123Berita – 07 April 2026 | Senin malam, 6 April 2026, Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar menjadi saksi bisu dari salah satu pertarungan paling menggelegar dalam rangkaian pekan ke-26 BRI Super League 2025/26. Bali United menurunkan skuad terbaiknya melawan PSBS Biak, tim yang dikenal dengan julukan Badai Pasifik. Pertandingan yang dijadwalkan pada jam malam WITA berakhir dengan skor telak 6-1 untuk tuan rumah, menandai lonjakan poin signifikan bagi sang pemenang sekaligus menjerumuskan tamu ke dasar klasemen.
Babak pertama dimulai dengan nada menegangkan. PSBS Biak berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-30 lewat gol dari Mohcine Hassan. Gol tersebut terjadi setelah rebound dari tendangan penalti yang sempat ditendang ke luar oleh kiper Bali United, memanfaatkan ruang sempit di kotak penalti. Gol pertama itu memberikan harapan bagi PSBS, yang pada saat itu tampak mampu menahan tekanan serangan Bali United yang mengandalkan kecepatan sayap kanan.
Namun, keunggulan PSBS tidak bertahan lama. Hanya tujuh menit setelah gol lawan, Bali United menyamakan kedudukan lewat serangan balik cepat yang diakhiri oleh Teppei Yachida pada menit ke-37. Momentum itu berlanjut menjadi serangkaian gol beruntun. Joao Ferrari, penyerang asal Brasil, menorehkan dua gol dalam rentang delapan menit (menit ke-40 dan ke-48), memperlebar keunggulan tuan rumah menjadi 3-1. Gol ketiga dari Ferrari menegaskan dominasi lini serang Bali United yang kini bergerak dengan ritme tinggi.
- Menit 37: Teppei Yachida (1-1)
- Menit 40: Joao Ferrari (2-1)
- Menit 48: Joao Ferrari (3-1)
- Menit 63: Diego Campos (4-1)
- Menit 81: Jordi Bruin (5-1)
- Menit 92+2: Boris Kopitovic (6-1)
Gol kedelapan datang melalui Diego Campos pada menit ke-63, menambah jarak antara kedua tim. Pada menit ke-81, Jordi Bruin menambah gol kelima Bali United, menandai kontribusi penting pemain muda dalam pertandingan tersebut. Gol penutup dicanangkan oleh Boris Kopitovic pada menit tambahan kedua babak kedua, menegaskan kemenangan telak 6-1.
Hasil ini memberikan dampak langsung pada klasemen sementara. Bali United, yang dipimpin oleh pelatih asal Belanda Johnny Jansen, kini mengumpulkan 36 poin dari 26 laga dan melaju ke dalam 10 besar. Poin tambahan tersebut mengangkat posisi mereka ke zona yang lebih aman, sekaligus membuka peluang untuk bersaing dalam putaran akhir liga. Sebaliknya, PSBS Biak hanya menambah satu poin, berakhir dengan total 18 poin. Mereka kini terbenam di dasar klasemen, terpaut dua poin dari dua tim zona merah lainnya, Semen Padang dan Madura United, yang masing-masing memiliki 20 poin.
Pelatih Johnny Jansen menyampaikan rasa puas atas performa timnya di sela-sela konferensi pers pasca pertandingan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam mengeksekusi serangan cepat serta disiplin defensif. “Kami memanfaatkan setiap peluang yang ada, terutama dalam transisi. Penampilan pemain muda seperti Yachida dan Bruin menunjukkan bahwa kedalaman skuad kami siap menghadapi tekanan di fase krusial,” ujar Jansen. Di sisi lain, pelatih PSBS Biak mengaku kecewa dengan hasil yang diterima, namun menekankan bahwa timnya akan melakukan evaluasi mendalam untuk menghindari degradasi lebih lanjut.
Dengan hasil ini, dinamika kompetisi BRI Super League semakin menarik. Bali United menegaskan ambisinya untuk kembali bersaing di puncak klasemen, sementara PSBS Biak harus berjuang keras untuk menghindari zona relegasi. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian bagi kedua tim dalam mengatur strategi dan mentalitas. Bagi para pendukung, kemenangan spektakuler ini menjadi bukti bahwa Bali United dapat bangkit dari performa menengah menjadi kontender yang patut diperhitungkan di sisa musim.