123Berita – 06 April 2026 | India telah meluncurkan sistem Kartu Kedatangan digital (e-Arrival Card) yang wajib diisi oleh setiap wisatawan sebelum menjejakkan kaki di wilayah negara tersebut. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah India untuk memperkuat kontrol kesehatan, memperlancar proses imigrasi, serta memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan arus wisatawan internasional.
Mulai dari hari ini, semua pelancong yang memasukkan India sebagai tujuan liburan harus mengakses portal resmi yang disediakan oleh Departemen Imigrasi India. Pengisian kartu kedatangan dapat dilakukan secara daring melalui perangkat smartphone, tablet, atau komputer, dan harus selesai setidaknya 24 jam sebelum keberangkatan. Kartu ini mencakup data pribadi, detail perjalanan, serta informasi kesehatan yang diperlukan untuk menilai risiko penyebaran penyakit menular.
Berikut adalah tahapan utama yang harus dilalui wisatawan dalam mengisi e-Arrival Card:
- Masuk ke situs resmi e-Arrival Card India.
- Masukkan data paspor, termasuk nomor, tanggal penerbitan, dan masa berlaku.
- Isi informasi mengenai jadwal penerbangan, nomor tiket, serta akomodasi yang telah dipesan.
- Jawab pertanyaan terkait riwayat kesehatan, termasuk gejala COVID-19, vaksinasi, dan perjalanan ke negara lain dalam 14 hari terakhir.
- Verifikasi kembali seluruh data dan submit formulir secara elektronik.
- Menerima konfirmasi berupa kode QR yang harus ditunjukkan kepada petugas imigrasi pada saat kedatangan.
Setelah formulir dikirim, sistem secara otomatis memproses data dan menghasilkan kode QR unik yang akan menjadi identitas digital turis selama proses pemeriksaan di bandara. Petugas imigrasi akan memindai kode tersebut, memverifikasi keabsahan informasi, dan melanjutkan proses masuk ke negara. Proses ini diharapkan dapat mengurangi waktu antrean di loket imigrasi hingga 30 persen, serta menurunkan risiko human error dalam pencatatan data.
Selain mempercepat prosedur imigrasi, e-Arrival Card juga berfungsi sebagai alat pemantauan kesehatan publik. Dengan mengumpulkan data kesehatan secara real‑time, otoritas India dapat dengan cepat mengidentifikasi potensi kasus penyebaran penyakit menular dan melakukan tindakan karantina atau isolasi bila diperlukan. Hal ini sejalan dengan kebijakan pasca‑pandemi yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan terhadap ancaman kesehatan global.
Penerapan kartu kedatangan digital ini tidak hanya berlaku bagi wisatawan rekreasi, tetapi juga bagi pelaku bisnis, mahasiswa, dan tenaga kerja asing yang berencana mengunjungi India. Semua kategori pengunjung diwajibkan mengisi kartu yang sama, meskipun beberapa bidang mungkin memerlukan informasi tambahan yang relevan dengan tujuan kunjungan mereka.
Para ahli pariwisata menilai bahwa langkah ini dapat meningkatkan citra India sebagai destinasi yang modern dan responsif terhadap kebutuhan era digital. “Digitalisasi proses kedatangan memberikan kenyamanan bagi wisatawan sekaligus memperkuat kontrol keamanan dan kesehatan,” ujar Dr. Ananya Singh, pakar kebijakan pariwisata di Universitas Delhi. “Jika diterapkan dengan baik, sistem ini dapat menjadi contoh bagi negara‑negara lain dalam mengelola arus wisatawan pasca‑COVID-19.”
Sementara itu, beberapa pelancong mengungkapkan kekhawatiran terkait potensi kebocoran data pribadi. Pemerintah India menegaskan bahwa semua informasi yang dikumpulkan akan disimpan dalam basis data yang dilindungi oleh standar keamanan siber internasional, serta hanya akan digunakan untuk keperluan imigrasi dan kesehatan.
Secara keseluruhan, e-Arrival Card menjadi inovasi penting dalam rangka meningkatkan efisiensi proses masuk, memperkuat pengawasan kesehatan, serta memperkuat reputasi India di mata wisatawan global. Bagi para traveler, persiapan yang matang dengan mengisi kartu kedatangan secara tepat waktu menjadi langkah awal yang krusial untuk memastikan perjalanan lancar tanpa hambatan administratif.
Dengan kebijakan ini, India berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan internasional sambil menjaga standar keamanan dan kesehatan yang tinggi. Pengalaman masuk yang lebih cepat dan terintegrasi diharapkan menjadi nilai tambah bagi destinasi ini, khususnya di tengah persaingan ketat di pasar pariwisata dunia.