Freeport Indonesia Rayakan HUT ke-59, Tekankan Keselamatan dan Upaya Pemulihan Operasional

Freeport Indonesia Rayakan HUT ke-59, Tekankan Keselamatan dan Upaya Pemulihan Operasional
Freeport Indonesia Rayakan HUT ke-59, Tekankan Keselamatan dan Upaya Pemulihan Operasional

123Berita – 09 April 2026 | Timika – Perayaan ulang tahun ke-59 PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi momen penting bagi perusahaan tambang terbesar di Indonesia. Di tengah sorotan atas kecelakaan yang menelan korban jiwa pada tahun-tahun terakhir, manajemen menegaskan kembali komitmen terhadap keselamatan kerja, pemulihan produksi, serta kontribusi ekonomi dan sosial bagi daerah Papua.

Acara peringatan dihadiri oleh Presiden Direktur Tony Wenas bersama jajaran eksekutif PTFI. Upacara dimulai dengan penempatan karangan bunga di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) untuk memperingati tujuh pekerja yang gugur dalam insiden longsor pada September 2025, serta dua karyawan yang meninggal akibat insiden penembakan pada awal 2026. “Kami mengenang mereka dengan rasa duka yang mendalam. Kehilangan anggota keluarga sangat menyakitkan, dan kami bertekad agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Tony Wenas.

Bacaan Lainnya

Setelah upacara, Tony melakukan inspeksi ke tambang terbuka Grasberg dan area tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone (DMLZ). Kunjungan tersebut bertujuan menilai kembali standar keselamatan, serta meninjau langkah-langkah pengamanan ekstra yang telah diterapkan bersama aparat keamanan, mengingat status PTFI sebagai objek vital nasional.

Dalam pidatonya, Tony menekankan pentingnya mengedepankan keselamatan di setiap lini operasional. “Masuk usia ke-59, kami sudah mencatat perjalanan panjang sebagai salah satu perusahaan asing dengan masa operasi terlama di Indonesia. Kami tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kontribusi ekonomi PTFI selama tahun 2025 tercatat signifikan. Perusahaan menyetor sekitar Rp70 triliun kepada negara melalui pajak, royalti, dividen, dan penerimaan lainnya. Selain itu, investasi sosial PTFI hampir mencapai Rp2 triliun, dengan rencana penambahan investasi sekitar US$100 juta (sekitar Rp1,5 triliun) per tahun hingga operasi pertambangan berakhir. Program-program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelatihan kerja bagi penduduk Papua.

  • Pajak, royalti, dan dividen: Rp70 triliun (2025)
  • Investasi sosial: hampir Rp2 triliun (2025)
  • Rencana investasi tahunan: US$100 juta / Rp1,5 triliun
  • Tenaga kerja: lebih dari 30.000 orang, 40% berasal dari Papua

PTFI menegaskan bahwa kontribusi sosial tidak terlepas dari keberlanjutan operasional tambang. Dengan lebih dari 30 ribu karyawan, perusahaan berupaya meningkatkan partisipasi tenaga kerja lokal, sekaligus meningkatkan standar keselamatan melalui penambahan personel keamanan di area tambang.

Setelah insiden pada akhir 2025, produksi PTFI masih dalam fase pemulihan, mencapai sekitar 40‑50 persen dari kapasitas maksimal. Manajemen menargetkan pemulihan produksi mendekati 100 persen pada akhir tahun 2026, dan mencapai kapasitas penuh pada kuartal pertama tahun berikutnya. “Kami berkomitmen untuk menyediakan produksi yang aman, terjamin, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh bangsa, negara, dan masyarakat sekitar,” tegas Tony.

Peningkatan harga komoditas mineral global menjadi faktor pendukung optimisme perusahaan. Tony menambahkan, “Dengan harga mineral yang tetap tinggi, kami yakin kontribusi ekonomi dapat terus meningkat, asalkan kami tetap mematuhi standar keselamatan dan operasional yang ketat,” ia menutup dengan menekankan pentingnya praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Secara keseluruhan, perayaan HUT ke-59 bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi komprehensif atas tantangan, pencapaian, dan arah strategis PTFI ke depan. Keselamatan karyawan, pemulihan produksi, serta kontribusi sosial‑ekonomi menjadi pilar utama yang akan terus dijaga selama masa operasional berkelanjutan.

Pos terkait