123Berita – 05 April 2026 | Arsenal kembali menapaki jalur Piala FA 2025/2026 dengan satu misi jelas: mengamankan tiket ke Wembley. Pertemuan melawan Southampton di St. Mary’s Stadium menjadi batu ujian bagi Mikel Arteta dan skuadnya yang bertekad menorehkan kembali kejayaan di kompetisi tradisional Inggris tersebut. Meski lawan yang tampak tangguh, Gunners menatap laga ini sebagai peluang emas untuk memperkuat posisi mereka dalam kompetisi domestik sekaligus menghidupkan kembali semangat menjuarai Wembley yang sudah lama meredup.
Sejak terakhir menjejak Wembley pada musim 2019/2020, Arsenal belum berhasil menembus final Piala FA. Kekalahan tipis melawan Chelsea di semifinal 2022/2023 menambah beban mental yang ingin segera dihapus Arteta. Di era baru ini, sang manajer menekankan pentingnya konsistensi di semua kompetisi, namun fokus utama tetap pada kemampuan tim untuk melaju jauh di ajang knockout yang menuntut ketangguhan mental dan taktik yang tepat.
Perjalanan Arsenal menuju babak ketiga ini tidaklah mudah. Pada putaran sebelumnya, mereka berhasil mengalahkan tim Liga Championship, Nottingham Forest, dengan skor meyakinkan 3‑1 berkat penampilan gemilang Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli. Kemenangan tersebut menegaskan kemampuan lini serang Gunners dalam menciptakan peluang berbahaya serta menampilkan pertahanan yang cukup solid. Sekarang, tantangan berikutnya datang dari Southampton, tim yang dikenal disiplin dan tak kenal takut menghadapi lawan kuat.
Southampton sendiri menyiapkan strategi defensif yang rapat. Pelatih Ralph Hasenhüttl menekankan pada pressing tinggi serta transisi cepat ketika merebut bola. Di lini tengah, James Ward-Prowse tetap menjadi otak pengatur irama permainan, sementara striker Che Adams menjadi ancaman utama di depan gawang. Meskipun berada di papan tengah klasemen Premier League, Southampton kerap menunjukkan kemampuan untuk mengacaukan tim-tim besar, sehingga Arsenal tidak boleh meremehkan lawan ini.
Dari sudut pandang taktik, Arteta diperkirakan akan menurunkan formasi 4‑3‑3 dengan fokus pada penguasaan bola di lini tengah. Granit Xhaka dan Thomas Partey diharapkan dapat menahan tekanan serangan Southampton, sementara Martin Ødegaard menjadi penghubung utama antara lini tengah dan serangan. Di sisi depan, Saka dan Martinelli akan memanfaatkan kecepatan serta kemampuan dribbling mereka untuk membuka ruang di sayap, sedangkan Gabriel Jesus atau Eddie Nketiah akan menjadi target utama di kotak penalti.
Keberhasilan Arsenal sangat bergantung pada konsistensi performa pemain kunci. Bukayo Saka, yang sudah menjadi andalan tim nasional Indonesia, diharapkan mampu memberikan kontribusi lewat gol atau assist. Di sisi lain, Martinelli harus menunjukkan evolusi dari pemain muda menjadi penyerang kelas dunia. Di lini pertahanan, William Saliba dan Gabriel Magalhães dituntut memberikan kestabilan serta menghalau serangan balasan Southampton yang mengandalkan kecepatan di sayap.
Jika Arsenal berhasil menaklukkan Southampton, mereka tidak hanya melangkah ke perempat final, melainkan juga menambah kepercayaan diri menjelang sisa musim Premier League. Tiket ke Wembley bukan sekadar impian, melainkan simbol kebangkitan kembali tradisi mengukir trofi di kompetisi domestik Inggris. Bagi pendukung Gunners, kemenangan ini akan menjadi sinyal kuat bahwa klub kembali berada pada jalur yang tepat untuk meraih gelar-gelar bergengsi.
Kesimpulannya, laga antara Arsenal dan Southampton di FA Cup menjadi pertarungan strategis antara tekad Arsenal untuk kembali menjejak Wembley dan keuletan Southampton yang tak ingin menjadi korban. Dengan persiapan matang, formasi yang tepat, serta performa pemain kunci yang optimal, Arsenal memiliki peluang besar untuk melaju ke babak berikutnya. Namun, sepak bola tetap tak dapat diprediksi, dan satu kesalahan kecil saja bisa mengubah nasib kedua tim. Semua mata kini tertuju pada St. Mary’s, menantikan aksi yang akan menentukan siapa yang layak melangkah lebih jauh dalam perjalanan menuju final bergengsi di Wembley.





