123Berita – 05 April 2026 | Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan faktor esensial yang tidak dapat dipisahkan dari upaya pembangunan berkelanjutan di provinsi timur paling timur Indonesia. Dalam sebuah pernyataan publik yang disampaikan pada pekan ini, ia menekankan bahwa tanpa jaminan keamanan yang kuat, setiap program infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan akan terhambat, bahkan dapat berujung pada kegagalan total.
Fakhiri menyoroti bahwa Papua sedang berada pada fase transformasi penting, di mana pemerintah provinsi berupaya mewujudkan visi “Papua Cerah“. Visi ini mencakup peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan jalan, pelabuhan, fasilitas kesehatan, serta program pemberdayaan ekonomi lokal. Namun, semua inisiatif tersebut memerlukan lingkungan yang kondusif, bebas dari konflik berkepanjangan, serta ancaman terorisme atau kejahatan terorganisir.
Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan laporan resmi yang menunjukkan penurunan signifikan angka insiden kekerasan di beberapa kabupaten. Data internal Kementerian Dalam Negeri menunjukkan penurunan 12 persen dalam kasus bentrokan bersenjata selama enam bulan terakhir, yang menurut gubernur menjadi bukti bahwa pendekatan kolaboratif mulai membuahkan hasil.
Gubernur juga menyinggung pentingnya peran generasi muda dalam menjaga perdamaian. Program pelatihan kepemimpinan, pendidikan kewarganegaraan, serta kegiatan olahraga dan seni budaya sedang digulirkan di sekolah‑sekolah dan komunitas lokal. “Anak‑anak kita adalah agen perubahan. Jika mereka tumbuh dalam lingkungan aman, mereka akan menjadi pilar pembangunan di masa depan,” kata Fakhiri.
Di samping itu, pemerintah provinsi berencana memperkuat infrastruktur keamanan dengan menambah jumlah pos keamanan, meningkatkan kapasitas teknologi pemantauan, serta memperluas jaringan komunikasi di daerah terpencil. Investasi ini diharapkan dapat mempercepat respons aparat keamanan terhadap potensi ancaman, sekaligus memberikan rasa aman yang lebih besar kepada warga.
Secara keseluruhan, Gubernur Mathius D. Fakhiri menegaskan bahwa keamanan bukan sekadar tujuan akhir, melainkan fondasi yang menopang seluruh agenda pembangunan. Dengan mengedepankan dialog, kolaborasi, dan inovasi, ia berharap Papua dapat melangkah menuju masa depan yang lebih cerah, di mana pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial berjalan seiring dengan kedamaian yang terjaga. Kesimpulannya, tanpa stabilitas keamanan, visi “Papua Cerah” tetap hanyalah impian; namun dengan komitmen bersama, impian itu dapat menjadi realitas yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Papua.





