123Berita – 21 Mei 2026 | Google telah meluncurkan fitur deteksi konten AI dan verifikasi C2PA di berbagai platform, termasuk Search, Gemini, Chrome, dan lini Pixel. Fitur ini bertujuan untuk mencegah penyebaran hoaks dan konten palsu di internet.
Fitur deteksi konten AI menggunakan algoritma canggih untuk menganalisis konten yang diunggah ke internet. Algoritma ini dapat mendeteksi apakah konten tersebut dibuat menggunakan teknologi AI atau tidak. Jika konten tersebut dibuat menggunakan AI, maka fitur ini akan menandainya sebagai konten yang berpotensi palsu.
Verifikasi C2PA (Content Authenticity Initiative) juga diluncurkan oleh Google untuk membantu mencegah penyebaran hoaks. C2PA adalah standar internasional yang digunakan untuk mengautentikasi konten yang diunggah ke internet. Dengan menggunakan C2PA, pengguna dapat memastikan bahwa konten yang mereka lihat adalah asli dan tidak dimanipulasi.
Fitur deteksi konten AI dan verifikasi C2PA dapat membantu mencegah penyebaran hoaks dan konten palsu di internet. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki kepercayaan diri bahwa informasi yang mereka lihat adalah akurat dan dapat dipercaya.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh pengguna untuk menggunakan fitur deteksi konten AI dan verifikasi C2PA adalah:
- Menggunakan browser Chrome yang telah dilengkapi dengan fitur deteksi konten AI.
- Mengaktifkan fitur verifikasi C2PA di pengaturan browser.
- Menggunakan aplikasi Gemini untuk mencari konten yang telah diverifikasi oleh C2PA.
Dengan menggunakan fitur deteksi konten AI dan verifikasi C2PA, pengguna dapat memiliki pengalaman browsing yang lebih aman dan dapat dipercaya.
Google berharap bahwa fitur deteksi konten AI dan verifikasi C2PA dapat membantu mencegah penyebaran hoaks dan konten palsu di internet. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki kepercayaan diri bahwa informasi yang mereka lihat adalah akurat dan dapat dipercaya.





