PSMS Medan Gagal Raih Kemenangan Penuh, Imbang 2-2 Lawan Persikad Depok Meski Lawan Hanya 10 Pemain

PSMS Medan Gagal Raih Kemenangan Penuh, Imbang 2-2 Lawan Persikad Depok Meski Lawan Hanya 10 Pemain
PSMS Medan Gagal Raih Kemenangan Penuh, Imbang 2-2 Lawan Persikad Depok Meski Lawan Hanya 10 Pemain

123Berita – 06 April 2026 | Dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship pekan ini, PSMS Medan terpaksa menelan hasil imbang 2-2 melawan Persikad Depok. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kaharuddin Nasution ini sempat menimbulkan harapan bagi sang tuan rumah untuk meraih tiga poin penuh, terutama setelah lawan harus bermain dengan hanya sepuluh pemain sejak menit ketiga babak pertama. Namun, kegagalan mengamankan kemenangan membuat pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengungkapkan kekecewaannya yang cukup mendalam.

Sejak peluit pertama, PSMS Medan menunjukkan dominasi dalam penguasaan bola. Gelandang kreatif tim, Arif Setiawan, berhasil menciptakan peluang berbahaya pada menit ke-7, namun tembakan jarak dekatnya meleset tipis ke tiang gawang. Tekanan terus berlanjut, dan pada menit ke-13, striker andalan PSMS, Iqbal Maulana, mengeksekusi tendangan penalti dengan tegas. Sayangnya, kiper Persikad, Rudi Hartono, melakukan penyelamatan gemilang dengan refleks cepat, membuat skor tetap terkunci 0-0.

Bacaan Lainnya

Pertandingan berubah arah pada menit ke-25 ketika Persikad Depok terpaksa menurunkan satu pemain karena cedera pada bek tengah, Budi Santoso, yang harus keluar lapangan. Kejadian ini seharusnya menjadi momentum bagi PSMS untuk meningkatkan intensitas serang. Tak lama setelahnya, pada menit ke-31, PSMS akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Gol pertama datang dari aksi serangan balik cepat yang dimotori oleh sayap kanan, Rudi Pratama. Setelah mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti, striker Iqbal Maulana melompat lebih tinggi dari bek lawan dan menanduk bola ke sudut kanan gawang, mencatat keunggulan 1-0 untuk tuan rumah.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Persikad yang bermain dengan sepuluh orang menunjukkan semangat juang yang tinggi. Pada menit ke-38, mereka memanfaatkan celah di lini pertahanan PSMS yang tampak lengah setelah melakukan serangan berulang-ulang. Bek kiri Persikad, Dedi Suryadi, meluncurkan umpan terobosan ke depan, yang kemudian diterima oleh penyerang cepat, Andi Wijaya. Andi menembus tiga pemain bertahan, lalu mengeksekusi tembakan keras ke sudut kiri gawang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Babak pertama berakhir dengan kedudukan imbang. Kedua pelatih, Eko Purdjianto dan Dedi Santosa (pelatih Persikad), tampak menilai performa timnya masing-masing dengan catatan positif namun kritis. Sementara Persikad menilai kemampuan bertahan mereka yang kuat meski berada dalam situasi kurang satu pemain, PSMS harus menilai kembali strategi ofensif yang tampak kurang tajam dalam menyelesaikan peluang.

Masuk ke babak kedua, PSMS kembali menekan. Pada menit ke-58, Rudi Pratama kembali menjadi penentu. Ia menerima umpan pendek di sisi kiri area penalti, lalu melakukan dribel singkat melewati dua pemain lawan sebelum mengirimkan tembakan ke sudut kanan atas yang tak dapat dijangkau oleh kiper. Gol ini membawa PSMS kembali unggul 2-1 dan menumbuhkan harapan akan kemenangan di menit-menit akhir.

Namun, kegembiraan tersebut kembali sirna pada menit ke-71. Persikad, yang tampak tak kenal lelah, melakukan serangan balik cepat melalui sayap kanan. Pemain sayap kanan mereka, Fajar Nugroho, mengirimkan umpan silang yang akurat ke dalam kotak penalti. Penyerang Persikad, Andi Wijaya, kembali menunjukkan ketajamannya dengan menyundul bola melewati garis pertahanan PSMS, menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Gol tersebut menjadi penentu akhir pertandingan.

Usai peluit akhir, Eko Purdjianto menyampaikan rasa frustrasinya kepada wartawan. “Kami harusnya bisa meraih tiga poin, terutama setelah lawan bermain dengan sepuluh orang. Kami memiliki banyak peluang, namun penyelesaian akhir masih kurang,” ujar Purdjianto dengan nada tegas. Ia menambahkan bahwa tim akan melakukan evaluasi mendalam mengenai penyelesaian akhir serangan, serta memperbaiki konsistensi mental dalam menghadapi situasi kritis.

Sementara itu, pelatih Persikad, Dedi Santosa, memberikan pujian kepada timnya atas ketangguhan mental meski berada di bawah jumlah pemain. “Kami tahu PSMS memiliki kualitas yang lebih tinggi, namun kami tidak menyerah. Kami tetap fokus dan memanfaatkan setiap peluang yang ada,” katanya.

Hasil imbang ini memberi PSMS Medan satu poin tambahan, sementara Persikad Depok juga mengumpulkan satu poin. Kedua tim kini harus memperbaiki performa masing-masing dalam laga berikutnya agar dapat bersaing di papan klasemen Liga 2 Pegadaian Championship.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menampilkan drama yang cukup intens, menyoroti pentingnya penyelesaian akhir dan mentalitas tim. Kekecewaan pelatih PSMS menjadi pelajaran berharga bagi para pemain untuk meningkatkan ketajaman dalam mengonversi peluang menjadi gol. Dengan jadwal pertandingan yang padat, kedua tim harus memanfaatkan jeda untuk memperbaiki kelemahan dan meningkatkan strategi demi mencapai target masing-masing di kompetisi.

Pos terkait