123Berita – 04 April 2026 | Setelah menembus atmosfer Bumi pada 4 April 2026, pesawat berawak Artemis II telah mengorbit planet ini selama tiga hari penuh. Empat astronot – Komandan Reid Wiseman, Pilot Victor Glover, serta dua Spesialis Misi, Christina Koch dan Jeremy Hansen – kini berada di tengah rangkaian prosedur persiapan untuk melakukan observasi bulan pada 6 April 2026. Misi ini menandai langkah pertama manusia kembali ke luar angkasa dengan tujuan mengelilingi Bulan, sekaligus menjadi batu loncatan bagi pendaratan berawak selanjutnya.
Pada tahap awal, kru melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Setiap anggota menjalani pemantauan vital, termasuk pengukuran tekanan darah, kadar oksigen, serta evaluasi fungsi otot dan tulang melalui perangkat medis yang terpasang di modul habitable. Hasil awal menunjukkan semua anggota tim berada dalam kondisi optimal, meski mereka telah mengalami penurunan massa otot ringan akibat mikrogravitasi.
Selanjutnya, tim fokus pada verifikasi sistem navigasi dan komunikasi. Dengan mengandalkan jaringan Deep Space Network (DSN) di Bumi, para insinyur di Mission Control melakukan tes sinyal radio, memastikan bahwa perintah dapat diteruskan secara real‑time dan data ilmiah dapat diunduh tanpa gangguan. Pada hari ketiga, Artemis II berhasil menembus jarak 150 km dari permukaan Bumi dengan akurasi posisi yang berada dalam toleransi ±10 meter, menandakan bahwa modul propulsi dan sensor inersia berfungsi sebagaimana mestinya.
Selain tugas teknis, para astronot juga melaksanakan beberapa eksperimen mikrogravitasi yang dirancang untuk mengumpulkan data penting bagi misi lunar berikutnya. Di antaranya:
- Eksperimen pertumbuhan sel tanaman Arabidopsis dalam kondisi tanpa gravitasi untuk menilai potensi pertanian di luar angkasa.
- Pengujian material komposit baru yang akan digunakan pada struktur modul lunar, dengan tujuan mengukur perubahan sifat mekanik setelah terpapar radiasi kosmik.
- Pengambilan sampel plasma darah untuk mempelajari respon imun tubuh manusia dalam lingkungan ruang angkasa.
Pengamatan Bumi juga menjadi agenda penting. Menggunakan kamera beresolusi tinggi yang terpasang di luar pesawat, kru memotret pola awan, perubahan tutupan es di kutub, serta pergerakan lautan. Gambar-gambar ini tidak hanya memperkaya basis data ilmiah, tetapi juga memberikan visual yang menakjubkan bagi publik di seluruh dunia.
Selama tiga hari pertama, Artemis II juga melakukan simulasi prosedur darurat, termasuk skenario kebocoran oksigen dan kegagalan sistem daya. Setiap skenario dijalankan dengan protokol yang ketat, memungkinkan kru mengasah respon cepat dan koordinasi tim. Hasil simulasi menunjukkan bahwa prosedur pemulihan dapat dijalankan dalam waktu kurang dari lima menit, sebuah capaian penting mengingat risiko tinggi dalam misi luar angkasa.
Menjelang akhir hari ketiga, fokus beralih ke persiapan orbit lunar. Tim di Bumi mengirimkan serangkaian perintah koreksi lintasan (mid‑course correction) yang akan menyesuaikan jalur Artemis II sehingga pesawat dapat melakukan flyby pada 6 April. Perhitungan trajektori melibatkan faktor-faktor seperti gravitasi Bumi, tarikan lunar, serta pengaruh tekanan radiasi matahari. Semua perhitungan telah divalidasi oleh tim astrodynamics NASA, menegaskan bahwa Artemis II berada pada jalur yang tepat untuk mencapai titik terdekat dengan Bulan pada hari yang dijadwalkan.
Keberhasilan tiga hari pertama ini memberikan keyakinan bahwa misi Artemis II berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan utama: mengorbit Bulan, mengumpulkan data ilmiah, dan mempersiapkan pendaratan manusia selanjutnya pada Artemis III. Lebih dari sekadar pencapaian teknologi, misi ini menginspirasi generasi baru penjelajah ruang angkasa, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional dalam eksplorasi luar angkasa.
Dengan dukungan penuh dari komunitas ilmiah dan publik, Artemis II siap melanjutkan perjalanan mengelilingi Bulan, menandai babak penting dalam kembali manusia ke satelit alami Bumi. Setiap langkah yang diambil selama tiga hari pertama menjadi fondasi bagi keberhasilan fase berikutnya, dan menegaskan tekad NASA untuk menjadikan manusia kembali ke Bulan dalam dekade ini.





