Tim Ratoh Jaroe SMAN 4 Semarang Angkat Budaya Indonesia di Thailand International Folklore Festival

Tim Ratoh Jaroe SMAN 4 Semarang Angkat Budaya Indonesia di Thailand International Folklore Festival
Tim Ratoh Jaroe SMAN 4 Semarang Angkat Budaya Indonesia di Thailand International Folklore Festival

123Berita – 05 April 2026 | Tim Ratoh Jaroe yang terdiri atas siswa-siswi kelas dua SMA Negeri 4 Semarang resmi terpilih menjadi duta budaya Indonesia dalam rangka Thailand International Folklore Festival 2024. Penunjukan ini menjadi bukti nyata keberhasilan program ekstrakurikuler seni tradisional di sekolah tersebut, sekaligus memperlihatkan antusiasme generasi muda dalam melestarikan warisan kebudayaan bangsa di panggung internasional.

Seleksi duta budaya Indonesia dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok. Dari ratusan tim sekolah yang mengajukan diri, Tim Ratoh Jaroe berhasil menonjol berkat kombinasi keahlian menari tradisional, permainan musik daerah, serta kostum yang autentik. Mereka akan menampilkan rangkaian pertunjukan yang menyoroti keanekaragaman seni Indonesia, mulai dari Tari Saman Aceh, Tari Topeng Betawi, hingga Gamelan Jawa.

Bacaan Lainnya

Ketua tim, Ahmad Fauzi (17), menjelaskan persiapan intensif yang telah dilalui selama enam bulan terakhir. “Kami berlatih tiga kali seminggu, memperdalam teknik gerak, vokal, serta pemahaman makna tiap tarian. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan ahli etnomusik untuk memastikan keaslian alat musik yang kami bawakan,” ungkapnya dalam wawancara eksklusif.

Berikut rangkaian persiapan yang dilakukan Tim Ratoh Jaroe:

  • Pelatihan intensif: Sesi latihan dipandu oleh guru seni budaya SMAN 4 Semarang serta seniman tamu dari Pusat Kebudayaan Daerah (Puskesda).
  • Workshop kostum: Desain kostum tradisional dikerjakan oleh tim seni rupa sekolah, dengan bahan-bahan pilihan yang ramah lingkungan.
  • Simulasi panggung: Menggunakan ruang auditorium sekolah sebagai arena percobaan pencahayaan dan tata suara.
  • Studi literatur: Anggota tim mempelajari sejarah masing-masing tarian serta filosofi di balik gerakan.

Selain menampilkan tarian, tim juga akan mempersembahkan musik tradisional dengan alat musik khas Indonesia, seperti angklung, kendang, dan suling. Penampilan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang kekayaan budaya Indonesia kepada audiens internasional.

Thailand International Folklore Festival sendiri merupakan ajang tahunan yang mempertemukan seniman dan kelompok budaya dari lebih 30 negara. Festival ini tidak hanya menjadi platform pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang dialog antarbudaya, pertukaran pengetahuan, serta kolaborasi kreatif. Pada edisi kali ini, tema utama festival adalah “Harmony in Diversity” atau Harmoni dalam Keberagaman, yang selaras dengan misi Tim Ratoh Jaroe memperkenalkan keragaman seni Indonesia.

Reaksi masyarakat Semarang terhadap keberhasilan tim ini sangat positif. Kepala Sekolah SMAN 4 Semarang, Dr. Hadi Santoso, menyatakan kebanggaan yang mendalam. “Keberhasilan mereka tidak lepas dari dukungan seluruh civitas akademika, orang tua, dan tentu saja pemerintah daerah yang selalu memberikan fasilitas untuk pengembangan seni,” ujarnya. Begitu pula, Walikota Semarang, Gibran Rakabuming Raka, menambahkan bahwa prestasi ini menjadi inspirasi bagi pelajar lain di kota untuk berpartisipasi dalam kegiatan kebudayaan.

Persiapan logistik juga tidak kalah penting. Tim akan berangkat ke Bangkok pada tanggal 12 Mei 2024 dengan penerbangan langsung dari Bandara Adi Soemarmo. Selama di Thailand, mereka akan menginap di hotel yang telah dipesan oleh Kedutaan Besar RI, sekaligus menerima pelatihan singkat tentang protokol internasional dan etika panggung.

Pihak penyelenggara festival memberikan fasilitas khusus bagi tim Indonesia, termasuk ruang ganti, tempat latihan, serta waktu slot utama pada malam pembukaan. Penonton diperkirakan mencapai lebih dari 10.000 orang setiap harinya, dengan perwakilan media dari berbagai negara.

Keberangkatan Tim Ratoh Jaroe diharapkan tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas negara. Beberapa delegasi Asia lainnya telah menyatakan minat untuk mengadakan workshop bersama, khususnya dalam bidang musik tradisional dan tari.

Setelah kembali ke Indonesia, tim berencana menyelenggarakan pertunjukan di berbagai kota, termasuk Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya, untuk membagikan pengalaman mereka kepada masyarakat luas. Rencana tersebut juga mencakup pembuatan dokumentasi video yang akan dipublikasikan di platform digital kementerian kebudayaan.

Secara keseluruhan, partisipasi Tim Ratoh Jaroe SMAN 4 Semarang di Thailand International Folklore Festival menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan formal dapat berkontribusi pada pelestarian dan promosi budaya nasional. Keberhasilan ini menegaskan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi duta budaya yang mampu menampilkan keindahan dan keragaman warisan bangsa di kancah global.

Dengan dukungan semua pihak, diharapkan prestasi ini akan menjadi titik awal bagi lebih banyak tim sekolah di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam festival internasional serupa, memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa.

Pos terkait