123Berita – 13 Juli 2026 | Pernyataan tegas Presiden Prabowo Subianto yang mengingatkan aparat penegak hukum (APH) bahwa seluruh atribut yang mereka kenakan berasal dari rakyat, telah memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Banyak pihak yang menyambut baik pernyataan tersebut, karena dianggap sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab APH dalam menjalankan tugasnya.
Namun, beberapa pakar hukum juga menganggap bahwa pernyataan tersebut belum cukup untuk mengatasi masalah yang ada. Mereka menekankan bahwa pengawasan eksternal sangat diperlukan untuk memastikan bahwa APH benar-benar menjalankan tugasnya dengan profesional dan adil.
Pengawasan eksternal dapat dilakukan oleh lembaga independen yang memiliki otoritas untuk memantau dan mengevaluasi kinerja APH. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa APH tidak hanya bertanggung jawab kepada pemerintah, tetapi juga kepada masyarakat.
Beberapa contoh pengawasan eksternal yang dapat dilakukan adalah dengan membentuk komisi independen yang terdiri dari ahli hukum, akademisi, dan tokoh masyarakat. Komisi ini dapat melakukan penyelidikan dan pengawasan terhadap kinerja APH, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan.
Selain itu, pengawasan eksternal juga dapat dilakukan melalui mekanisme pengaduan masyarakat. Masyarakat dapat mengajukan pengaduan jika merasa bahwa APH telah melakukan kesalahan atau penyalahgunaan wewenang.
Dengan demikian, diharapkan bahwa pengawasan eksternal dapat membantu meningkatkan kinerja APH dan memastikan bahwa mereka benar-benar menjalankan tugasnya dengan profesional dan adil.
Sebagai kesimpulan, pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya APH menjalankan tugasnya dengan profesional dan adil merupakan langkah yang tepat. Namun, perlu diingat bahwa pengawasan eksternal sangat diperlukan untuk memastikan bahwa APH benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik. Dengan demikian, diharapkan bahwa kinerja APH dapat ditingkatkan dan kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan.





