Polres Garut Gelar Operasi Keamanan Gereja Selama Jumat Agung, Ratusan Personel Dikerahkan

Polres Garut Gelar Operasi Keamanan Gereja Selama Jumat Agung, Ratusan Personel Dikerahkan
Polres Garut Gelar Operasi Keamanan Gereja Selama Jumat Agung, Ratusan Personel Dikerahkan

123Berita – 04 April 2026 | Garut, 3 April 2026 – Menyambut perayaan Jumat Agung, Kepolisian Resort (Polres) Garut melakukan pengamanan intensif di enam gereja yang tersebar di wilayah kabupaten. Operasi ini melibatkan ratusan personel gabungan, mulai dari satuan patroli, unit anjing pelacak, hingga tim detasemen anti teror, dengan tujuan memastikan ibadah berlangsung aman dan tertib bagi umat Nasrani.

Koordinator operasi, Komisaris Polisi (Kombes) Ida Bagus Dwi Pratama, menjelaskan bahwa peningkatan keamanan selama perayaan liturgi Kristen merupakan bagian dari kebijakan kepolisian untuk mengantisipasi potensi kerusuhan atau aksi vandalisme. “Kami menyiapkan langkah preventif sejak dini, termasuk pemantauan intelijen, penempatan personel di titik strategis, serta koordinasi dengan tokoh agama dan pihak keamanan lainnya,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Enam gereja yang menjadi fokus pengamanan meliputi Gereja Katolik Santo Paulus di Garut Kota, Gereja Kristen Injili di Kabupaten Garut, Gereja Protestan Gereja Bethel di Soreang, serta tiga gereja lainnya yang berada di daerah pedesaan. Setiap lokasi dipasangi pos keamanan dengan petugas yang berjaga 24 jam menjelang Jumat Agung, serta tim medis siap siaga.

Penempatan personel tidak hanya bersifat statis. Polisi menyiapkan rotasi patroli keliling, penggunaan kendaraan lapangan berwarna gelap untuk mengurangi potensi intimidasi, serta pemantauan melalui CCTV yang dipasang di area gereja dan jalan akses utama. Selain itu, tim anjing pelacak ditempatkan di pintu masuk utama untuk mendeteksi benda berbahaya.

Sejumlah tokoh agama setempat, termasuk Pastor Yohanes Kristianto (Gereja Katolik Santo Paulus) dan Pendeta Rudi Hartono (Gereja Bethel), menyambut langkah pengamanan ini dengan apresiasi. “Kehadiran aparat keamanan memberi rasa tenang bagi jemaat, khususnya pada momen sakral seperti Jumat Agung,” kata Pastor Yohanes dalam pernyataan resmi.

Polres Garut juga menyiapkan prosedur darurat jika terjadi insiden. Setiap pos keamanan dilengkapi dengan radio komunikasi yang terhubung langsung ke pusat komando, serta jalur evakuasi yang telah dipetakan bersama pihak gereja. Tim medis, termasuk paramedis dan dokter relawan, berada di lokasi strategis untuk memberikan pertolongan pertama bila diperlukan.

Dalam rangka meminimalisir kerumunan, pihak gereja mengadopsi sistem pemesanan tempat duduk secara daring dan membatasi jumlah jamaah yang dapat masuk pada satu waktu. Hal ini selaras dengan rekomendasi kepolisian yang menekankan pentingnya menjaga jarak sosial meski tidak ada lagi pembatasan COVID-19.

Selain pengamanan fisik, Polres Garut juga melakukan penyuluhan kepada jamaah tentang pentingnya menjaga ketertiban dan melaporkan aktivitas mencurigakan. Penyuluhan tersebut dilaksanakan melalui pengeras suara di area gereja serta penyebaran leaflet informatif yang berisi nomor darurat dan prosedur keamanan.

Pengamanan intensif ini bukan pertama kalinya Polres Garut melaksanakan operasi serupa. Pada perayaan Natal tahun lalu, aparat juga mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan sejumlah gereja, yang terbukti berhasil mencegah insiden kriminal dan memastikan kelancaran ibadah.

Keberhasilan operasi ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya meningkatkan citra positif kepolisian di mata publik. Komisaris Ida Bagus menegaskan bahwa keamanan publik tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. “Kami mengajak seluruh warga untuk menjadi mitra keamanan, melaporkan hal-hal yang mencurigakan, serta menghormati aturan yang ada,” pungkasnya.

Jumat Agung tahun ini diperkirakan akan dihadiri oleh ribuan umat Nasrani di Garut, baik yang datang dari dalam kota maupun daerah sekitarnya. Dengan persiapan matang, diharapkan ibadah dapat berlangsung lancar tanpa gangguan, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antarumat beragama di wilayah tersebut.

Pengamanan yang dilakukan Polres Garut selama Jumat Agung mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi kebebasan beragama sekaligus menjaga ketertiban umum. Upaya kolaboratif antara aparat keamanan, pemuka agama, dan masyarakat luas menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan penuh toleransi.

Pos terkait