123Berita – 29 April 2026 | Jakarta, 29 April 2026 – Seorang remaja bernama Afna Regita terus menunjukkan tanda-tanda perbaikan setelah menjalani operasi penyambungan luka yang memerlukan 20 jahitan pada wajahnya. Insiden tersebut terjadi pada 23 April lalu ketika kereta api melintas di Stasiun Bekasi Timur menabrak gerobak yang ditumpangi oleh keluarga Afna, menimbulkan luka serius pada wajah sang anak.
Setelah perawatan intensif di rumah sakit tempat kejadian, ayahnya, Rahmat, memutuskan untuk memindahkan Afna Regita ke fasilitas kesehatan yang lebih dekat dengan kediaman mereka. Keputusan tersebut diambil guna meminimalkan stres perjalanan dan memungkinkan keluarga memberikan dukungan emosional secara lebih konsisten.
RS yang dipilih terletak hanya beberapa kilometer dari rumah keluarga di wilayah Cikarang. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan ruang perawatan khusus untuk kasus luka bakar dan trauma wajah, serta tim medis yang berpengalaman dalam penanganan jahitan tingkat tinggi.
Berikut langkah-langkah perawatan yang sedang dijalankan pada Afna Regita:
- Pembersihan luka secara rutin menggunakan larutan antiseptik untuk mencegah infeksi.
- Penggantian jahitan setiap tiga hari hingga jaringan kulit menunjukkan tanda penyembuhan optimal.
- Terapi fisik ringan untuk mengembalikan mobilitas otot wajah dan mengurangi risiko kekakuan.
- Monitoring intensif oleh dokter spesialis bedah plastik untuk menilai kebutuhan prosedur estetika lanjutan.
Selain perawatan medis, aspek psikologis menjadi fokus utama. Psikolog rumah sakit melakukan sesi konseling rutin untuk membantu Afna Regita mengatasi trauma visual dan rasa cemas yang muncul setelah kecelakaan. Dukungan keluarga, khususnya kehadiran ayahnya yang terus berada di sisi, menjadi faktor kunci dalam proses penyembuhan mental.
Keputusan memindahkan perawatan ke rumah sakit dekat rumah juga memberikan keuntungan logistik. Keluarga dapat mengatur kunjungan dokter spesialis secara lebih fleksibel, serta memantau perkembangan luka secara langsung tanpa harus menempuh jarak jauh yang melelahkan.
Para ahli kesehatan menekankan pentingnya penanganan cepat pada luka wajah yang dalam. “Penanganan jahitan yang tepat dalam 24 jam pertama sangat menentukan hasil akhir, baik secara fungsional maupun estetis,” ujar dr. Budi Santoso, kepala bagian bedah plastik di RS tersebut.
Sementara itu, komunitas lokal di Bekasi Timur menggalang bantuan berupa makanan dan kebutuhan rumah tangga bagi keluarga Afna Regita. Aksi solidaritas ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap korban kecelakaan yang masih dalam proses pemulihan.
Dengan perawatan yang terus berlanjut, harapan besar tetap mengiringi proses penyembuhan Afna Regita. Keluarga optimis bahwa dalam beberapa minggu ke depan, anak mereka akan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa sakit yang signifikan.
Keseluruhan, kasus ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta api serta perlunya respons medis cepat ketika terjadi kecelakaan. Pemerintah daerah telah berjanji untuk meningkatkan pengawasan serta menambah fasilitas pertolongan pertama di stasiun-stasiun yang rawan.





