123Berita – 05 April 2026 | Sejumlah 3.346 calon jamaah haji yang berasal dari Kabupaten Bekasi telah menyelesaikan rangkaian bimbingan Manasik Haji yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para jamaah secara mental, spiritual, dan administratif sebelum menapaki ibadah suci di Tanah Suci.
Manasik Haji Bekasi dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemenag Kabupaten Bekasi selama tiga hari, dimulai pada tanggal 10 September hingga 12 September 2024. Seluruh peserta menjalani serangkaian materi yang mencakup tata cara pelaksanaan ibadah haji, simulasi ritual-ritual utama, serta pengetahuan tentang kesehatan dan keamanan selama menjalankan ibadah.
Persiapan mental dan spiritual menjadi fokus utama dalam program ini. Panitia menekankan pentingnya memahami makna setiap rukun haji, menginternalisasi nilai-nilai keimanan, serta menguatkan niat yang tulus. “Manasik bukan sekadar pelatihan fisik, melainkan juga proses pendewasaan spiritual yang membantu jamaah menyiapkan hati untuk beribadah di bumi suci,” ujar Kepala KUA Kabupaten Bekasi, Ustadz Abdul Rahman.
Rangkaian materi yang disajikan meliputi:
- Pengenalan sejarah dan tujuan haji.
- Simulasi wukuf di Arafah, tawaf, sa’i, serta penyembelihan kurban.
- Penjelasan prosedur administrasi, termasuk visa, tiket, dan asuransi perjalanan.
- Pembekalan kesehatan, termasuk vaksinasi, pencegahan penyakit menular, dan penanganan darurat.
- Etika berinteraksi dengan jamaah internasional serta tata krama dalam beribadah.
Selain ceramah, peserta juga diajarkan melalui praktik langsung menggunakan peralatan simulasi yang meniru kondisi nyata di Mekah dan Madinah. Hal ini bertujuan agar para calon jamaah dapat merasakan alur perjalanan haji secara visual dan fisik sebelum benar‑benar berangkat.
Para pejabat Kementerian Agama menegaskan bahwa jumlah jamaah yang mengikuti Manasik ini mencerminkan komitmen Kabupaten Bekasi dalam mendukung program haji pemerintah. “Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan ibadah, sehingga setiap jamaah dapat menunaikan haji dengan tenang dan khusyuk,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Dr. H. Yuniarti.
Berbagai testimoni positif juga muncul dari para peserta. Salah satu jamaah, Ahmad Zaky, mengungkapkan rasa lega setelah mengikuti pelatihan. “Saya dulu merasa cemas karena belum pernah ke luar negeri, tetapi setelah mengikuti Manasik, saya lebih yakin dan siap secara mental,” katanya. Sementara itu, Ibu Siti Nurhaliza, yang akan menunaikan haji bersama suami, menambahkan, “Kita belajar banyak tentang cara mengatur waktu, menjaga kesehatan, dan bersikap sabar selama ibadah. Ini sangat membantu saya sebagai ibu rumah tangga.”
Logistik dan keamanan juga menjadi perhatian utama panitia. Setiap peserta diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap, termasuk tes COVID‑19, sebelum diberi sertifikat kelayakan. Transportasi darat ke pelabuhan keberangkatan di Tanjung Priok diatur secara terpusat, dengan jadwal yang telah disesuaikan untuk menghindari kepadatan.
Keberangkatan jamaah dijadwalkan pada awal Oktober 2024, dengan tujuan utama menunaikan ibadah haji pada musim haji berikutnya. Dari total 3.346 peserta, sekitar 2.800 di antaranya telah memenuhi semua persyaratan administratif dan medis, sehingga siap berangkat pada tanggal yang telah ditentukan. Sisanya masih dalam proses penyelesaian dokumen.
Secara keseluruhan, bimbingan Manasik Haji Bekasi ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, melainkan juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas antar jamaah. Dengan persiapan yang matang, diharapkan para jamaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar, khusyuk, dan selamat, serta kembali membawa berkah bagi keluarga dan masyarakat di Kabupaten Bekasi.





