123Berita – 02 Juni 2026 | Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menjadi sorotan setelah mengeluarkan poster Hari Lahir Pancasila yang menuai kontroversi. Ternyata, poster tersebut menggunakan gambar AI-Generated yang dibeli melalui internet.
Hal ini memicu kemarahan dan kekecewaan dari masyarakat, karena dianggap tidak mencerminkan semangat dan nilai-nilai Pancasila. Banyak yang menilai bahwa BRIN seharusnya menggunakan desain asli dan orisinal, bukan menggunakan gambar yang dihasilkan oleh mesin.
Polemik ini juga mempertanyakan kemampuan dan profesionalisme BRIN dalam mengelola dan mengembangkan desain yang mencerminkan identitas dan nilai-nilai bangsa. Banyak yang menyarankan agar BRIN harus lebih transparan dan akuntabel dalam mengeluarkan produk desain yang berkualitas dan mencerminkan semangat Pancasila.
BRIN sebagai lembaga riset dan inovasi nasional seharusnya dapat memproduksi desain yang lebih baik dan orisinal, bukan menggunakan gambar AI-Generated yang dapat diakses oleh siapa saja. Hal ini juga mempertanyakan bagaimana BRIN mengelola anggaran dan sumber daya yang dimiliki.
Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat telah mengekspresikan ketidakpuasan dan kekecewaan mereka melalui media sosial dan berbagai platform online. Banyak yang menuntut agar BRIN harus meminta maaf dan mengeluarkan pernyataan resmi terkait polemik ini.
Di tengah-tengah kontroversi ini, perlu diingat bahwa Pancasila merupakan fondasi dan ideologi bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan. Oleh karena itu, sangat penting bagi BRIN dan lembaga lainnya untuk memproduksi desain yang mencerminkan nilai-nilai dan semangat Pancasila, bukan menggunakan gambar AI-Generated yang tidak mencerminkan identitas bangsa.
Skandal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana BRIN akan memulihkan kepercayaan masyarakat dan memperbaiki citra lembaga. Perlu adanya langkah-langkah yang nyata dan konkrit untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme BRIN dalam mengelola dan mengembangkan desain yang mencerminkan identitas dan nilai-nilai bangsa.





