BDx Data Centers Dapat Dana USD320 Juta untuk Percepat Infrastruktur AI di Jakarta

BDx Data Centers Dapat Dana USD320 Juta untuk Percepat Infrastruktur AI di Jakarta
BDx Data Centers Dapat Dana USD320 Juta untuk Percepat Infrastruktur AI di Jakarta

123Berita – 07 April 2026 | JakartaBDx Data Centers mengumumkan pencapaian signifikan dengan berhasil memperoleh fasilitas pinjaman senilai USD320 juta (sekitar Rp5,4 triliun). Pendanaan ini akan dialokasikan untuk memperkuat jaringan pusat data yang mendukung beban kerja kecerdasan buatan (AI) berskala besar, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Skema pembiayaan dipimpin oleh konsorsium bank ternama, yaitu Bank Permata, Bank Central Asia (BCA), dan KB Bank. Kehadiran tiga lembaga keuangan tersebut mencerminkan kepercayaan kuat sektor perbankan terhadap model bisnis BDx yang menitikberatkan pada penyediaan kapasitas komputasi generasi berikutnya.

Bacaan Lainnya

Fokus utama dana yang masuk adalah pengembangan berkelanjutan pusat data CGK3, yang terletak di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta. CGK3 dijadwalkan mulai beroperasi pada September 2025 dan dirancang khusus untuk menangani beban kerja AI yang memerlukan kepadatan komputasi tinggi. Salah satu inovasi utama yang diusung adalah penggunaan teknologi pendingin cair (liquid cooling), sebuah terobosan yang masih jarang diterapkan di fasilitas data center Indonesia.

Penggunaan liquid cooling memberikan keuntungan signifikan dalam menurunkan suhu operasional peralatan server, khususnya unit pemrosesan grafis (GPU) yang menghasilkan panas ekstrem. Dengan sistem pendingin berbasis cairan, BDx dapat meningkatkan efisiensi energi sekaligus menurunkan biaya operasional, faktor penting bagi klien hyperscale yang mengandalkan pemrosesan data intensif.

  • Investasi USD320 juta untuk pengembangan infrastruktur AI.
  • Pusat data CGK3 akan beroperasi pada September 2025.
  • Implementasi teknologi liquid cooling untuk GPU berintensitas tinggi.
  • Refinancing struktur keuangan untuk meningkatkan fleksibilitas modal.
  • Peningkatan kapasitas jaringan tegangan tinggi di CGK4 (Jatiluhur) dan CGK5 (Suryacipta) hingga total 1,2 GVA.

Selain pembangunan fisik, sebagian dana juga akan dialokasikan untuk refinancing, yakni restrukturisasi hutang yang bertujuan mengoptimalkan struktur modal perusahaan. Langkah ini diharapkan memberi ruang manajemen untuk berfokus pada ekspansi jaringan dan inovasi layanan tanpa terbebani oleh beban keuangan yang tidak efisien.

BDx juga menargetkan peningkatan kapasitas daya pada dua kampus tambahan, yakni CGK4 di Jatiluhur dan CGK5 di Suryacipta. Kedua fasilitas akan ditingkatkan hingga mencapai total 1,2 gigavolt‑ampere (GVA), memungkinkan penawaran daya yang stabil untuk klien hyperscaler asal Amerika Serikat serta perusahaan regional yang menuntut performa tinggi.

CEO BDx Data Centers, Mayank Srivastava, menegaskan bahwa suntikan dana ini merupakan landasan strategis untuk membangun apa yang disebutnya “AI Factory”. “Kami tengah merancang infrastruktur generasi berikutnya yang mengoptimalkan pendinginan cair dan daya tegangan tinggi, sehingga dapat mendukung beban kerja GPU dengan kepadatan sangat tinggi,” ujarnya dalam konferensi pers.

BDx Data Centers, yang didukung oleh I Squared Capital, telah mengelola portofolio luas mencakup 18 pusat data dan lebih dari 50 lokasi edge di Singapura, Indonesia, Hong Kong, dan Taiwan. Portofolio tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan komputasi terdekat dengan pengguna akhir, mempercepat waktu respons aplikasi, serta mendukung inisiatif transformasi digital di seluruh Asia.

Visi berkelanjutan menjadi bagian integral dari strategi BDx. Seluruh pengembangan infrastruktur baru akan mengintegrasikan sumber energi terbarukan, termasuk tenaga surya dan energi panas bumi, untuk mengurangi jejak karbon. Pendekatan ini tidak hanya menjawab tuntutan regulator, tetapi juga memenuhi ekspektasi klien yang semakin menuntut praktik bisnis ramah lingkungan.

Permintaan layanan hyperscale di Asia terus meningkat seiring dengan adopsi AI pada sektor finansial, manufaktur, kesehatan, dan e‑commerce. BDx menilai bahwa kapasitas tambahan yang akan datang, baik dari segi daya listrik maupun solusi pendinginan, akan memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital kelas dunia yang mampu bersaing dengan pemain global.

Secara keseluruhan, suntikan dana USD320 juta menandai langkah penting dalam ekosistem data center Indonesia. Dengan fokus pada teknologi pendingin cair, peningkatan daya tinggi, dan komitmen pada energi bersih, BDx Data Centers menyiapkan fondasi kuat bagi pertumbuhan ekosistem AI regional. Keberhasilan ini diharapkan menjadi sinyal positif bagi investor lain yang mempertimbangkan investasi di sektor infrastruktur digital Indonesia.

Dengan target operasional CGK3 pada akhir 2025, BDx menyiapkan jadwal peluncuran layanan yang mencakup kapasitas komputasi GPU, layanan colocation, serta solusi jaringan berkecepatan tinggi. Keberlanjutan proyek akan dipantau secara ketat, memastikan bahwa standar keamanan, efisiensi energi, dan kualitas layanan tetap terjaga sepanjang masa operasional.

Pos terkait