Lee Seung Gi Putus Kontrak dengan Big Planet Made, Tuduhan Gaji Staf Belum Dibayar Menggemparkan Industri K-Pop

Lee Seung Gi Putus Kontrak dengan Big Planet Made, Tuduhan Gaji Staf Belum Dibayar Menggemparkan Industri K-Pop
Lee Seung Gi Putus Kontrak dengan Big Planet Made, Tuduhan Gaji Staf Belum Dibayar Menggemparkan Industri K-Pop

123Berita – 07 April 2026 | Lee Seung Gi, aktor sekaligus penyanyi ternama asal Korea Selatan, resmi mengakhiri hubungan kontraknya dengan perusahaan manajemen Big Planet Made (BPM) pada pekan ini. Keputusan yang diambil sang artis menambah deretan kasus pemutusan kontrak yang semakin menekan reputasi BPM, mengingat baru-baru ini grup idol Taemin juga mengumumkan langkah serupa. Kedua insiden tersebut menimbulkan spekulasi luas tentang kondisi internal perusahaan, terutama terkait dugaan tidak dibayarnya gaji kepada sejumlah staf yang bekerja di bawah naungan BPM.

Lee Seung Gi, yang dikenal lewat peran utama dalam drama “My Love from the Star” serta sejumlah hits musik solo, sebelumnya menandatangani kontrak eksklusif dengan BPM pada awal 2022. Kontrak tersebut mencakup kegiatan akting, rekaman musik, serta partisipasi dalam program-variasi televisi. Namun, dalam sebuah pernyataan singkat yang dirilis melalui akun media sosial resmi sang artis, Lee mengungkapkan ketidaksesuaian harapan profesional yang membuatnya terpaksa memilih untuk tidak memperpanjang atau melanjutkan perjanjian yang ada.

Bacaan Lainnya

Sementara Lee menegaskan keputusan tersebut merupakan langkah pribadi yang tidak melibatkan perselisihan hukum, rumor tentang masalah keuangan BPM mulai beredar setelah laporan anonim muncul di media sosial. Sebagian sumber menyebutkan bahwa sejumlah karyawan dan kru produksi BPM belum menerima upah bulanan selama tiga bulan terakhir, menimbulkan ketegangan di antara tim internal. Pihak manajemen BPM belum memberikan komentar resmi mengenai tuduhan ini, namun sumber dekat perusahaan menyatakan bahwa mereka sedang melakukan audit internal untuk memastikan semua kewajiban keuangan dapat dipenuhi.

Kasus serupa pernah melanda BPM pada bulan lalu, ketika Taemin, anggota grup SHINee, mengumumkan pemutusan kontraknya. Pada saat itu, para penggemar dan media menyoroti isu gaji staf yang belum dibayar, menambah tekanan publik pada perusahaan. Kejadian beruntun ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang model bisnis dan manajemen keuangan perusahaan manajemen artis di Korea, khususnya di tengah persaingan sengit antar agensi yang berusaha mempertahankan talenta sekaligus mengelola biaya produksi yang semakin tinggi.

Para analis industri menilai bahwa kegagalan membayar staf secara tepat waktu dapat merusak reputasi sebuah agensi, mengingat karyawan di belakang layar berperan penting dalam menyiapkan konser, produksi drama, hingga promosi media. “Jika sebuah manajemen tidak dapat menjaga kepuasan karyawannya, maka risiko kehilangan artis top seperti Lee Seung Gi dan Taemin menjadi semakin tinggi,” ujar Kim Joon-ho, pakar industri hiburan di Seoul. Ia menambahkan bahwa penurunan kepercayaan tidak hanya berdampak pada artis, tetapi juga pada sponsor dan mitra bisnis yang mengandalkan stabilitas operasional agensi.

  • Lee Seung Gi mengakhiri kontrak dengan BPM secara resmi melalui pernyataan pribadi.
  • Isu gaji staf yang belum dibayar selama tiga bulan terakhir menjadi sorotan utama.
  • Kasus sebelumnya melibatkan Taemin, yang juga memutuskan kontrak dengan BPM.
  • Manajemen BPM belum memberikan klarifikasi publik mengenai tuduhan pembayaran.
  • Para ahli mengingatkan pentingnya transparansi keuangan dalam industri hiburan.

Penggemar Lee Seung Gi di Indonesia dan seluruh dunia memberikan dukungan moral melalui platform digital, sekaligus menyuarakan keprihatinan mereka terhadap kondisi karyawan BPM. Sementara itu, lembaga perlindungan tenaga kerja Korea Selatan dinyatakan siap menindaklanjuti laporan jika ada bukti pelanggaran hukum ketenagakerjaan. Hingga kini, belum ada proses hukum yang diajukan, namun pihak berwenang diharapkan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Secara keseluruhan, pemutusan kontrak oleh Lee Seung Gi menandai babak baru dalam dinamika hubungan artis dan agensi di pasar K-Pop yang semakin kompetitif. Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan bagi agensi lain untuk meninjau kembali kebijakan internal terkait kesejahteraan staf dan manajemen keuangan. Bagi para penggemar, harapan utama tetap pada kelangsungan karier Lee Seung Gi yang terus bersinar, terlepas dari pergantian manajemen. Sementara BPM harus segera menyelesaikan persoalan internalnya agar dapat memulihkan kepercayaan publik dan melanjutkan operasi bisnis secara stabil.

Pos terkait