123Berita – 14 Juni 2026 | Indonesia memiliki target ambisius untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Namun, di balik target ini, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi, yaitu beban triliunan rupiah yang diperlukan untuk transisi energi bersih.
Transisi energi bersih merupakan proses peralihan dari sumber energi fosil ke sumber energi terbarukan, seperti energi surya, angin, dan hidro. Proses ini memerlukan investasi besar-besaran dalam infrastruktur, teknologi, dan sumber daya manusia.
Namun, biaya ini tidak hanya merupakan beban bagi pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat dan industri. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi biaya transisi energi bersih dan membuatnya lebih terjangkau bagi semua pihak.
Salah satu cara untuk mengurangi biaya transisi energi bersih adalah dengan meningkatkan efisiensi energi. Dengan menggunakan teknologi yang lebih efisien, seperti LED dan mesin yang lebih hemat energi, maka konsumsi energi dapat dikurangi dan biaya transisi energi bersih dapat diturunkan.
Di samping itu, pemerintah juga dapat memberikan insentif kepada industri dan masyarakat untuk menggunakan sumber energi terbarukan. Insentif ini dapat berupa subsidi, pajak yang lebih rendah, atau pinjaman yang lebih mudah.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah membuat kemajuan signifikan dalam transisi energi bersih. Pembangkit listrik tenaga surya dan angin telah dibangun di beberapa lokasi, dan penggunaan energi terbarukan telah meningkat.
Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya yang lebih besar dan lebih terkoordinasi untuk mencapai target NZE pada tahun 2060.
Dalam kesimpulan, transisi energi bersih di Indonesia merupakan proses yang kompleks dan memerlukan biaya yang besar. Namun, dengan upaya yang lebih besar dan lebih terkoordinasi, serta dengan meningkatkan efisiensi energi dan memberikan insentif kepada industri dan masyarakat, maka biaya transisi energi bersih dapat dikurangi dan target NZE dapat dicapai.





