Tragedi Rombongan Pengantin Masuk Jurang di Layang Lekat, Bengkulu Tengah: 3 Korban Tewas

Tragedi Rombongan Pengantin Masuk Jurang di Layang Lekat, Bengkulu Tengah: 3 Korban Tewas
Tragedi Rombongan Pengantin Masuk Jurang di Layang Lekat, Bengkulu Tengah: 3 Korban Tewas

123Berita – 02 April 2026 | Suasana haru pada upacara ijab kabul berubah menjadi duka mendalam ketika sebuah rombongan pengantin yang tengah mengantar prosesi pernikahan di kawasan Layang Lekat, Kabupaten Bengkulu Tengah, mengalami kecelakaan fatal. Mobil yang mengangkut pengantin, keluarga, serta tamu undangan tiba-tiba tergelincir dan menukik ke dalam jurang setinggi sekitar 15 meter, menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya.

Menurut saksi mata yang berada di lokasi, kejadian terjadi sekitar pukul 08.30 WIB pada hari Senin, 1 April 2024. Mobil berwarna putih, tipe MPV, yang membawa sekitar dua lusin orang menuruni jalur beraspal yang dikenal licin akibat curah hujan semalam. Saat melewati tikungan tajam di dekat sungai Layang Lekat, kendaraan tersebut kehilangan kendali dan meluncur ke tepi jalan, kemudian terjatuh ke dalam jurang.

Tim penyelamat yang dikerahkan oleh Polda Bengkulu serta petugas pemadam kebakaran setempat segera tiba di lokasi. Dengan peralatan penyelamatan dan helikopter, mereka melakukan evakuasi korban. Tiga korban meninggal dunia di tempat kejadian, yakni dua anggota keluarga pengantin dan satu tamu. Identitas lengkap mereka belum diumumkan secara resmi, namun nama-nama yang beredar di media sosial mencakup: Bapak Ahmad Sutrisno (ayah mempelai pria), Ibu Siti Nurhaliza (ibu mempelai wanita), dan Bapak Rudi Hidayat (saudara pengantin pria).

Selain korban meninggal, terdapat enam orang yang mengalami luka-luka ringan hingga sedang. Mereka segera dibawa ke RSUD Bengkulu Tengah untuk mendapatkan pertolongan medis. Pihak rumah sakit melaporkan bahwa semua korban luka stabil dan berada dalam pengawasan intensif.

Polisi setempat membuka penyelidikan atas penyebab kecelakaan. Sementara penyelidikan awal menunjukkan kemungkinan faktor alam, seperti licinnya jalan akibat hujan deras, serta kecepatan kendaraan yang dianggap melebihi batas aman pada area berkelok tersebut. Pihak berwenang juga akan menelusuri kondisi teknis kendaraan, termasuk sistem rem dan kondisi ban.

Walikota Bengkulu Tengah, H. Agus Salim, dalam pernyataan singkatnya, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi ini. “Kami sangat berduka atas kehilangan tiga nyawa pada hari yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan. Pemerintah daerah akan membantu keluarga korban secara material dan psikologis,” ujar Salim. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur jalan di daerah rawan longsor dan kecelakaan.

Selain itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkulu Tengah berjanji akan meninjau kembali standar keamanan jalan, terutama pada jalur-jalur yang sering dilalui kendaraan besar seperti bus dan mobil penumpang dalam acara-acara pernikahan. “Kami akan melakukan perbaikan pada permukaan jalan, pemasangan rambu peringatan, serta memperketat pengawasan kecepatan,” kata Kepala Dinas, Andi Prasetyo.

Kejadian ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan masyarakat. Banyak warga mengungkapkan rasa simpati melalui media sosial, sekaligus menyerukan agar pemerintah lebih serius dalam menanggulangi bahaya jalan yang licin, terutama di musim hujan.

Berita serupa pernah terjadi di wilayah Sumatera Selatan pada tahun 2022, dimana sebuah mobil pengantin juga tergelincir dan menukik ke jurang, menewaskan dua orang. Insiden tersebut memicu revisi regulasi terkait penggunaan kendaraan dalam acara pernikahan, termasuk keharusan inspeksi kendaraan sebelum perjalanan panjang.

Dengan menilik kembali insiden ini, para ahli transportasi menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang bahaya mengemudi di kondisi jalan yang tidak aman. Mereka menyarankan penggunaan kendaraan dengan sistem pengereman anti-lock braking system (ABS) serta pemeriksaan rutin kondisi ban.

Untuk saat ini, proses identifikasi korban masih berlangsung, sementara pihak keluarga korban dipersilakan untuk menjemput jenazah di rumah duka setempat. Pemerintah daerah akan mengadakan upacara peringatan dan doa bersama untuk menghormati para korban serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang berduka.

Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara, terutama dalam situasi yang melibatkan banyak penumpang. Diharapkan, langkah-langkah perbaikan infrastruktur dan penegakan aturan lalu lintas dapat mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa depan.

BACA JUGA