123Berita – 21 April 2026 | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menegaskan posisinya sebagai pilar utama transformasi digital nasional dengan berhasil mengamankan tiga penghargaan pada Ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi. Keberhasilan ini menandai puncak komitmen perusahaan dalam memperluas jaringan internet berkecepatan tinggi, khususnya di wilayah-wilayah terpencil serta meningkatkan kualitas layanan bagi jutaan pengguna di seluruh Indonesia.
Acara penghargaan yang dihadiri oleh pejabat pemerintah, tokoh industri, dan perwakilan asosiasi telekomunikasi ini menyoroti inovasi, dampak sosial, serta kontribusi strategis perusahaan dalam memperkuat konektivitas digital. TelkomGroup menerima tiga kategori utama: “Penghargaan Inovasi Layanan Digital Terbaik”, “Penghargaan Peningkatan Aksesibilitas Jaringan di Daerah Tertinggal”, serta “Penghargaan Keberlanjutan Infrastruktur Telekomunikasi”.
| Penghargaan | Kategori | Alasan Penetapan |
|---|---|---|
| Inovasi Layanan Digital Terbaik | Inovasi | Peluncuran platform layanan terintegrasi yang memadukan layanan finansial, pendidikan, dan kesehatan berbasis cloud. |
| Peningkatan Aksesibilitas Jaringan di Daerah Tertinggal | Impact Sosial | Ekspansi jaringan fiber optic hingga 1.200 desa yang sebelumnya belum terjangkau layanan broadband. |
| Keberlanjutan Infrastruktur Telekomunikasi | Keberlanjutan | Penerapan teknologi green‑energy pada tower seluler serta program daur ulang peralatan jaringan. |
Direktur Utama Telkom, Budi Sumarno, dalam sambutannya menekankan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata bahwa strategi “Digital First” yang diusung perusahaan telah menghasilkan dampak luas. “Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui layanan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Budi.
Penghargaan Inovasi Layanan Digital Terbaik diberikan atas keberhasilan Telkom mengintegrasikan layanan keuangan digital (Dompetku), layanan edukasi daring (Telkom Academy), serta layanan kesehatan telemedicine (Telkom Health) dalam satu ekosistem terpadu. Inisiatif ini memungkinkan pengguna di daerah pedesaan mengakses layanan penting tanpa harus bepergian jauh, sehingga mengurangi kesenjangan digital yang selama ini menjadi tantangan utama.
Sementara itu, penghargaan untuk Peningkatan Aksesibilitas Jaringan di Daerah Tertinggal menyoroti proyek “Fiber to the Village” (F2V) yang telah menjangkau lebih dari 1.200 desa di 15 provinsi. Proyek tersebut tidak hanya menyediakan koneksi internet berkecepatan tinggi, tetapi juga memperkenalkan program pelatihan digital bagi penduduk lokal agar dapat memanfaatkan teknologi dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.
Dalam rangka mendukung keberlanjutan, Telkom memperoleh penghargaan Keberlanjutan Infrastruktur Telekomunikasi berkat penggunaan panel surya pada lebih dari 30% menara seluler serta program pengelolaan limbah elektronik yang meminimalkan dampak lingkungan. Menurut Kepala Divisi Lingkungan Telkom, Rina Pratiwi, inisiatif ini mengurangi emisi karbon sebesar 45.000 ton CO₂ per tahun, sebanding dengan menanam lebih dari satu juta pohon.
Keberhasilan tiga penghargaan ini juga berdampak pada nilai saham Telkom yang mengalami kenaikan 3,2% pada hari berikutnya, menandakan kepercayaan investor terhadap strategi digital perusahaan. Analis pasar menilai bahwa portofolio layanan digital Telkom, yang kini mencakup lebih dari 120 produk, menjadi daya tarik utama bagi pemodal institusional.
Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyambut positif pencapaian ini, menyatakan bahwa kolaborasi antara regulator dan operator telekomunikasi sangat penting untuk mempercepat agenda digitalisasi nasional. Menteri Kominfo, Nadiem Makarim, menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi contoh bagi industri lain dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan tanggung jawab sosial.
Ke depan, TelkomGroup menargetkan penambahan 5 juta pengguna layanan broadband hingga akhir 2026, serta memperluas jaringan 5G ke seluruh kota kelas menengah. Rencana ekspansi tersebut didukung oleh investasi sebesar Rp 30 triliun dalam tiga tahun ke depan, yang akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur fiber optic, peningkatan kapasitas pusat data, serta pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk layanan pelanggan.
Secara keseluruhan, tiga penghargaan yang diraih TelkomGroup pada Ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026 menjadi bukti konkret bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, melainkan juga pada penciptaan nilai sosial dan lingkungan. Dengan fondasi yang kuat, Telkom diperkirakan akan terus menjadi motor penggerak transformasi digital Indonesia selama dekade berikutnya.





