123Berita – 13 Juli 2026 | Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zulfa Mustofa baru-baru ini melontarkan pesan yang dinilai strategis bagi masa depan Nahdlatul Ulama (NU). Ia menegaskan bahwa regenerasi NU harus berbasis kaderisasi, bukan jabatan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa organisasi terbesar di Indonesia ini tetap relevan dan efektif dalam menghadapi tantangan zaman.
KH Zulfa Mustofa menjelaskan bahwa kaderisasi adalah proses mempersiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk memimpin dan mengelola organisasi. Ia menekankan bahwa kaderisasi tidak hanya tentang memilih orang yang tepat untuk jabatan, tetapi juga tentang memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup untuk menghadapi tantangan yang dihadapi oleh organisasi.
Regenerasi NU yang berbasis kaderisasi juga diharapkan dapat membantu meningkatkan partisipasi dan keterlibatan anggota NU dalam kegiatan organisasi. Dengan demikian, organisasi dapat memanfaatkan potensi dan kemampuan anggota untuk mencapai tujuan dan misi organisasi.
Dalam implementasinya, regenerasi NU yang berbasis kaderisasi memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang matang. Organisasi perlu mempersiapkan program kaderisasi yang efektif, memilih kader yang berkualitas, dan memberikan pelatihan dan pengembangan yang memadai.
Di samping itu, organisasi juga perlu memastikan bahwa kaderisasi dilakukan secara transparan dan akuntabel. Hal ini penting untuk memastikan bahwa proses kaderisasi tidak dipengaruhi oleh kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi dilakukan berdasarkan kepentingan organisasi dan anggota.
Dalam kesimpulan, regenerasi NU yang berbasis kaderisasi adalah langkah yang strategis untuk memastikan bahwa organisasi tetap relevan dan efektif dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan mempersiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, organisasi dapat memanfaatkan potensi dan kemampuan anggota untuk mencapai tujuan dan misi organisasi.





