Wali Kota Solok Pimpin Gotong Royong Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran di Tanah Garam

Wali Kota Solok Pimpin Gotong Royong Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran di Tanah Garam
Wali Kota Solok Pimpin Gotong Royong Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran di Tanah Garam

123Berita – 06 April 2026 | Solok, 5 April 2026 – Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, memimpin langsung serangkaian kegiatan gotong royong yang diorganisir Pemerintah Kota Solok untuk membangun kembali rumah-rumah warga yang hangus terbakar di Kelurahan Tanah Garam. Aksi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap korban kebakaran serta upaya mempercepat pemulihan lingkungan hidup di kawasan tersebut.

Insiden kebakaran yang melanda beberapa rumah warga pada akhir pekan lalu menimbulkan kerugian material yang cukup signifikan. Menurut laporan awal, api muncul pada malam hari dan menyebar dengan cepat karena kondisi bangunan yang mayoritas terbuat dari bahan kayu ringan. Akibatnya, tiga rumah mengalami kerusakan total sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan sebagian. Tidak ada laporan korban jiwa, namun para penghuni harus mengungsi ke rumah kerabat atau tempat penampungan sementara.

Bacaan Lainnya

Menanggapi situasi tersebut, Pemkot Solok segera mengkoordinasikan bantuan melalui Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pada Senin, 3 April 2026, Wali Kota Ramadhani Kirana Putra mengumumkan rencana gotong royong yang melibatkan aparat pemerintah, tokoh masyarakat, serta relawan lokal. Rencana tersebut mencakup pembangunan ulang tiga rumah yang hancur total serta perbaikan pada dua rumah yang mengalami kerusakan sebagian.

Pelaksanaan gotong royong dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan kedatangan tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum yang mempresentasikan desain sementara yang akan diaplikasikan. Desain tersebut menekankan penggunaan material yang lebih tahan api, seperti bata ringan dan atap metal, serta penerapan sistem ventilasi yang lebih baik untuk mengurangi risiko kebakaran di masa mendatang. Seluruh proses pembangunan direncanakan selesai dalam waktu dua minggu, mengingat kebutuhan mendesak para korban untuk kembali menempati rumah mereka.

Selama acara pembukaan, Wali Kota Solok menegaskan pentingnya semangat gotong royong sebagai budaya lokal yang dapat memperkuat solidaritas sosial. “Kami tidak hanya membangun kembali dinding dan atap, tetapi juga membangun kembali harapan dan rasa aman warga Tanah Garam,” ujar Ramadhani Kirana Putra. Ia menambahkan bahwa pemerintah kota akan terus memantau proses pembangunan dan memastikan standar kualitas bangunan terpenuhi.

Para relawan yang hadir terdiri dari anggota Karang Taruna, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Solok, serta beberapa organisasi kemasyarakatan. Mereka dibagi menjadi tim-tim khusus, antara lain tim penggalian fondasi, tim pemasangan rangka, dan tim finishing interior. Selain tenaga kerja, donatur lokal turut menyumbangkan material seperti semen, pasir, dan besi beton. Semua kontribusi tersebut dicatat secara transparan dalam laporan harian yang dipublikasikan oleh Sekretariat Daerah.

Penghuni rumah yang menjadi korban kebakaran menyambut baik inisiatif pemerintah. Salah satu kepala keluarga, Budi Santoso, menyatakan rasa terima kasih yang mendalam. “Kami sangat terbantu, terutama karena rumah adalah tempat paling penting bagi kami. Dengan bantuan ini, kami dapat kembali hidup normal lebih cepat,” katanya sambil menatap rencana pembangunan yang sedang berlangsung.

Selain pembangunan fisik, Pemkot Solok juga menyiapkan program bantuan sosial berupa paket sembako, perlengkapan tidur, dan dukungan psikologis bagi korban. Tim psikolog dari Dinas Kesehatan setempat melakukan sesi konseling singkat untuk membantu warga mengatasi trauma pasca kebakaran. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan tidak hanya secara material, tetapi juga emosional.

Secara keseluruhan, aksi gotong royong ini mencerminkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menghadapi bencana. Upaya tersebut tidak hanya mengembalikan fisik rumah yang rusak, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan yang menjadi nilai dasar kehidupan di Solok. Ke depannya, Pemerintah Kota berjanji akan meningkatkan program mitigasi kebakaran, termasuk pemasangan alat pemadam kebakaran di setiap rumah dan sosialisasi penggunaan bahan bangunan yang lebih aman.

Dengan selesainya tahap pertama pembangunan, diharapkan warga Tanah Garam dapat menempati kembali rumah yang telah direnovasi paling lambat akhir bulan ini. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau kualitas bangunan serta memberikan dukungan lanjutan bila diperlukan.

Pos terkait