123Berita – 04 April 2026 | NASA kembali menyiapkan misi bersejarah untuk kembali menapaki jejak manusia di luar angkasa. Artemis II, yang dijadwalkan meluncur pada 2024, akan menjadi misi pertama dengan awak manusia yang mengorbit Bulan sejak era Apollo. Selama sepuluh hari, empat astronot terpilih akan melakukan perjalanan mengelilingi satelit alami bumi, menguji sistem pendaratan, dan menyiapkan fondasi bagi pendaratan berawak berikutnya. Berikut profil lengkap keempat astronot yang akan memimpin misi tersebut.
Komandan misi, Reid Wiseman, memegang peranan kunci dalam mengarahkan seluruh operasi penerbangan. Wiseman bergabung dengan NASA pada tahun 2009 setelah menyelesaikan program kadet Angkatan Laut Amerika Serikat. Sebelumnya, ia pernah menjalani dua penerbangan luar angkasa, termasuk sebagai anggota kru Expedisi 40/41 di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Pengalaman sebagai pilot pesawat tempur F/A‑18 serta pengetahuan mendalam tentang prosedur peluncuran membuatnya menjadi pilihan alami untuk memimpin Artemis II.
Pilot misi, Victor Glover, membawa latar belakang yang kaya dalam penerbangan dan ilmu teknik. Lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan gelar di bidang teknik penerbangan, Glover terpilih menjadi astronot pada 2013. Ia pernah bertugas sebagai anggota kru Expedition 64/65 di ISS, mencatat lebih dari 197 hari di luar angkasa. Keahlian Glover dalam operasi sistem propulsi dan navigasi diharapkan menjadi aset penting selama fase orbit bulan.
Di antara misi ilmiah, Christina Koch akan menjadi misi spesialis yang menonjolkan kontribusi riset dan teknologi. Koch mencatat rekor sebagai wanita pertama yang menghabiskan 328 hari berturut‑turut di luar angkasa, sebuah pencapaian yang diraih selama misi Expedition 59/60/61/62 di ISS. Latar belakangnya sebagai insinyur mekanik dan ilmuwan eksperimental menjadikannya figur penting dalam menguji peralatan baru, termasuk sistem komunikasi dan penanganan muatan pada Artemis II.
Pelengkap tim internasional, Jeremy Hansen mewakili Badan Antariksa Kanada (CSA). Sebagai astronot pertama yang dipilih dari Kanada untuk misi Artemis, Hansen membawa pengalaman lebih dari dua dekade di bidang aeronautika, termasuk sebagai pilot pesawat tempur dan insinyur sistem. Sebelumnya ia pernah berpartisipasi dalam program pelatihan Astronot Internasional pada tahun 2017, memperdalam pengetahuan tentang operasi luar angkasa berawak. Kehadirannya menegaskan kolaborasi global dalam program Artemis.
Berikut rangkuman singkat mengenai keempat astronot:
| Nama | Peran | Pengalaman Luar Angkasa |
|---|---|---|
| Reid Wiseman | Komandan | 2 penerbangan (ISS Expedition 40/41) |
| Victor Glover | Pilot | 1 penerbangan (ISS Expedition 64/65) |
| Christina Koch | Misi Spesialis | 1 penerbangan (ISS Expedition 59‑62, 328 hari) |
| Jeremy Hansen | Misi Spesialis | Belum pernah ke luar angkasa, namun pelatihan intensif |
Keempat astronot ini tidak hanya mewakili keahlian teknis masing‑masing, tetapi juga simbol keberagaman dan kolaborasi internasional. Artemis II dirancang untuk menguji sistem pendaratan Orion, navigasi lunar, serta prosedur keselamatan yang akan dipakai pada misi pendaratan berawak Artemis III. Selama sepuluh hari mengorbit, kru akan melakukan serangkaian eksperimen ilmiah, memantau kondisi lingkungan luar angkasa, dan berlatih manuver darurat.
Harapan besar menanti Artemis II, karena keberhasilan misi ini akan membuka jalan bagi manusia kembali menginjakkan kaki di Bulan, sekaligus menyiapkan teknologi yang diperlukan untuk perjalanan ke Mars. Dengan kepemimpinan Reid Wiseman, keahlian Victor Glover, dedikasi ilmiah Christina Koch, dan perspektif internasional Jeremy Hansen, Artemis II memiliki tim yang solid dan berpotensi menghasilkan terobosan baru dalam eksplorasi luar angkasa.
Kesuksesan Artemis II tidak hanya akan menjadi pencapaian teknologi, tetapi juga menegaskan komitmen umat manusia untuk menjelajah batas akhir alam semesta, menginspirasi generasi mendatang, dan memperkuat kerja sama antarnegara dalam penjelajahan luar angkasa.





