Korban Kebakaran SPBE Cimuning Meningkat, Total 18 Orang Tewas di Kota Bekasi

Korban Kebakaran SPBE Cimuning Meningkat, Total 18 Orang Tewas di Kota Bekasi
Korban Kebakaran SPBE Cimuning Meningkat, Total 18 Orang Tewas di Kota Bekasi

123Berita – 04 April 2026 | Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, Kapolres Metro Bekasi, mengumumkan peningkatan jumlah korban jiwa akibat kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kota Bekasi. Pada hari ini, pihak kepolisian mencatat satu orang tambahan yang tewas, menjadikan total korban mencapai 18 orang.

Kebakaran yang terjadi pada tanggal 21 Januari di SPBE Cimuning menewaskan puluhan pekerja dan warga yang berada di sekitar lokasi. Awalnya tercatat 17 korban meninggal, namun setelah proses identifikasi lanjutan, ditemukan satu lagi korban yang sebelumnya belum terkonfirmasi.

Bacaan Lainnya

Korban yang baru teridentifikasi merupakan seorang teknisi berusia 32 tahun yang sedang melakukan pengecekan rutin pada sistem distribusi elpiji. Ia ditemukan tidak sadarkan diri di area penyimpanan gas setelah proses pemadaman selesai, dan kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit setempat.

Kombes Pol Kusumo menegaskan bahwa pihak kepolisian terus melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, penyelidikan awal menunjukkan kemungkinan terjadinya kebocoran pada pipa distribusi yang memicu percikan api di lingkungan yang dipenuhi bahan bakar cair.

Berbagai lembaga terkait, termasuk Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi, perawatan medis, serta penanganan psikologis bagi keluarga korban. Selain itu, tim forensik kimia turut terlibat untuk menganalisis residu bahan bakar yang mungkin menjadi pemicu utama.

Warga sekitar kawasan Cimuning mengungkapkan rasa duka yang mendalam serta keprihatinan terhadap kurangnya prosedur keamanan di fasilitas penyimpanan elpiji. Beberapa saksi mata melaporkan bahwa sebelum kebakaran terjadi, terdengar suara berdengung yang tidak biasa dari pipa utama, namun tidak ada tindakan segera yang diambil.

Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi berjanji akan meninjau kembali standar keselamatan kerja di semua SPBE yang beroperasi di wilayahnya. Langkah-langkah perbaikan meliputi audit keamanan rutin, pelatihan intensif bagi pekerja, serta pemasangan sistem deteksi kebocoran otomatis.

Kasus ini menimbulkan perdebatan publik mengenai regulasi penyimpanan dan distribusi elpiji dalam skala besar. Para ahli energi menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap instalasi teknik serta penegakan sanksi yang tegas bagi pelanggaran prosedur keselamatan.

Hingga kini, pihak berwenang masih berupaya mengumpulkan bukti-bukti tambahan, termasuk rekaman CCTV dari area sekitar dan laporan teknis dari perusahaan pengelola SPBE. Hasil penyelidikan diharapkan dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan baru yang lebih ketat demi mencegah tragedi serupa di masa depan.

Dengan total korban mencapai 18 jiwa, tragedi kebakaran SPBE Cimuning menjadi salah satu bencana industri paling memprihatinkan di Kabupaten Bekasi tahun ini. Keluarga korban dan masyarakat luas menanti keadilan serta langkah-langkah konkret untuk meningkatkan keamanan fasilitas energi di wilayah tersebut.

Pos terkait