampaikan layanan 5G yang tidak hanya cepat, tetapi juga merata. Huawei hadir sebagai mitra teknologi yang mampu mempercepat realisasi jaringan di wilayah-wilayah terpencil,” ungkap Budi Putra.
Strategi ekspansi jaringan 5G ini difokuskan pada tiga pilar utama: memperluas cakupan jaringan di luar kota besar, meningkatkan kualitas layanan di area padat penduduk, serta mengoptimalkan penggunaan spektrum frekuensi tinggi (mmWave) untuk aplikasi industri 4.0 dan smart city. Di sisi lain, layanan Internet Rumah akan mengandalkan band n78 (3,5 GHz) dan n79 (4,8 GHz) untuk menyediakan kecepatan unduh hingga 300 Mbps serta latensi di bawah 10 milidetik, menjadikan solusi tersebut kompetitif dibandingkan koneksi kabel tradisional.
Berikut ini beberapa poin utama dari kesepakatan tersebut:
- Investasi bersama diperkirakan mencapai US$1,2 miliar selama lima tahun ke depan.
- Penyediaan lebih dari 12.000 menara seluler baru serta upgrade 8.000 menara eksisting dengan teknologi Massive MIMO.
- Peluncuran layanan Internet Rumah di lebih dari 150 kota, mencakup wilayah perkotaan, suburban, serta daerah pedesaan dengan populasi kurang dari 50.000 jiwa.
- Pengembangan ekosistem digital melalui kolaborasi dengan penyedia konten lokal, fintech, dan perusahaan e‑commerce untuk memperluas layanan nilai tambah.
Penggunaan teknologi FWA diharapkan dapat menurunkan biaya pembangunan infrastruktur fisik, sekaligus mempercepat waktu pemasangan bagi konsumen. Menurut data internal Telkomsel, lebih dari 30 persen rumah tangga di Indonesia masih mengandalkan koneksi 4G atau bahkan 3G, terutama di daerah luar pulau Jawa. Dengan layanan Internet Rumah berbasis 5G, estimasi penetrasi broadband dapat meningkat hingga 70 persen pada akhir 2027.
Selain manfaat bagi konsumen, kesepakatan ini juga membuka peluang lapangan kerja baru. Huawei berencana menambah 1.500 tenaga kerja lokal, meliputi teknisi jaringan, insinyur sistem, serta tim operasional layanan pelanggan. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari agenda Nasional 5G yang bertujuan menciptakan ekosistem digital inklusif.
Namun, proyek ini tidak lepas dari tantangan regulasi dan keamanan siber. Kedua belah pihak berjanji akan mematuhi standar keamanan yang ditetapkan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta mengimplementasikan enkripsi end‑to‑end pada semua lapisan jaringan. “Kepatuhan pada regulasi nasional dan standar internasional adalah prioritas utama kami,” tegas Zhang Wei.
Dengan langkah ini, Telkomsel menegaskan posisi sebagai operator terbesar di Indonesia yang terus berinovasi, sementara Huawei memperkuat eksistensinya di pasar Asia Tenggara. Kedua perusahaan berharap sinergi ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga mempercepat adopsi teknologi baru seperti Internet of Things (IoT), kendaraan otonom, dan layanan cloud edge.
Secara keseluruhan, kolaborasi Telkomsel‑Huawei menandai tonggak penting dalam upaya memperluas konektivitas digital di Indonesia. Jika semua rencana berjalan sesuai jadwal, jutaan rumah tangga akan merasakan kecepatan internet yang lebih tinggi, latensi yang lebih rendah, serta akses yang lebih stabil, membuka pintu bagi transformasi ekonomi digital yang lebih inklusif.





