123Berita – 06 April 2026 | Serpong, Tangerang Selatan – Pada akhir pekan lalu, kompleks perumahan Paramount Gading Serpong menggandeng Paguyuban Rukun Warga (RW) setempat untuk menyelenggarakan Pesta Budaya Rakyat yang bertujuan menghidupkan ekosistem kota sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga. Acara yang berlangsung selama dua hari itu menyajikan rangkaian hiburan, pameran kerajinan, serta pertunjukan seni tradisional yang memukau, menjadikan kawasan Gading Serpong sebagai titik fokus keceriaan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Seluruh warga, mulai dari anak-anak hingga lansia, tampak antusias mengikuti beragam kegiatan. Di area panggung utama, kelompok tari tradisional menampilkan gerakan yang mengangkat nilai-nilai kebudayaan Betawi, Jawa, dan Sunda. Sementara itu, band musik akustik lokal mengisi suasana dengan melodi yang mengundang para pengunjung untuk bernyanyi bersama. Penampilan seni rupa, seperti lukisan mural yang melukiskan kehidupan urban, menambah estetika visual sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kota.
Paguyuban RW yang berperan sebagai mitra utama acara menyiapkan stan-stand interaktif yang menampilkan produk-produk hasil kerajinan warga, seperti anyaman bambu, batik, dan makanan tradisional. Pengunjung dapat langsung membeli atau mencoba membuat kerajinan tersebut, sehingga tercipta peluang ekonomi mikro bagi penduduk setempat. Selain itu, ada pula area edukasi yang menampilkan poster dan infografis tentang konsep ekosistem kota, menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian ruang hijau.
Berbagai kegiatan olahraga ringan, seperti lomba balap karung, tarik tambang, dan senam bersama, turut menyemarakkan suasana. Anak-anak berlarian di zona bermain yang dilengkapi permainan tradisional seperti congklak, kelereng, dan lompat tali, sementara para orang tua menikmati area santai dengan kopi lokal dan makanan ringan khas daerah. Semua elemen tersebut dirancang untuk menumbuhkan rasa kebersamaan serta meningkatkan kualitas hidup sosial di tengah dinamika perkotaan.
Ketua Paguyuban RW Gading Serpong, Budi Santoso, menyampaikan harapannya bahwa pesta budaya ini bukan sekadar hiburan sesaat, melainkan upaya jangka panjang untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan. “Kami ingin warga merasa bahwa kota bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga ruang yang harus kita rawat bersama. Dengan mengangkat budaya lokal, kami berharap dapat menumbuhkan kebanggaan dan tanggung jawab kolektif terhadap ekosistem kota,” ungkapnya dalam sambutan pembukaan.
Pihak pengelola Paramount Gading Serpong, melalui Direktur Pengembangan Masyarakat, Siti Nurhaliza, menegaskan komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan. “Sebagai pengembang, kami tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan sosial. Kolaborasi dengan paguyuban RW menjadi contoh konkret bagaimana sektor swasta dapat berperan aktif dalam memperkuat jaringan sosial di kawasan yang kami kelola,” jelasnya.
Acara tersebut juga menampilkan sesi diskusi singkat yang mengundang pakar lingkungan kota, Dr. Andi Prasetyo, untuk membahas strategi revitalisasi ruang hijau di tengah kepadatan penduduk. Ia menekankan pentingnya integrasi taman kota, kebun komunitas, dan jalur hijau dalam menciptakan kualitas udara yang lebih baik serta menyediakan tempat rekreasi yang aman bagi warga.
Selama dua hari penyelenggaraan, lebih dari 5.000 pengunjung tercatat hadir, mencerminkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap inisiatif kebudayaan ini. Banyak peserta yang menyatakan bahwa pengalaman tersebut memberikan mereka kesempatan untuk mengenal budaya lain, memperluas jaringan sosial, serta menikmati suasana yang ramah dan bersahabat.
Dengan berakhirnya pesta budaya, panitia berjanji akan terus menggelar program serupa secara periodik, menyesuaikan dengan kebutuhan dan aspirasi warga. Harapannya, kegiatan semacam ini akan menjadi katalisator bagi terciptanya ekosistem kota yang dinamis, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.





