123Berita – 06 April 2026 | Jelang kompetisi AFF Futsal 2026, pelatih kepala Tim Nasional Futsal Indonesia, Hector Souta, menegaskan bahwa timnya menghadapi tantangan terbesar berupa waktu adaptasi yang sangat singkat. Menurutnya, persiapan yang harus dilakukan tidak hanya sekadar meningkatkan kualitas teknis, melainkan juga mempercepat proses penyesuaian taktik, kebugaran, dan kohesi tim dalam kurun waktu yang terbatas.
Hector Souta, yang baru diangkat sebagai pelatih kepala pada awal tahun ini, menyampaikan keprihatinannya dalam sebuah konferensi pers di Jakarta. “Kami memiliki rentang waktu kurang dari enam bulan untuk mempersiapkan tim sebelum turnamen besar ini. Dalam periode itu, kami harus menyelesaikan proses integrasi pemain baru, mengimplementasikan sistem permainan yang saya yakini, serta memastikan kebugaran optimal,” ujarnya.
Souta menambahkan bahwa proses adaptasi melibatkan tiga fase utama: fisik, taktik, dan mental. Pada fase pertama, tim fokus pada program kebugaran intensif yang dirancang oleh tim medis dan kebugaran. “Kami melakukan tes VO2 max, analisis lactate threshold, dan program beban yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pemain,” jelasnya. Hal ini penting mengingat futsal menuntut kecepatan, ketahanan, dan kemampuan perubahan arah yang cepat.
Selanjutnya, fase taktik menjadi prioritas utama. Hector mengungkapkan bahwa sistem permainan yang diusungnya menekankan pressing tinggi, rotasi posisi yang dinamis, serta transisi cepat dari bertahan ke menyerang. “Pemain harus mengerti peran mereka dalam skema ini, sehingga latihan drill khusus dan simulasi pertandingan menjadi kunci,” katanya. Ia menambahkan bahwa video analisis lawan-lawan potensial di kawasan ASEAN sudah dimasukkan ke dalam rutinitas harian tim.
Fase mental tidak kalah penting. Souta menekankan perlunya membangun mental juara, khususnya dalam menghadapi tekanan dari publik dan ekspektasi tinggi. “Kami mengundang psikolog olahraga untuk melakukan sesi konseling kelompok dan individu. Fokus utama adalah meningkatkan konsentrasi, pengendalian emosi, dan kebersamaan antar pemain,” ujar pelatih tersebut.
Untuk mengoptimalkan waktu yang tersedia, tim telah mengatur jadwal latihan yang padat namun terstruktur. Berikut adalah contoh jadwal mingguan yang diimplementasikan:
- Senin: Latihan kebugaran (pagi) dan sesi taktik ofensif (sore)
- Selasa: Analisis video lawan dan latihan pertahanan
- Rabu: Turnamen persahabatan melawan tim klub lokal
- Kamis: Simulasi pertandingan intensif (full 40 menit) dan sesi pemulihan
- Jumat: Sesi khusus pemain muda dan integrasi pemain baru
- Sabtu: Istirahat aktif (rehabilitasi, yoga)
- Minggu: Review mingguan dan perencanaan taktik selanjutnya
Selain itu, tim juga berencana mengadakan tiga turnamen persahabatan internasional di Thailand, Vietnam, dan Malaysia sebagai bagian dari proses aklimatisasi terhadap gaya bermain tim-tim ASEAN. “Pengalaman melawan tim-tim tersebut sangat penting untuk menguji taktik kami dan menilai kesiapan mental pemain,” tambah Hector.
Namun, tidak semua berjalan mulus. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu pemulihan setelah latihan intensif. Beberapa pemain melaporkan kelelahan otot, yang memaksa pelatih medis untuk menyesuaikan beban latihan. “Kami harus menyeimbangkan antara intensitas dan pemulihan. Jika tidak, risiko cedera akan meningkat,” ujar Dr. Rina, dokter tim.
Hector Souta juga menyoroti pentingnya dukungan dari federasi dan sponsor. Ia meminta agar fasilitas latihan, peralatan, serta logistik pertandingan dapat dioptimalkan. “Tanpa dukungan penuh, kami akan kesulitan menciptakan lingkungan yang mendukung performa terbaik pemain,” tegasnya.
Di sisi lain, pemain senior seperti Andri Setiawan dan Dimas Prasetyo menyambut baik pendekatan baru pelatih. Mereka menilai bahwa metode kerja yang terstruktur dan fokus pada kebugaran serta taktik memberi harapan baru bagi tim. “Kami siap memberi yang terbaik, meskipun waktunya singkat. Semangat tim tetap tinggi,” ujar Andri.
Menjelang AFF Futsal 2026, yang akan digelar di Surabaya pada bulan Oktober, Timnas Futsal Indonesia bertekad menembus babak semifinal, sebuah target ambisius mengingat persaingan ketat dari tim-tim tradisional seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Hector menutup pernyataannya dengan optimisme: “Jika kami dapat mengoptimalkan setiap menit latihan, memanfaatkan pengalaman internasional, dan menjaga mental juara, saya yakin Indonesia dapat menulis sejarah baru di kancah futsal Asia.”





