Percaya Nggak Percaya, Ini Kutukan Angka 1 di Motor MotoGP

123berita.com – Para penggila MotoGP pasti tahu makna angka 1 yang tersemat di motor pembalap. Namun, kesakralan angka jawara itu sepertinya mulai sirna. Angka 1 di MotoGP sudah jarang dipakai pembalap.

Melansir Motor Plus, Jumat (01/05/2020), pembalap terakhir yang pakai angka 1 jadi nomor start di motor MotoGP terjadi di musim 2012 silam. Dia adalah Casey Stoner (Repsol Honda Team) memakai nomor wahid di tebeng motornya sebagai pengakuan peraih titel juara dunia MotoGP musim 2011.

Sejak 2013 hingga 2020 atau kurang lebih delapan tahun, angka 1 nggak pernah jadi nomor start pembalap MotoGP lagi. Lantas, apa sebabnya?

Ada beberapa alasan pembalap MotoGP ogah pakai nomor 1 sebagai pengakuan juara dunia di musim sebelumnya. Di era MotoGP 4-Tak, basis fanatikan dan juga merchandise menjadi industri atau income alias pemasukan buat pembalap.

Apalagi pembalap hebat atau papan atas. Sehingga mereka memilih menggunakan angka yang jadi ciri atau identitas mereka. Seperti Valentino Rossi langsung identik dengan 46. Begitu pula Marc Marquez, fanatikan MotoGP langsung kebayang angka 93.

Selain faktor bisnis, unsur takhayul juga melingkupi angka 1 di MotoGP. Sejak 2000 pembalap yang mengusung angka 1 di motornya setelah tahun atau musim sebelumnya menyabet juara dunia. Di musim itu saat pembalap di kelas premier pasti gagal mempertahankan gelar juara dunia.

Alex Criville juara dunia GP 500 1999 pakai angka 3. Kemudian di 2000 pakai nomor 1 dan Alex Criville gagal mempertahankan titel juara dunia.

Musim 2000 tital juara dunia direbut Kenny Roberts, Jr. yang saat itu pakai angka 2 sebagai nomor start. Percaya gak percaya, Kenny Roberts, Jr. memakai angka 1 sebagai nomor start sebagai juara dunia GP 500 2000. Eh, Kenny Roberts, Jr. harus kehilangan titel juara dunia yang disabet Valentino Rossi.

Selang beberapa tahun kemudian di 2007, mendiang Nicky Hayden merebut titel juara dunia MotoGP 2006, memilih angka 1 sebagai nomor startnya. Apa lacur, Nicky Hayden gagal mempertahankan gelarnya musim 2007 yang disikat Casey Stoner.

Musim berikutnya giliran Casey Stoner yang memasang angka 1 di tebeng motornya dan kejadian berulang Casey Stoner gagal mempertahankan juara dunia musim sebelumnya.

Rentetan kesialan terkait dengan angka 1 itu berlanjut ke Jorge Lorenzo di musim 2011. Jorge Lorenzo sukses menjadi juara dunia MotoGP 2010, namun gagal mempertahankan gelar juara dunia di 2011. Jorge Lorenzo harus mengakui kehebatan Casey Stoner yang merenggut titel juara dunia MotoGP 2011.

Lagi-lagi kejadian, Casey Stoner kembali mengusung angka 1 sebagai nomor start musim 2012. Casey Stoner mengalami kegagalan kedua dalam mempertahankan titel juara dunianya, setelah pertama pakai angka 1 di musim 2008.

Di musim itu, Casey Stoner tak hanya gagal mempertahanan titel juara dunia, tapi juga memutuskan pensiun dari MotoGP. Casey Stoner pun mencatatkan diri sebagai pembalap MotoGP terakhir yang berani pakai nomor 1.

Selang sewindu belum ada lagi pembalap MotoGP yang berani memakai nomor 1 sebagai nomor startnya.

author
Journalist & Content Writer