Warga Parigi Moutong Kembali ke Rumah, Upaya Penanganan Pascabanjir BPBD Terus Digencarkan

Warga Parigi Moutong Kembali ke Rumah, Upaya Penanganan Pascabanjir BPBD Terus Digencarkan
Warga Parigi Moutong Kembali ke Rumah, Upaya Penanganan Pascabanjir BPBD Terus Digencarkan

123Berita – 04 April 2026 | Setelah berhari-hari terjaga oleh ancaman kenaikan air, warga di wilayah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kini dapat mengembalikan diri ke rumah masing-masing. Penurunan level sungai dan curah hujan yang berkurang menyebabkan air banjir surut, menandai babak baru dalam proses pemulihan pascabanjir. Meskipun demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa penanganan masih terus berlanjut untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

BPBD Sulawesi Tengah, yang dipimpin oleh Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Sigit Prabowo, menjelaskan bahwa tim penanganan masih melakukan survei intensif pada area-area yang belum sepenuhnya bersih. “Kami belum bisa mengumumkan penanganan selesai karena masih ada rumah-rumah yang terendam sampah, kerusakan pada jaringan listrik, dan potensi risiko kesehatan akibat air yang menggenang,” ungkap Sigit dalam sebuah konferensi pers pada Senin (3 April 2026). Ia menambahkan bahwa tim lapangan bekerja 24 jam dengan dukungan relawan, TNI, serta aparat kepolisian untuk mempercepat proses pemulihan.

Bacaan Lainnya

Langkah-langkah konkret yang sedang dijalankan meliputi:

  • Pembersihan dan pemulihan jalur evakuasi utama, termasuk perbaikan jembatan rusak yang menghubungkan desa-desa di sekitar sungai.
  • Penyediaan paket bantuan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya bagi keluarga yang kehilangan harta benda.
  • Pengujian kualitas air bersih di sumur dan instalasi PDAM, serta distribusi air bersih melalui mobil tangki bagi wilayah yang masih belum terlayani.
  • Pemasangan lampu darurat di jalan utama dan pengaturan kembali jaringan listrik yang sempat terputus.

Selain upaya teknis, BPBP juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat mengenai pencegahan penyakit menular yang sering muncul setelah banjir. Tim kesehatan daerah melakukan penyuluhan tentang sanitasi, cara mengolah air minum, serta pentingnya vaksinasi tetanus bagi mereka yang mengalami luka akibat puing-puing. “Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami tidak hanya membersihkan, tetapi juga memastikan tidak ada wabah yang menyusul,” tegas Sigit.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Kepala Desa Duma, Budi Santoso, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan warga kembali ke rumah. “Kami berterima kasih kepada BPBD, TNI, dan semua relawan yang membantu. Namun, kami masih membutuhkan dukungan dalam perbaikan rumah yang rusak parah,” ujarnya. Budi menambahkan bahwa sebagian besar rumah masih membutuhkan perbaikan struktural, terutama atap yang rusak akibat tekanan air.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga telah mengalokasikan dana tambahan sebesar Rp 5 miliar melalui program bantuan sosial daerah (Bansos) untuk membantu proses rehabilitasi rumah dan infrastruktur publik. Dana tersebut akan dikelola secara transparan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Badan Pengelolaan Keuangan Daerah.

Para ahli kebencanaan menilai bahwa kejadian banjir ini merupakan indikasi perubahan iklim yang semakin mempengaruhi pola cuaca di wilayah Indonesia, khususnya di pulau Sulawesi. Dr. Rina Wijayanti, pakar lingkungan dari Universitas Hasanuddin, menyatakan, “Frekuensi curah hujan ekstrem meningkat, sehingga daerah-daerah rendah seperti Parigi Moutong menjadi lebih rentan. Penanggulangan harus tidak hanya reaktif, melainkan juga proaktif melalui pembangunan infrastruktur tahan banjir dan sistem peringatan dini yang lebih canggih.”

Seiring dengan upaya penanggulangan, pihak berwenang juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama bila curah hujan kembali meningkat. BPBD menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan kondisi jalan, titik rawan banjir, serta kerusakan fasilitas umum yang belum teridentifikasi.

Dengan berjalannya proses pemulihan, harapan besar menumpuk pada masyarakat Parigi Moutong untuk kembali membangun kehidupan normal. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat sistem mitigasi bencana, memperbaiki jaringan drainase, dan meningkatkan kesiapsiagaan melalui pelatihan rutin bagi penduduk. Keberhasilan penanganan ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa di masa depan.

Secara keseluruhan, situasi di Parigi Moutong menunjukkan kemajuan signifikan, namun tantangan belum berakhir. Penanganan pascabanjir yang berkesinambungan, dukungan dana, serta partisipasi aktif warga menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa pulihnya tidak hanya bersifat sementara, melainkan berkelanjutan.

Pos terkait