DPR Dorong Kemenhub Segera Lakukan Revisi Permen Ojol, Tekanan Sofwan Dedy Meningkat

DPR Dorong Kemenhub Segera Lakukan Revisi Permen Ojol, Tekanan Sofwan Dedy Meningkat
DPR Dorong Kemenhub Segera Lakukan Revisi Permen Ojol, Tekanan Sofwan Dedy Meningkat

123Berita – 02 Mei 2026 | Anggota Komisi V DPR, Sofwan Dedy Ardyanto, menegaskan kembali pentingnya revisi Permen Ojol setelah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berjanji akan menurunkan potongan tarif ojek online (ojol) di bawah 10 persen. Pernyataan Sofwan Dedy disampaikan dalam sidang komisi yang membahas kebijakan transportasi daring, sekaligus menyoroti tekanan publik yang mengharapkan regulasi lebih adil bagi pengemudi dan konsumen.

Komisi V, yang membidangi transportasi, energi, dan sumber daya alam, menilai bahwa aturan saat ini masih menghambat kesejahteraan pengemudi ojol. Menurut Sofwan Dedy, Peraturan Menteri yang mengatur potongan tarif bagi penyedia layanan belum mempertimbangkan dampak ekonomi jangka panjang, terutama pada sektor informal yang menyerap jutaan tenaga kerja.

Bacaan Lainnya

Dalam sesi tersebut, Sofwan Dedy mengajukan beberapa poin penting yang harus menjadi dasar revisi Permen Ojol, antara lain:

  • Penetapan batas maksimum potongan tarif yang realistis, tidak melebihi 10 persen sebagaimana dijanjikan oleh Prabowo.
  • Transparansi mekanisme pembagian pendapatan antara platform dan pengemudi.
  • Pengawasan yang lebih ketat terhadap penetapan tarif dinamis agar tidak menimbulkan beban berlebih bagi pengguna.
  • Fasilitas pelatihan dan asuransi bagi pengemudi sebagai bagian dari kebijakan perlindungan sosial.

Selain itu, Sofwan Dedy menekankan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) harus berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memastikan kebijakan terintegrasi. Ia menyoroti bahwa regulasi transportasi daring tidak dapat dipisahkan dari aspek teknologi dan investasi.

Reaksi Kemenhub belum resmi, namun pejabat kementerian menyatakan kesediaannya untuk mendengarkan aspirasi DPR dan pemangku kepentingan lainnya. Sumber dalam kementerian mengungkapkan bahwa proses revisi Permen Ojol sedang berada dalam tahap kajian awal, dan akan dipresentasikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral.

Di sisi lain, perwakilan platform ojol utama menanggapi secara positif komitmen pemerintah untuk menurunkan potongan tarif. Mereka menyatakan akan menyusun proposal yang selaras dengan kebijakan baru, sekaligus menjaga kualitas layanan bagi penumpang.

Para pengemudi ojol menyambut baik inisiatif Sofwan Dedy, mengingat potongan tarif yang tinggi selama ini menurunkan pendapatan bersih mereka. Survei informal yang dilakukan oleh serikat pekerja menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen pengemudi menganggap tarif saat ini tidak berkelanjutan.

Jika revisi Permen Ojol berhasil diimplementasikan, diperkirakan akan terjadi perbaikan signifikan pada kesejahteraan pengemudi, peningkatan kepercayaan konsumen, serta pertumbuhan ekonomi digital yang lebih inklusif. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menyeimbangkan kepentingan platform, pemerintah, dan pengguna akhir.

Dengan tekanan politik yang kuat dari DPR, khususnya suara Sofwan Dedy, serta dukungan publik yang meluas, Kemenhub diharapkan dapat menyelesaikan proses revisi secepat mungkin. Keberhasilan kebijakan ini akan menjadi tolok ukur komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan ekosistem transportasi online yang berkeadilan.

Pos terkait