123Berita – 06 April 2026 | Toyota Motor Indonesia resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) sebanyak 13.390 unit Toyota Hilux tahun produksi 2025-2026. Langkah ini diambil setelah ditemukan cacat pada aksesoris bullbar yang dapat menyebabkan sistem power steering berhenti berfungsi secara tiba-tiba, mengakibatkan setir menjadi berat dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi pengemudi.
Masalah ini pertama kali teridentifikasi melalui laporan dari sejumlah pemilik Hilux yang mengalami gejala setir berat secara mendadak, terutama saat melaju di jalan menurun atau ketika melewati medan berbatu. Setelah dilakukan investigasi teknis, tim insinyur Toyota menemukan bahwa bagian bullbar yang terpasang pada rangka kendaraan tidak terpasang dengan kuat pada titik-titik pengikat kritis. Getaran berulang pada bullbar dapat mengganggu kabel listrik yang menghubungkan motor listrik power steering, sehingga aliran listrik terputus dan sistem kehilangan daya.
Power steering pada Hilux generasi terbaru merupakan sistem listrik (EPS) yang dirancang untuk memberikan respons cepat dan mengurangi beban kerja pada pengemudi. Ketika aliran listrik terputus, motor penggerak setir tidak dapat beroperasi, sehingga pengemudi harus mengandalkan tenaga fisik. Dalam kondisi lalu lintas padat atau saat melakukan manuver mendadak, hal ini meningkatkan risiko kehilangan kendali.
Berikut adalah poin‑poin penting yang disampaikan oleh Toyota dalam pernyataan resmi mereka:
- Jumlah kendaraan yang terdampak: 13.390 unit Hilux tahun 2025-2026.
- Masalah utama: Bullbullar tidak terpasang dengan aman, menyebabkan gangguan pada sistem power steering.
- Risiko: Setir berat secara tiba‑tiba, potensi kecelakaan bila tidak ditangani segera.
- Tindakan yang diambil: Penarikan kembali dan penggantian bullbar serta inspeksi lengkap pada sistem kelistrikan.
- Waktu perbaikan: Diperkirakan 3‑5 hari kerja per unit di dealer resmi.
Dealer resmi Toyota di seluruh Indonesia telah diberikan prosedur standar operasional (SOP) untuk menangani recall ini. Pemilik kendaraan yang terdaftar dalam daftar recall akan dihubungi secara langsung oleh layanan purna jual Toyota. Mereka diminta untuk membawa kendaraan ke dealer terdekat tanpa biaya perbaikan, termasuk penggantian bullbar dan pemeriksaan menyeluruh pada sistem power steering serta komponen terkait.
Untuk memudahkan proses, Toyota juga menyediakan layanan penjemputan kendaraan di lokasi pemilik, terutama bagi pelanggan yang berada di wilayah yang jauh dari dealer. Semua biaya, mulai dari transportasi, suku cadang, hingga tenaga kerja, ditanggung sepenuhnya oleh produsen.
Penting bagi pemilik Hilux yang belum menerima pemberitahuan resmi untuk tidak menunggu. Mereka dapat mengecek nomor rangka (VIN) kendaraan melalui portal resmi Toyota atau menghubungi call center layanan pelanggan dengan menyebutkan nomor telepon terdaftar dan nomor rangka kendaraan.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang kualitas kontrol pada proses pemasangan aksesoris aftermarket. Meskipun bullbar sering dipasang sebagai perlindungan tambahan, pemasangannya harus mematuhi standar teknik yang ketat. Toyota menegaskan bahwa semua komponen yang dipasang di pabrik telah melalui serangkaian uji ketahanan, namun pada beberapa unit terjadi penyimpangan yang belum terdeteksi pada fase inspeksi akhir.
Para analis industri otomotif menilai bahwa langkah recall ini, meski menambah beban biaya bagi produsen, merupakan upaya proaktif untuk menjaga reputasi merek di pasar Indonesia yang sangat kompetitif. Toyota, sebagai produsen kendaraan dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia, harus memastikan kepercayaan konsumen tetap terjaga, terutama pada segmen kendaraan komersial dan pick‑up yang sering digunakan untuk keperluan bisnis.
Berikut langkah‑langkah yang dianjurkan kepada pemilik Hilux yang termasuk dalam program recall:
- Verifikasi status recall melalui situs resmi Toyota atau menghubungi layanan pelanggan.
- Jika termasuk, atur jadwal kunjungan ke dealer resmi terdekat sesegera‑mungkin.
- Bawa dokumen identitas kendaraan (STNK, BPKB) dan bukti kepemilikan.
- Serahkan kendaraan untuk inspeksi dan penggantian bullbar serta perbaikan sistem power steering.
- Tunggu konfirmasi selesai perbaikan, biasanya dalam waktu 3‑5 hari kerja.
Dengan melaksanakan recall secara menyeluruh, Toyota berharap dapat mencegah potensi kecelakaan yang disebabkan oleh kegagalan setir, serta menegaskan komitmen perusahaan terhadap keselamatan konsumen. Seluruh proses diharapkan selesai pada kuartal kedua tahun ini, dengan target semua unit yang terpengaruh telah kembali ke tangan pemilik dalam kondisi aman dan siap pakai.
Kesimpulannya, recall ini merupakan respons cepat Toyota terhadap temuan cacat pada bullbar yang dapat memengaruhi fungsi power steering Hilux 2025-2026. Pemilik kendaraan disarankan untuk segera menindaklanjuti pemberitahuan resmi, memanfaatkan layanan gratis yang disediakan, dan memastikan kendaraan mereka kembali dalam kondisi optimal sebelum kembali melaju di jalan raya.




