123Berita – 02 April 2026 | Striker berpengalaman Edin Džeko kembali menorehkan prestasi gemilang dengan mengantar tim nasional Bosnia dan Herzegovina meraih tiket ke Piala Dunia 2026. Keberhasilan yang diraih pada fase kualifikasi ini tidak hanya menambah catatan positif bagi karier sang pemain, tetapi juga mengandung makna emosional yang mendalam. Džeko menyatakan bahwa pencapaian tersebut ia persembahkan untuk teman-teman kecilnya yang kehilangan nyawa saat konflik bersenjata melanda tanah airnya pada awal tahun 1990-an.
Berita tentang kualifikasi Bosnia-Herzegovina tersebar luas setelah tim berhasil mengamankan posisi ketiga dalam grup kualifikasi UEFA, mengalahkan rival-rival kuat seperti Wales, Israel, dan Kazakhstan. Dengan poin yang cukup, Bosnia memastikan tempatnya di panggung dunia pertama sejak debut mereka pada Piala Dunia 2014. Bagi Džeko, yang kini berusia 38 tahun, pencapaian ini memiliki arti lebih dari sekadar angka pada papan skor.
Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Sarajevo, Džeko mengungkapkan rasa duka sekaligus kebanggaan yang ia rasakan. “Setiap gol, setiap assist, setiap langkah di lapangan selalu saya dedikasikan kepada mereka yang tak pernah dapat merasakan kebahagiaan sepak bola karena perang,” ujar Džeko dengan mata berkaca. Ia menambahkan bahwa kenangan akan teman-teman kecilnya—anak‑anak yang ia temui saat masih bermain di jalan‑jalan Sarajevo—menjadi sumber motivasi yang tak pernah padam.
Perang Bosnia yang berlangsung antara 1992 hingga 1995 menelan ribuan korban, termasuk banyak anak-anak yang menjadi saksi bisu kekejaman. Džeko, yang tumbuh di tengah situasi tersebut, mengakui bahwa pengalaman masa kecilnya membentuk karakter dan semangat juangnya. “Mereka bukan hanya teman bermain, melainkan juga simbol harapan. Saya ingin dunia tahu, bahwa melalui sepak bola, kami dapat menghormati mereka,” katanya.
Tim Bosnia‑Herzegovina pun menanggapi dedikasi sang kapten dengan penuh penghormatan. Pelatih kepala, Robert Prosinečki, menegaskan bahwa semangat Džeko menjadi inspirasi bagi seluruh skuad. “Kami bermain tidak hanya untuk diri kami, tetapi juga untuk mereka yang tak dapat berada di stadion. Dedikasi Edin menambah kedalaman emosional pada setiap pertandingan,” ujarnya.
Berikut adalah rangkaian momen penting yang menuntun Bosnia‑Herzegovina ke Piala Dunia 2026:
- Menang 2‑1 atas Wales di Stadion Cardiff pada September 2023, dengan gol penentu dari Džeko.
- Meraih hasil imbang 0‑0 melawan Israel di Sarajevo, menegaskan pertahanan kokoh tim.
- Kemenangan dramatis 3‑2 melawan Kazakhstan di Astana, di mana Džeko mencetak hat‑trick.
- Menjaga konsistensi dengan tidak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir fase grup.
Secara statistik, Džeko mencatatkan 7 gol dan 4 assist selama fase kualifikasi, menjadikannya pencetak gol terbanyak tim. Selain kontribusinya di lini depan, peran kepemimpinannya di ruang ganti juga dipuji. Rekan setimnya, Miralem Pjanić, mengungkapkan, “Edin selalu menjadi contoh. Ia tidak hanya memberi arahan taktis, tetapi juga membagikan cerita-cerita tentang masa kecilnya, mengingatkan kami akan pentingnya kebersamaan.”
Keberhasilan Bosnia‑Herzegovina ini juga menambah dinamika kompetisi Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Utara. Diperkirakan tim Balkan ini akan bergabung dalam Grup E bersama Spanyol, Jerman, dan Jepang. Analisis para ahli memperkirakan bahwa semangat dedikasi yang dibawa Džeko dapat menjadi faktor penentu dalam pertandingan-pertandingan krusial di fase grup.
Di luar lapangan, Džeko berencana meluncurkan program beasiswa olahraga bagi anak‑anak yang masih terdampak akibat konflik. Program ini, yang akan dibiayai sebagian dari hasil bonus kualifikasi, bertujuan menyediakan fasilitas pelatihan dan beasiswa pendidikan di Sarajevo. Ia berharap, melalui inisiatif ini, generasi muda Bosnia‑Herzegovina dapat menemukan harapan baru melalui olahraga, sebagaimana sepak bola telah menyelamatkan dirinya dari kegelapan masa lalu.
Kesimpulannya, pencapaian Bosnia‑Herzegovina di kualifikasi Piala Dunia 2026 bukan sekadar kemenangan statistik, melainkan simbol kebangkitan nasional yang dipimpin oleh seorang veteran yang tak melupakan akar dan trauma masa kecilnya. Dedikasi Edin Džeko kepada teman‑teman kecil yang gugur dalam perang menegaskan bahwa sepak bola dapat menjadi media penghormatan, penyembuhan, dan inspirasi bagi seluruh bangsa. Dengan semangat itu, Bosnia‑Herzegovina melangkah ke Piala Dunia 2026 dengan harapan mengukir sejarah baru yang sekaligus menjadi penghormatan abadi bagi mereka yang telah tiada.





