Gubernur Sulawesi Tenggara Anggarkan Revitalisasi Infrastruktur Olahraga, Dukung Pembinaan Atlet di Kendari

Gubernur Sulawesi Tenggara Anggarkan Revitalisasi Infrastruktur Olahraga, Dukung Pembinaan Atlet di Kendari
Gubernur Sulawesi Tenggara Anggarkan Revitalisasi Infrastruktur Olahraga, Dukung Pembinaan Atlet di Kendari

123Berita – 07 April 2026 | Kendari, 25 April 2026 – Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memperkuat ekosistem olahraga dengan mengalokasikan dana signifikan bagi revitalisasi infrastruktur olahraga di kota terbesar provinsi. Anggaran yang disetujui dalam rapat koordinasi daerah ini mencakup renovasi stadion, pembangunan pusat pelatihan, serta peningkatan fasilitas pendukung bagi atlet berprestasi.

Revitalisasi ini mencakup sejumlah proyek utama di Kota Kendari, antara lain:

Bacaan Lainnya
  • Pemulihan dan modernisasi Stadion Betoambari, termasuk pemasangan sistem pencahayaan LED, pengerjaan ulang lapangan rumput sintetis, serta penambahan tribun penonton yang ramah difabel.
  • Pembangunan Pusat Pelatihan Olahraga Terpadu (PPTOT) yang akan menampung atlet cabang atletik, renang, dan bela diri, lengkap dengan ruang rehabilitasi, laboratorium kebugaran, dan fasilitas akomodasi.
  • Renovasi kompleks kolam renang Kota Kendari untuk mendukung program pembinaan perenang muda.
  • Peningkatan fasilitas olahraga sekolah menengah pertama (SMP) dan menengah atas (SMA) di seluruh kabupaten, termasuk penyediaan peralatan standar nasional.

Anggaran total yang dialokasikan mencapai Rp 450 miliar, dengan rincian 60% untuk renovasi stadion, 25% untuk pembangunan pusat pelatihan, dan sisanya difokuskan pada peningkatan fasilitas pendidikan dan program pembinaan atlet. Pemerintah provinsi menegaskan bahwa dana tersebut berasal dari APBD 2026 dan akan dipantau oleh tim khusus yang terdiri atas perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta perwakilan asosiasi olahraga.

Pembinaan atlet menjadi fokus utama dalam rencana jangka panjang. Gubernur Ali Mazi menambahkan bahwa selain memperbaiki fasilitas fisik, pemerintah akan menyiapkan beasiswa pelatihan, program beasiswa prestasi, serta kolaborasi dengan lembaga olahraga nasional untuk mengirimkan atlet ke pusat pelatihan berstandar internasional. “Kami tidak hanya ingin memiliki fasilitas yang bagus, tetapi juga memastikan bahwa para atlet mendapat dukungan teknis, medis, dan psikologis yang memadai,” ujarnya.

Para pemangku kepentingan, termasuk pelatih, pejabat asosiasi olahraga, dan perwakilan komunitas atlet, menyambut baik inisiatif ini. Ketua Persatuan Olahraga Atletik Sulawesi Tenggara, Rudi Hartono, menyatakan harapannya bahwa stadion yang direnovasi akan menjadi tuan rumah kompetisi tingkat provinsi maupun nasional, yang dapat meningkatkan eksposur daerah serta menumbuhkan minat generasi muda untuk berolahraga.

Selain manfaat bagi atlet, revitalisasi infrastruktur olahraga diharapkan dapat merangsang ekonomi lokal. Proyek konstruksi dan renovasi diperkirakan akan melibatkan lebih dari 2.000 tenaga kerja lokal, serta menciptakan peluang usaha bagi pemasok material, vendor layanan kebersihan, dan sektor pariwisata olahraga. “Kegiatan olahraga berskala besar dapat menjadi magnet wisata, khususnya jika kita mampu menyelenggarakan acara-acara bergengsi,” kata Bupati Kendari Selatan, Andi Sulaiman.

Implementasi proyek akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan penyelesaian renovasi Stadion Betoambari pada kuartal ketiga 2026. Pembangunan pusat pelatihan diperkirakan selesai pada akhir 2027, sementara peningkatan fasilitas sekolah akan berlanjut hingga 2028. Pemerintah Provinsi berjanji akan menyediakan laporan transparan melalui portal resmi, sehingga masyarakat dapat memantau progres serta penggunaan dana secara akuntabel.

Langkah ini sejalan dengan program nasional “Indonesia Maju melalui Olahraga” yang menargetkan peningkatan prestasi olahraga Indonesia dalam Olimpiade 2028. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, Sulawesi Tenggara berharap dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama provinsi di panggung internasional.

Secara keseluruhan, alokasi dana revitalisasi infrastruktur olahraga dan program pembinaan atlet yang diusung Gubernur Ali Mazi menandai komitmen serius pemerintah provinsi dalam mengembangkan potensi olahraga sebagai pilar pembangunan sosial dan ekonomi. Diharapkan, upaya ini tidak hanya meningkatkan kinerja atlet, tetapi juga menumbuhkan budaya hidup sehat di kalangan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Pos terkait