123Berita – 07 April 2026 | CEO Surya Group Holding Company sekaligus pimpinan perusahaan rokok HS, Muhammad Suryo, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperluas lapangan kerja bagi penyandang disabilitas. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan internal yang dihadiri oleh manajer HR, perwakilan serikat pekerja, serta para karyawan difabel yang baru saja menempati mess yang disediakan perusahaan.
Langkah strategis ini tidak hanya melibatkan penambahan lowongan pekerjaan, melainkan juga penyediaan fasilitas hunian yang layak dan terjangkau. Mess yang dibangun khusus untuk karyawan difabel berlokasi di kawasan industri Surya Group, dilengkapi dengan aksesibilitas yang memadai, seperti ramp, pegangan di kamar mandi, dan ruang pribadi yang dirancang ergonomis. Menurut data internal, lebih dari 80 persen karyawan difabel sebelumnya harus menempuh jarak jauh untuk mencari tempat tinggal yang ramah disabilitas, sehingga inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.
- Fasilitas mess: 30 unit kamar, masing‑masing dilengkapi tempat tidur berstandar medis, kamar mandi dengan pegangan, serta area dapur bersama yang aman.
- Program pelatihan: Setiap karyawan difabel mengikuti modul pelatihan kerja selama dua minggu, yang meliputi standar operasional produksi rokok, keamanan kerja, serta keterampilan lunak seperti komunikasi dan manajemen waktu.
- Skema gaji dan tunjangan: Gaji kompetitif yang sebanding dengan posisi serupa, ditambah tunjangan kesehatan khusus, asuransi jiwa, dan subsidi transportasi bagi yang tetap harus bepergian.
“Kami tidak hanya membuka pintu pekerjaan, melainkan juga menciptakan lingkungan yang mendukung integrasi penuh,” ujar Suryo dalam sambutannya. “Kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas harus diiringi dengan dukungan infrastruktur yang memadai, sehingga mereka dapat berkontribusi secara optimal tanpa harus khawatir tentang aksesibilitas.”
Pernyataan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang menargetkan peningkatan partisipasi tenaga kerja difabel menjadi 25 persen pada tahun 2025. Surya Group Holding, yang dikenal sebagai salah satu produsen rokok terbesar di tanah air, berencana menambah 150 posisi kerja baru khusus untuk penyandang disabilitas dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Posisi yang ditawarkan meliputi operasional pabrik, quality control, logistik, serta bidang administrasi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan fisik masing‑masing kandidat.
Para karyawan yang telah merasakan manfaat mess tersebut melaporkan peningkatan signifikan dalam kualitas hidup mereka. Seorang operator produksi, Ahmad (nama samaran), yang mengalami gangguan pendengaran, mengungkapkan, “Sebelumnya saya harus mencari tempat tinggal yang jauh dan sering mengalami kesulitan transportasi. Sekarang, dengan mess yang dekat dengan pabrik, saya bisa fokus pada pekerjaan tanpa harus mengkhawatirkan perjalanan panjang.”
Selain manfaat pribadi, perusahaan juga menilai dampak positif terhadap produktivitas secara keseluruhan. Data internal menunjukkan bahwa karyawan difabel yang ditempatkan di mess menunjukkan tingkat kehadiran (attendance) 96 persen, lebih tinggi dibandingkan rata‑rata karyawan reguler yang berada di 92 persen. Hal ini menegaskan bahwa kebijakan kesejahteraan karyawan berpotensi meningkatkan efisiensi operasional.
Surya Group Holding tidak hanya berhenti pada penyediaan mess. Perusahaan juga berkolaborasi dengan lembaga pelatihan vokasi untuk mengembangkan kurikulum khusus yang menyesuaikan dengan kemampuan dan potensi masing‑masing penyandang disabilitas. Program magang selama tiga bulan dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata sebelum penempatan permanen. Seluruh proses rekrutmen dioptimalkan melalui kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan Kementerian Ketenagakerjaan, memastikan bahwa standar inklusif terpenuhi.
Komunitas bisnis dan LSM yang fokus pada hak‑hak difabel memberikan respons positif atas inisiatif ini. Sebuah pernyataan resmi dari Lembaga Advokasi Difabel Indonesia (LADI) menilai langkah Rokok HS sebagai contoh praktik terbaik (best practice) yang dapat diadopsi oleh perusahaan lain. “Pengintegrasian fasilitas hunian dan kebijakan rekrutmen yang inklusif menunjukkan bahwa perusahaan dapat berperan aktif dalam mengurangi kesenjangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas,” kata ketua LADI, Dian Sari.
Ke depan, Suryo menegaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan. “Kami akan memperluas jaringan mess ke pabrik‑pabrik lain di luar Jakarta, serta menambah program beasiswa bagi anak‑anak difabel yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tambahnya. Rencana tersebut mencakup investasi sebesar 15 miliar rupiah selama tiga tahun ke depan, yang dialokasikan untuk pembangunan fasilitas, pelatihan, dan program kesejahteraan.
Langkah strategis ini tidak hanya memperkuat citra perusahaan sebagai pemberi kerja yang peduli, tetapi juga menambah nilai sosial yang signifikan bagi masyarakat luas. Dengan menempatkan kesejahteraan karyawan difabel sebagai prioritas, Rokok HS memberi contoh konkret bagaimana dunia industri dapat berkontribusi pada agenda inklusi nasional.
Kesimpulannya, inisiatif Rokok HS dalam menyediakan lowongan kerja plus mess untuk karyawan difabel mencerminkan komitmen kuat terhadap inklusi sosial dan peningkatan kesejahteraan pekerja. Dukungan infrastruktur, pelatihan khusus, serta kebijakan remunerasi yang adil menjadikan program ini model yang dapat ditiru oleh sektor industri lain, sekaligus mempercepat pencapaian target pemerintah dalam meningkatkan partisipasi tenaga kerja difabel.





