123Berita – 08 April 2026 | Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menggelar program bimbingan teknis (bimtek) yang berfokus pada penyusunan strategi komunikasi. Acara yang berlangsung pada minggu lalu ini menitikberatkan pada upaya memperkuat sinkronisasi komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur daerah dalam merancang pesan publik yang terencana, berbasis data, dan kontekstual.
Rangkaian bimtek dihadiri oleh lebih dari seratus pejabat struktural dan fungsional dari berbagai provinsi, kota, dan kabupaten. Peserta meliputi Kepala Bagian Humas, Staf Komunikasi, serta pejabat senior yang memiliki peran kunci dalam penyusunan kebijakan komunikasi di tingkat daerah. Seluruh peserta diberikan materi oleh narasumber internal Kemendagri dan pakar komunikasi publik yang memiliki pengalaman luas di bidang manajemen krisis, media sosial, serta analisis data.
Selama tiga hari pelatihan, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kerja untuk melakukan simulasi penyusunan rencana komunikasi. Setiap kelompok diminta mengidentifikasi isu strategis di wilayah masing-masing, mengumpulkan data relevan, dan menyusun kerangka pesan yang selaras dengan kebijakan pusat. Pendekatan yang diterapkan menekankan pada penggunaan data real‑time, pemetaan stakeholder, serta pemilihan kanal komunikasi yang paling efektif.
Berikut adalah tahapan utama yang dibahas dalam bimtek:
- Analisis Situasi: Mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif untuk memahami persepsi publik.
- Pemetaan Stakeholder: Mengidentifikasi kelompok sasaran utama, termasuk media lokal, organisasi masyarakat, dan lembaga swadaya.
- Penetapan Tujuan Komunikasi: Menentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang selaras dengan visi pembangunan daerah.
- Pembuatan Konten: Menyusun pesan yang berbasis fakta, relevan dengan budaya setempat, dan dapat disampaikan melalui berbagai kanal.
- Evaluasi dan Monitoring: Menggunakan indikator kinerja untuk menilai efektivitas kampanye dan melakukan penyesuaian secara dinamis.
Selain materi teoretis, sesi praktik menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Salah satu contoh studi kasus yang dibahas adalah kampanye penanggulangan COVID‑19 di provinsi Jawa Barat, di mana sinergi antara dinas kesehatan, kepolisian, dan tim komunikasi daerah menghasilkan peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan sebesar 27 persen dalam tiga bulan pertama.
Pemanfaatan teknologi digital menjadi poin penting lain dalam diskusi. Narasumber menekankan bahwa platform media sosial, portal resmi pemerintah, serta aplikasi mobile dapat menjadi jalur utama untuk menyampaikan informasi secara cepat dan terukur. Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya verifikasi fakta untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat merusak kepercayaan publik.
Dalam sesi penutup, Dr. Ahmad Fadli menegaskan bahwa keberhasilan strategi komunikasi tidak dapat dipisahkan dari komitmen pimpinan daerah. Ia menambahkan, “Kepemimpinan yang pro‑aktif dalam mengarahkan alur komunikasi akan menjadi katalisator utama dalam menciptakan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah. Kami berharap setiap peserta dapat membawa pulang ilmu yang diperoleh dan mengimplementasikannya dalam program kerja masing‑masing.”
Dengan selesainya bimtek ini, Kemendagri menargetkan peningkatan kualitas penyampaian kebijakan publik di seluruh wilayah Indonesia. Diharapkan, aparatur daerah yang terlatih dapat mengoptimalkan penggunaan data, menyesuaikan pesan dengan karakteristik lokal, serta menjaga konsistensi narasi pemerintah pusat. Langkah ini diyakini akan memperkuat kepercayaan masyarakat, mengurangi kesenjangan informasi, dan pada akhirnya mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional yang inklusif.





