Waspada! Penggunaan Tetes Mata Steroid Tanpa Resep Dapat Memicu Katarak Dini pada Anak dan Dewasa

Waspada! Penggunaan Tetes Mata Steroid Tanpa Resep Dapat Memicu Katarak Dini pada Anak dan Dewasa
Waspada! Penggunaan Tetes Mata Steroid Tanpa Resep Dapat Memicu Katarak Dini pada Anak dan Dewasa

123Berita – 09 April 2026 | Penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama karena kemudahan akses melalui apotek bebas atau penjual online. Namun, para ahli mata memperingatkan risiko serius yang dapat timbul bila obat tersebut dipakai secara sembarangan tanpa pengawasan dokter. Salah satu bahaya paling mengkhawatirkan adalah peningkatan tekanan intraokular yang berpotensi mempercepat terbentuknya katarak, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak dan orang dewasa dengan kondisi mata tertentu.

Dokter spesialis mata dari rumah sakit ternama menegaskan bahwa steroid, meski efektif mengurangi peradangan dan infeksi pada mata, memiliki efek samping yang tidak dapat diabaikan. Penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dapat menurunkan kemampuan drainase cairan pada bola mata, sehingga tekanan di dalamnya meningkat. Tekanan yang berkelanjutan dapat merusak lensa mata, memicu katarak dini yang biasanya baru muncul pada usia lanjut.

Bacaan Lainnya

Berbeda dengan antibiotik atau tetes mata antihistamin yang relatif aman bila dipakai sesuai petunjuk, tetes mata steroid memerlukan evaluasi medis terlebih dahulu. Dokter mata biasanya akan melakukan pemeriksaan tonometri untuk mengukur tekanan intraokular sebelum meresepkan obat ini. Jika pasien memiliki riwayat glaukoma, hipertensi sistemik, atau riwayat katarak keluarga, risiko komplikasi menjadi lebih tinggi.

Berikut ini beberapa poin penting yang harus dipahami masyarakat sebelum memutuskan menggunakan tetes mata steroid:

  • Resep dokter wajib: Hanya dokter spesialis mata yang berhak meresepkan obat ini setelah menilai kondisi mata secara menyeluruh.
  • Jangka waktu penggunaan terbatas: Steroid biasanya hanya diberikan selama beberapa hari hingga satu minggu, tergantung keparahan peradangan.
  • Pantau tekanan mata secara berkala: Pemeriksaan tonometri secara rutin diperlukan untuk mendeteksi peningkatan tekanan sejak dini.
  • Hindari penggunaan pada anak tanpa pengawasan: Anak-anak memiliki respons yang lebih sensitif terhadap perubahan tekanan intraokular.
  • Waspadai gejala peringatan: Jika muncul penglihatan kabur, nyeri mata, atau sensasi tekanan, segera konsultasikan ke dokter.

Kasus-kasus katarak dini akibat penggunaan steroid secara tidak tepat memang masih terbilang jarang, namun data klinis menunjukkan tren peningkatan ketika obat ini dijual bebas tanpa kontrol. Menurut data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), penjualan tetes mata steroid dalam bentuk bebas meningkat sebesar 35% dalam dua tahun terakhir, terutama melalui platform e‑commerce. Peningkatan tersebut menimbulkan keprihatinan karena konsumen cenderung mengandalkan rekomendasi non‑medis, seperti iklan atau testimoni di media sosial, tanpa mempertimbangkan risiko kesehatan jangka panjang.

Selain risiko katarak, penggunaan steroid yang tidak tepat dapat menimbulkan komplikasi lain, seperti infeksi sekunder, perforasi kornea, dan bahkan kebutaan jika tidak ditangani dengan cepat. Karena itu, edukasi publik menjadi kunci utama dalam menurunkan angka penyalahgunaan. Pemerintah bersama asosiasi dokter mata telah meluncurkan kampanye “Mata Sehat, Penggunaan Bijak” yang menargetkan sekolah, komunitas, dan penyedia layanan kesehatan primer.

Dalam konteks kebijakan, BPOM telah mengeluarkan regulasi yang memperketat peredaran obat tetes mata steroid, menuntut adanya label peringatan yang jelas serta melarang penjualan tanpa resep dokter. Meskipun demikian, tantangan tetap ada pada penegakan regulasi di lapangan, terutama di daerah pedesaan yang akses ke dokter mata terbatas.

Para profesional kesehatan juga menyarankan alternatif pengobatan non‑steroid untuk kondisi peradangan ringan, seperti penggunaan tetes mata berbasis antihistamin atau salep mata yang mengandung air mata buatan. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi risiko komplikasi, tetapi juga membantu mengurangi beban ekonomi bagi pasien yang harus melakukan kontrol rutin.

Kesimpulannya, penggunaan obat tetes mata steroid tanpa resep dokter bukanlah keputusan yang boleh diambil secara sembarangan. Risiko peningkatan tekanan intraokular yang dapat memicu katarak dini, terutama pada anak-anak, menuntut kesadaran dan tindakan preventif dari semua pihak. Konsultasi dengan dokter spesialis mata, mengikuti anjuran penggunaan, dan melakukan kontrol mata secara berkala adalah langkah terbaik untuk melindungi kesehatan penglihatan jangka panjang.

Pos terkait