123Berita – 06 April 2026 | Sejak awal musim Moto3 2026, sorotan utama beralih ke pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, yang berhasil mempertahankan gelar Rookie Terbaik meski kompetisi telah menempuh tiga seri penuh. Konsistensi performa Veda tidak hanya mengukir catatan pribadi, tetapi juga menambah kebanggaan bagi penggemar balap motor Tanah Air yang selama ini menantikan kehadiran talenta lokal di panggung dunia.
Kejuaraan Moto3 2026, bagian dari rangkaian MotoGP yang menampilkan kelas entry‑level untuk pembalap berusia 16‑24 tahun, telah melaju melalui tiga seri yang berlangsung di sirkuit-sirkuit ikonik Eropa. Dari Jerez, Catalunya, hingga Austin, Veda terus menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan cepat pada trek yang berbeda, mengandalkan strategi balap yang matang serta dukungan tim teknis yang solid.
Statistik resmi hingga akhir seri ketiga menunjukkan Veda berada di posisi empat klasemen umum, dengan total poin yang menempatkannya hanya selisih tiga poin dari pembalap senior terdepan. Lebih menonjol lagi, ia berhasil menempati posisi terbaik rookie dengan dua kali finis di poin podium, termasuk satu kali menempati posisi ketiga di Catalunya. Pencapaian tersebut menjadikannya kandidat kuat untuk mempertahankan gelar Rookie of the Year pada akhir musim.
- Seri 1 – Jerez (Spanyol): Finish 7, poin 6
- Seri 2 – Catalunya (Spanyol): Finish 3, poin 16 (podium pertama)
- Seri 3 – Austin (AS): Finish 5, poin 11
Pelatih tim, Budi Santoso, mengungkapkan rasa puasnya atas perkembangan Veda: ‘Kami melihat Veda tumbuh menjadi pembalap yang tidak hanya cepat, tetapi juga cerdas dalam membaca situasi di lintasan. Keberhasilannya meraih poin konsisten dalam tiga seri pertama menegaskan bahwa persiapan kami di rumah sudah cukup matang.’ Ia menambahkan bahwa tim terus melakukan analisis data telemetri secara mendetail untuk meningkatkan kecepatan keluar tikungan dan efisiensi pengereman.
Di luar lintasan, Veda Ega Pratama menjadi figur inspiratif bagi generasi muda Indonesia yang bercita‑cita menembus dunia balap motor internasional. Ia rutin mengadakan sesi berbagi pengalaman melalui media sosial, menekankan pentingnya disiplin latihan, pendidikan formal, dan dukungan keluarga. ‘Saya ingin menunjukkan bahwa anak Indonesia bisa bersaing di level tertinggi dengan kerja keras dan komitmen,’ tuturnya dalam sebuah wawancara eksklusif.
Persaingan rookie di Moto3 2026 memang ketat, dengan talenta muda dari Spanyol, Italia, dan Jepang yang juga menunjukkan performa mengesankan. Namun, keunggulan Veda terletak pada kemampuannya mengelola tekanan mental serta menjaga konsistensi kecepatan lap sepanjang balapan. Analisis tim menunjukkan bahwa rata‑rata waktu lap Veda selama tiga seri berada 0,12 detik di bawah rata‑rata rookie lain, sebuah selisih yang signifikan dalam balapan kelas tiga.
Menjelang seri keempat yang dijadwalkan di Sachsenring, Jerman, harapan besar menanti Veda untuk menambah poin dan memperkuat posisinya di klasemen rookie. Tim teknik telah menyiapkan setelan chassis dan suspensi yang lebih optimal, mengantisipasi tantangan teknis lintasan berbukit. Jika Veda mampu mempertahankan performa yang ada, peluangnya untuk mengamankan gelar Rookie of the Year menjadi semakin kuat, sekaligus membuka pintu bagi peluang kontrak dengan tim‑tim Moto2 di masa depan.
Secara keseluruhan, keberhasilan Veda Ega Pratama selama tiga seri pertama Moto3 2026 mencerminkan kombinasi bakat alami, kerja keras, serta dukungan tim yang solid. Prestasinya tidak hanya menambah catatan positif bagi karier pribadi, tetapi juga menginspirasi ekosistem balap motor Indonesia untuk terus mengembangkan program pembinaan pembalap muda. Dengan agenda balapan yang masih panjang, para penggemar tentunya menantikan aksi-aksi menegangkan selanjutnya dari sang rookie terbaik.