Fujisoft Luncurkan Sistem Keamanan Fisik Berbasis AI dengan AMD Embedded+: Solusi Pintar untuk Industri Otomatis

Fujisoft Luncurkan Sistem Keamanan Fisik Berbasis AI dengan AMD Embedded+: Solusi Pintar untuk Industri Otomatis
Fujisoft Luncurkan Sistem Keamanan Fisik Berbasis AI dengan AMD Embedded+: Solusi Pintar untuk Industri Otomatis

123Berita – 08 April 2026 | JakartaFujisoft, perusahaan penyedia solusi teknologi informasi berskala global, resmi memperkenalkan sistem keamanan fisik canggih yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan dibangun di atas platform AMD Embedded+. Inovasi ini dirancang untuk menjawab kompleksitas tantangan keamanan di lingkungan industri modern, seperti pabrik otomatis, gudang berskala besar, dan fasilitas produksi yang semakin terhubung.

Seiring dengan pertumbuhan pesat jumlah kamera pengawas, sensor IoT, dan perangkat monitoring lainnya, volume data yang harus diproses oleh sistem keamanan tradisional meningkat secara eksponensial. Metode deteksi gerakan konvensional kerap menghasilkan alarm palsu yang dipicu oleh perubahan cahaya, bayangan, atau gerakan non‑kritikal, mengakibatkan beban kerja operasional yang tidak efisien dan menurunkan kepercayaan pengguna.

Bacaan Lainnya

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Fujisoft mengembangkan generasi berikutnya dari sistem keamanan yang tidak lagi mengandalkan deteksi gerakan sederhana. Dengan mengintegrasikan algoritma pengenalan gambar berbasis AI, solusi baru ini mampu membedakan antara ancaman nyata dan peristiwa yang tidak signifikan secara akurat, sehingga mengurangi false positives secara signifikan. Sistem ini tidak hanya mendeteksi keberadaan orang, melainkan juga mampu mengidentifikasi perilaku mencurigakan, mengawasi akses tidak sah, dan memberikan peringatan real‑time yang dapat diandalkan.

Inti teknis solusi ini terletak pada platform AMD Embedded+. Platform tersebut menggabungkan prosesor AMD Ryzen Embedded berbasis arsitektur x86 dengan System‑on‑Chip (SoC) adaptif Versal yang berbasis FPGA, semuanya terintegrasi pada satu papan sirkuit. Kombinasi unik antara CPU berdaya tinggi dan logika yang dapat diprogram (FPGA) memungkinkan eksekusi inferensi AI pada perangkat (edge) dengan latensi sangat rendah. Dengan kata lain, analisis video dan data sensor dilakukan langsung di lokasi tanpa harus mengirimkan seluruh aliran data ke cloud untuk diproses.

Naoya Yanagitsubo, Manajer di Fujisoft, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan AMD memberikan fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya. “Melalui diskusi intensif dengan pelanggan, kami menemukan kebutuhan khusus seperti respons cepat untuk insiden kritis dan perlindungan privasi data. AMD Embedded+ memberi kami fondasi perangkat keras yang kuat dan dapat disesuaikan, sehingga kami dapat mengoptimalkan algoritma AI secara real‑time di tepi jaringan,” ujarnya.

Keunggulan utama dari pemrosesan edge AI meliputi:

  • Respons lebih cepat: Karena inferensi terjadi di perangkat, waktu respons terhadap ancaman dapat dipangkas dari beberapa detik menjadi hitungan milidetik.
  • Privasi terjaga: Data sensitif tidak perlu dikirim ke server pusat, mengurangi risiko kebocoran data dan mematuhi regulasi perlindungan data.
  • Efisiensi bandwidth: Hanya hasil analisis atau alert yang dikirim, bukan seluruh stream video, mengurangi beban jaringan.
  • Skalabilitas: Solusi dapat diterapkan pada skala kecil hingga jaringan keamanan besar dengan biaya operasional yang kompetitif.

Fujisoft telah menyelesaikan fase demonstrasi unit pada tahun 2025, dengan uji coba yang mencakup skenario nyata di beberapa fasilitas manufaktur di Asia Tenggara. Hasil uji coba menunjukkan penurunan alarm palsu hingga 85 persen dibandingkan sistem konvensional, serta peningkatan waktu deteksi ancaman kritis sebesar 70 persen. Berdasarkan temuan tersebut, perusahaan kini tengah menyempurnakan perangkat lunak manajemen dan antarmuka pengguna agar lebih intuitif bagi tim keamanan lapangan.

Rencana ke depan, Fujisoft menargetkan peluncuran komersial pada kuartal pertama 2026, dengan fokus awal pada industri otomotif, logistik, dan energi. Selain itu, perusahaan berencana membuka kemitraan dengan integrator sistem keamanan lokal untuk memperluas jaringan distribusi di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Dengan ekosistem perangkat keras AMD yang terbuka, Fujisoft juga membuka peluang bagi pengembang pihak ketiga untuk menambahkan modul fungsional tambahan, seperti analisis perilaku pekerja atau integrasi dengan sistem manajemen fasilitas (FMS).

Secara keseluruhan, langkah strategis Fujisoft dalam menggabungkan AI edge dengan platform AMD Embedded+ menandai evolusi penting dalam bidang keamanan fisik. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan akurasi dan kecepatan respons, tetapi juga menegaskan pentingnya pemrosesan data lokal dalam era digital yang semakin menuntut privasi dan efisiensi. Dengan dukungan teknologi terkini, industri di Indonesia diharapkan dapat mengadopsi solusi yang lebih pintar, aman, dan berkelanjutan.

Ke depan, keberhasilan implementasi sistem ini akan menjadi tolok ukur bagi perusahaan lain yang ingin memanfaatkan AI pada level tepi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar adopsi teknologi tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Pos terkait