123Berita – 05 April 2026 | Keluarga Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi tengah menguatkan seluruh persiapan menyambut jenazah sang pahlawan yang dijadwalkan tiba pada Sabtu malam. Kepergian Zulmi yang gugur dalam tugas menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan-rekan sesama prajurit. Sebagai wujud rasa hormat, keluarga berupaya memastikan rumah serta lingkungan sekitar siap menerima kedatangan tubuhnya dengan khidmat.
Koordinasi dengan pihak militer dan aparat setempat juga menjadi prioritas. Keluarga menghubungi Komandan Resimen Infanteri 3/101, yang kemudian menugaskan tim penghormatan militer untuk menjemput jenazah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimahi. Tim tersebut dipimpin oleh Letnan Kolonel Rudi Hartono, yang menjelaskan prosedur standar dalam pemindahan jenazah prajurit berpangkat Mayor. “Kami akan mengiringi jenazah dengan kendaraan militer, menyiapkan honor guard, serta menunggu arahan keluarga terkait tata cara pemakaman,” tegasnya.
Selain menata fisik rumah, keluarga Zulmi juga menyusun agenda acara secara rinci. Pada Sabtu malam, setelah jenazah tiba, akan dilaksanakan upacara penghormatan di halaman rumah. Upacara tersebut mencakup penyalaan lilin, pembacaan doa, serta peletakan bendera merah putih setengah tiang selama tiga menit. Selanjutnya, prosesi pemakaman akan dilanjutkan ke Taman Pemakaman Umum Cimahi, dengan penyelenggaraan tahlilan yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.
Beberapa tokoh masyarakat dan pejabat daerah pun telah menyatakan kesediaannya untuk hadir. Wali Kota Cimahi, Ahmad Faisal, menyampaikan rasa dukanya melalui pesan resmi, menggarisbawahi jasa-jasanya Zulmi yang pernah memimpin operasi pengamanan daerah sekitar. “Kami akan memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Mayor Zulmi, yang telah mengabdikan dirinya demi bangsa,” tulisnya.
Dalam rangka memberikan dukungan moral, sejumlah organisasi veteran dan komunitas pecinta militer di wilayah Jawa Barat juga mengirimkan ucapan selamat kepada keluarga. Ketua Ikatan Veteran Infanteri (IVI) Jawa Barat, Budi Santoso, mengatakan, “Kita semua merasa kehilangan seorang pahlawan, namun kebersamaan dalam duka ini menunjukkan betapa kuatnya tali persaudaraan di antara kami. Kami siap membantu keluarga Zulmi dalam segala hal yang dibutuhkan.”
Persiapan logistik tidak kalah penting. Keluarga menyiapkan mobil van untuk menampung tamu yang datang dari luar kota, serta menyiapkan kursi tambahan bagi para pejabat yang diundang. Di samping itu, petugas kebersihan kota Cimahi diminta untuk membersihkan jalan di sekitar rumah keluarga Zulmi, sehingga prosesi penghormatan dapat berjalan lancar tanpa gangguan.
Sejumlah warga sekitar pun mengekspresikan rasa empati mereka. Salah satu tetangga, Budi Hartanto, mengaku akan membantu mengatur parkir kendaraan serta menyediakan tempat duduk darurat bagi orang tua yang datang. “Kami ingin memastikan bahwa keluarga Zulmi tidak harus khawatir tentang hal-hal teknis, melainkan dapat fokus pada proses perpisahan secara spiritual,” ungkapnya.
Pengaturan waktu kedatangan jenazah juga menjadi fokus utama. Menurut Letnan Kolonel Rudi, tim militer akan menjemput jenazah pada pukul 18.30 WIB, dengan perkiraan tiba di rumah keluarga sekitar pukul 19.00 WIB. Sesuai protokol, kendaraan militer akan menempuh rute khusus untuk menghindari kemacetan, sehingga prosesi tidak terlambat.
Selama menunggu kedatangan jenazah, keluarga menyiapkan buku tamu digital untuk mencatat kehadiran serta ucapan belasungkawa. Setiap kata yang dituliskan akan menjadi kenangan abadi bagi keluarga Zulmi, mengingat betapa pentingnya dukungan moral dalam masa berduka. “Kami berharap setiap orang yang hadir dapat menyampaikan rasa hormatnya dengan tulus, tanpa harus terburu-buru,” kata istri Zulmi.
Tak hanya itu, keluarga juga menyiapkan makanan khas daerah, seperti nasi liwet dan tahu gejrot, sebagai hidangan prasmanan bagi para tamu. Menurut Siti, penyediaan makanan tersebut merupakan wujud tradisi Jawa Barat dalam menyambut tamu, sekaligus cara untuk menguatkan ikatan sosial di antara para hadirin.
Dengan segala persiapan yang matang, diharapkan prosesi penyambutan jenazah Mayor Zulmi dapat berlangsung dengan khidmat dan tertib. Keluarga berharap bahwa penghormatan yang diberikan tidak hanya sekadar ritual, melainkan menjadi penghargaan atas pengorbanan yang telah diberikan sang mayor selama mengabdi pada negara.
Kesimpulannya, keluarga Mayor Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi menunjukkan keteguhan hati dalam menyiapkan segala sesuatunya menjelang tiba jenazah pada Sabtu malam. Koordinasi antara keluarga, militer, aparat kota, dan masyarakat sekitar menjadi kunci utama agar upacara penghormatan dapat terlaksana dengan lancar, menghormati jasa-jasanya serta memberikan dukungan moral yang kuat bagi keluarga yang berduka.