123Berita – 02 Mei 2026 | Pada minggu lalu, Kongres FIFA yang digelar di Toronto, Kanada, menjadi panggung bagi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk memberikan kepastian penting bagi timnas Iran. Dalam sesi pleno yang dihadiri perwakilan federasi dari lebih dua puluh negara, Infantino menegaskan bahwa Iran akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026, sekaligus menutup spekulasi mengenai kemungkinan diadakannya playoff darurat untuk tim asal Asia Barat.
Isu mengenai status Iran muncul sejak akhir proses kualifikasi zona AFC, di mana tim Azzurri Persia berakhir di posisi ketiga grup kedua. Sebelumnya, FIFA sempat mempertimbangkan skenario tambahan berupa playoff darurat yang melibatkan tim-tim yang berada di luar jalur kualifikasi standar. Namun, keputusan tersebut menimbulkan keraguan di kalangan pelatih, pemain, dan penggemar yang mengkhawatirkan ketidakpastian jadwal turnamen.
Infantino menjelaskan bahwa keputusan akhir telah diambil setelah serangkaian pertemuan intensif dengan perwakilan AFC dan timnas Iran. Ia menegaskan, “Iran Piala Dunia 2026 sudah pasti, tidak ada lagi kebutuhan untuk playoff darurat.” Pernyataan ini diikuti dengan penandatanganan dokumen resmi yang mengkonfirmasi alokasi slot untuk timnas Iran, sehingga proses persiapan tim dapat berjalan lancar menjelang turnamen empat tahun mendatang.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyambut keputusan tersebut dengan rasa lega. Sekjen FFIRI, Ali Khosravi, menyatakan bahwa kepastian ini memungkinkan tim untuk fokus pada fase persiapan teknis, termasuk pemilihan pemain, program latihan, dan penyusunan taktik yang cocok dengan kompetisi di Amerika Utara. Di sisi lain, beberapa federasi lain di zona Asia, seperti Korea Selatan dan Jepang, mengamati langkah FIFA ini dengan cermat karena dapat memengaruhi peluang mereka dalam fase play‑off inter‑konfederasi yang biasanya dijadwalkan pada tahun 2025.
Dari perspektif struktural, keputusan FIFA menghilangkan kebutuhan akan playoff darurat menandakan perubahan signifikan dalam format kualifikasi Piala Dunia 2026. Turnamen ini akan menampilkan 48 tim, dengan alokasi slot yang lebih banyak untuk masing‑masing konfederasi. Asia kini mendapatkan 8 slot otomatis, sedangkan satu slot tambahan akan diperebutkan melalui play‑off antar‑konfederasi. Dengan Iran sudah terkonfirmasi, slot play‑off tersebut kini terbuka untuk negara lain yang berhasil lolos dari fase kualifikasi grup.
- Slot otomatis Asia: 8 tim
- Slot play‑off inter‑konfederasi: 1 tim (menunggu tim dari konfederasi lain)
- Iran kini berada di antara 8 tim otomatis Asia
Analisis para pakar sepak bola menilai bahwa kepastian ini memberi manfaat besar bagi timnas Iran. Tanpa beban tambahan playoff, pelatih dapat merancang program persiapan jangka panjang, termasuk pertandingan persahabatan melawan tim-tim kuat di Eropa atau Amerika Selatan. Selain itu, stabilitas jadwal membantu klub-klub pemain Iran dalam mengatur libur internasional, mengurangi risiko cedera dan kelelahan.
Namun, keputusan ini juga menimbulkan pertanyaan bagi tim-tim Asia lainnya yang berada di posisi marginal. Dengan slot otomatis yang terbatas, persaingan di fase grup kualifikasi diprediksi akan semakin intensif. Negara‑negara seperti Arab Saudi, Uzbekistan, dan Turki akan berusaha memaksimalkan poin mereka untuk mengamankan tempat tanpa mengandalkan play‑off.
Kesimpulannya, deklarasi resmi Gianni Infantino di Kongres Kanada memberikan kepastian yang sangat dibutuhkan bagi Iran serta mengukuhkan format kualifikasi Piala Dunia 2026 yang lebih terstruktur. Tanpa playoff darurat, semua pihak dapat memusatkan perhatian pada persiapan teknis dan taktis, menjelang kompetisi global terbesar dalam empat tahun ke depan.





